MUDIKALINK.net-Kaliwajo, dusun kecil di Desa Aebubu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT, berada di wilayah Keuskupan Maumere.
Dusun ini memiliki pesona keindahan alam pertanian padi yang memikat hati.
Sejak dibuat rabat jalan kiri dan kanan diapit dua sisi bentangan sawah nan hijau membuat hati sejuk tak terukur.
Selain menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan menuju Kaliwajo arah barat Kota Maumere dapat pula ditempuh mengunakan kendaraan umum.
Perkiraan waktu 40 menit merupakan perjalanan ideal dari Kota Maumere menuju Kaliwajo mengingat banyaknya tikungan pendek.
Dari arah Maumere menuju Ende (Kabupaten Ende), sesaat setelah melewati jembatan panjang Kaliwajo, mata Anda akan memandang bentangan sawah penuh pesona.

Selanjutnya saat yang sama, mata Anda akan memandang beberapa bangunan mungil yang berada di bawah kaki bukit Kaliwajo.
Itulah Taman Doa Santa Maria Kaliwajo, Susteran Yesus Hamba Ilahi (JDS).
Dalam area Taman doa ini terdapat Arca Santa Maria, Pengurai Simpul Masalah setinggi 8 meter. Umat dapat berdoa di lokasi ini.
Sarana pendukungnya yakni terdapat tiga kamar tidur bagi para tamu yang ingin mengalami perjalanan hidup doa.
Tersedia pula kapela berarsitek minimalis modern memberikan kenyamanan dan kesejukan tersendiri.

Sebelah kanan taman doa terdapat Sa’o Pu’u (Rumah Induk) Susteran JDS bersama para calon suster JDS.
Diresmikan Uskup Maumere
Taman doa ini diresmikan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Keuskupan Maumere, pada Jumat, 20 Oktober 2023.
Peresmian ditandai pengguntingan pita oleh Bapak Irwan Rahardja bersama Ibu Christine sebagai wakil para donatur.
Hadir dalam acara ini, para imam, biarawan-biarawati, tetua adat daerah Lio, tokoh umat, pemerintah, wakil dari para donatur dan Pater Pendiri Kongregasi Susteran Yesus Hamba Ilahi, P. Dr. Inosensius Ruben Hetu, CJD.
Dalam kotbahnya, Mgr. Ewaldus menekankan keberanian iman, “Seperti Musa dan Harun yang berani bersaksi di hadapan Firaun, bahwa mereka adalah utusan Allah”.

“Iman sejati dapat memberikan kesucian kepada kita. Iman menggerakan kita untuk bertobat dan menjadi seperti Kristus, yang dalam perjalanan hidup kita akan berhadapan dengan ancaman dan tantangan yang bisa saja menyulutkan nyali kita untuk bersaksi. Namun Tuhan Yesus menegaskan bahwa kekuatan-kekuatan itu hanya membinasakan tubuh tetapi tidak mampu membinasakan jiwa”.
Uskup Mgr. Ewaldus mengingatkan para Suster JDS dan umat yang hadir, “untuk jangan takut bersaksi dengan mengandalkan Roh Kudus dan Cinta Kasih Kristus sekalipun berhadapan dengan aneka ragi baik yang berasal dari dalam diri, keluarga, komunitas dan masyarakat.”
Sementara itu. Pater Ino dalam sambutannya menyampaikan, “Ungkapan Syukur kepada Tuhan oleh karena kasih karunia-Nya yang tak terhingga, bahwa sesungguhnya kehadiran Suster JDS, bangunannya serta taman doa ini merupakan karya Penyelenggaraan Ilahi melalui tangan-tangan terulur boleh terwujud.”
Taman Doa Santa Maria Pengurai Simpul Masalah telah dapat digunakan.
Umat dari berbagai paroki di Keuskupan Maumere maupun di luar daerah dapat berdoa di taman doa ini. *
Laporan: RP. Dr. Inosensius Ruben Hetu, CJD

