MUDIKALINK.net-Taman doa di lokasi Wisata Rohani Maria Ratu Semesta Alam Wolo Ata Ga’e milik Paroki Santo Longginus Wolowio berada di puncak bukit Atagae, Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada menjadi tempat favorit untuk wisata rohani.
Lokasinya berada di puncak bukit dan berkabut yang dilengkapi sebuah pondok atau Lopo untuk bersantai dan sebuah areal foto yang berada persis di punggung bukit dengan latar belakang pemandangan perbukitan di wilayah barat Pulau Flores.
“Banyak wisatawan berkunjung kesini terutama dari Kupang dan Pulau Jawa. Wisatawan asing juga sering mengunjungi tempat ini,” sebut Anselmus Menge seorang penjaga tempat wisata saat ditemui, Senin 4 Agustus 2025.
Ansel sapaannya menyebutkan, terdapat 18 orang petugas jaga yang dibagi untuk bertugas secara bergantian masing-masing 3 orang per kelompok yang bertugas sejak pukul 08.00 Wita hingga 18.00 Wita.
Dirinya memaparkan, para wisatawan yang berkunjung dikenai tarif Rp5 ribu per orang sementara biaya parkir sepeda motor sebesar Rp3 ribu dan mobil Rp5 ribu.
“Biasanya wisatawan ramai berkunjung saat hari Sabtu, Minggu atau hari libur. Sehari pemasukan bisa mencapai jutaan rupiah kalau sedang ramai pengunjung,” ungkapnya.
Ansel mengatakan, para pengunjung selain datang berdoa di taman doa, juga menikmati keindahan alam pegunungan dan melihat kota Bajawa dari puncak taman doa.
Ia katakan, di taman doa ini terdapat sebuah patung Bunda Maria Ratu Semesta Alam setinggi 13 meter dan sekitar 200 meter sebelah baratnya terdapat pula sebuah salib beserta patung Pieta.

Ardin Liko warga Desa Beiwali mengatakan, taman wisata ini terletak di atas perkampungan Beiposo, Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa dengan jarak tempuh menuju lokasi tersebut hanya memakan waktu sekitar 20-30 menit dari Kota Bajawa menggunakan mobil atau sepeda motor.
“Taman wisata rohani ini terletak di atas bukit sehingga pengunjung bisa menyaksikan pemandangan indah yang terhampar di bawahnya termasuk pemandangan pegunungan dan laut selatan Pulau Flores,” ucapnya.
Ardin menjelaskan, taman doa ini dibangun tanggal 30 Mei tahun 2014 dan menjadi tempat wisata favorit selain Wolobobo untuk melihat keindahan alam dari puncak bukit.
Lanjutnya, lokasi di taman doa sering berkabut sehingga pengunjung pun merasakan sensasi diterpa kabut saat berada di puncak bukit dan terlihat seolah-olah berada di atas awan.
“Sudah banyak wisatawan baik domestik dan mancanegara yang berkunjung ke lokasi taman doa Ratu Semesta Alam Wolo Atagae dan menjadi salah satu destinasi wisata rohani dan wisata alam,” ungkapnya.
Saat disambangi Mudikalink.net, sejak pagi cuaca cerah sehingga bisa menyaksikan keindahan pemandangan alam di sebelah utara dan selatan taman doa.
Menjelang siang sekitar pukul 12.30 Wita cuaca mulai berkabut bahkan sapuan kabut yang tertiup angin menerpa tubuh sehingga hawa dingin membuat badan mulai menggigil.

Terdapat sebuah lopo atau pondok tempat bersantai yang terbuat dari bambu yang cukup untuk menampung 10 orang duduk bersantai dengan meja bundar di tengahnya.
Terdapat 2 buah toilet dan di sebelah bawahnya terdapat areal parkir yang luas dan rata serta sebuah pos jaga sebelah timur portal masuk ke lokasi taman doa.
Pengunjung bisa menggunakan sepeda motor dari Desa Beiwali hingga ke lokasi parkir karena medan jalan beraspal mulus sedangkan dari pintu masuk pengunjung bisa berjalan kaki melintasi jalan semen yang sedikit menanjak
Sebelah utara terdapat kebun-kebun kopi yang tumbuh di bawah rindangnya pohon Pelawan dan pohon sengon tinggi menjulang.
Pengunjung bisa mendaki melewati anak-anak tangga di jalur jalan persis sebelah utara Patung Bunda Maria Ratu Semesta Alam dan terdapat sebuah jalan tanah yang menghubungkan bukit doa Patung Maria Ratu Semesta Alam dengan taman doa yang terdapat patung Pieta di sebelah baratnya. *
Penulis: Ebed de Rosary I Editor: Wentho Eliando

