MUDIKALINK.net-Perayaan ekaristi malam Paskah di Gereja Paroki St Herman Yosef Belogili, Keuskupan Larantuka, Sabtu 30 Maret 2024, dipimpin Pater Alfred Laudasi, SVD. Petugas liturgi dari Lingkungan 2 Stasi Belogili.
Perayaan ekaristi diawali upacara cahaya atau liturgi cahaya yang dilakukan di halaman depan gereja dan umat mengikuti dalam suasana gelap.
Setelah itu rangkaian perayaan ekaristi mulai liturgi sabda, liturgi baptis dan liturgi ekaristi dilaksanakan dalam gereja.
Pastor Alfred dalam khotbanya mengajak umat Paroki St Herman Yosef khususnya umat di Stasi Belogili bersatu dan memperkuat semangat persaudaraan untuk membangun paroki dan kampung tercinta.

Pater Alfred SVD juga membawakan kotbah singkatnya. Ia menyampaikan tiga hal dengan analogi saat hujan.
Kata Pastor Alfred saat hujan semua orang pasti berdiri berdekatan atau merapat mencari tempat berteduh ketika berada di luar rumah seperti pada saat prosesi jalan salib Jumat Agung lalu.
Saat prosesi sedang berlangsung hujan mengguyur Desa Belogili dan umat berdiri berdekatan dan sangat rapat.
Ia mengharapakan hal seperti itu bisa dibawa dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Jika melakukan satu hal harus melalui rapat dan dilakukan secara bersama.
Hal yang kedua saat hujan jika berkomunikasi dengan orang lain maka harus dengan suara yang lebih keras atau tidak dengan bisik- bisik.
Karena itu untuk menyuarakan sebuah kebenaran dalam kehidupan harus dilakukan dengan suara yang lebih keras dan lantang serta jangan takut.

Hal yang ketiga yaitu pasti kita akan mengalami masalah saat hujan dan ada atap seng yang bocor. Kita akan mencari ke atap untuk menyelesaikan masalah itu.
Hal itu sama dengan masalah yang dihadapi dalam hidup di kolong langit ini. Jika ada masalah maka cari dan mintalah petunjuk kepada yang diatas.
“Masalah yang dihadapi jangan diumbar atau dipublikasikan di media sosial dan akhirnya semua orang tau. Tetapi cari solusi dengan jalan terbaik dan sampaikan kepada Tuhan. Sampaikan kepada Tuhan yesus yang bangkit,” kata Pater Alfred.
Diakhir kotbahnya, Pater Alfred yang akan diutus bertugas di tanah misi di negara Panama, Amerika Tengah ini memberikan pernyataan menantang kepada umat Paroki Belogili.
“Jika kamu cinta Belogili maka berkorban untuk kampung tercinta ini,” katanya.
Pastor Alfred juga mengingatkan kepada pengurus stasi, lingkungan dan gabungan agar kedepannya menyiapkan perayaan ekaristi dengan baik. Semua pihak harus terlibat dan bersatu serta mengambil bagian untuk urusan gereja.
Pastor Alfred juga menyampaikan selamat Paskah kepada seluruh umat paroki khususnya umat Katolik di Stasi Belogili. *
Laporan: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

