Kiprah dan Pelayanan Ordo Karmel Indonesia Timur, Bangun Sekolah dan Asrama – MudikaLink

Kiprah dan Pelayanan Ordo Karmel Indonesia Timur, Bangun Sekolah dan Asrama

MUDIKALINK.net-Kiprah pelayanan Ordo Karmel Indonesia Timur khusus di bidang pendidikan patut dicatat.

Betapa tidak, melalui Yayasan Santa Maria Gunung Karmel Flores, Ordo Karmel Indonesia Timur intensif membangun lembaga pendidikan dan asrama bagi para siswa-siswi yang mengeyam pendidikan di lembaganya.

Tercatat, saat ini Yayasan Santa Maria Gunung Karmel Flores telah mendirikan dan membangun 9 sekolah dan 2 asrama tersebar di beberapa kabupaten di daratan Pulau Flores dan Pulau Sumba, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ordo Karmel mendirikan dan membangun sekolah dan asrama bertujuan untuk memajukan pendidikan di Provinsi NTT, khususnya di daerah-daerah terpencil yang tersebar di Pulau Flores dan Pulau Sumba.

Ketua Yayasan Santa Maria Gunung Karmel Flores, Pater Paskalis Patut, O.Carm menyebutkan secara rinci sekolah-sekolah yang didirikan Ordo Karmel dan selama telah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pater Paskalis menyebutkan sekolah tersebut, yakni SMA Swasta Katolik Alvarez Paga; SMAK Monte Carmel Wairklau Maumere; SMPK Alvarez Paga, PAUD Maria Gunung Karmel Wairklau Maumere, TK Polipawe Paga, PAUD Maria Kusuma Karmel Nuaria; dan PAUD Santa Maria Karmel Habibola. Semua ini berada di wilayah Kabupaten Sikka, Pulau Flores Keuskupan Maumere.

Lalu, SMPK Flos Carmel Sumba Barat Daya, Keuskupan Weetabula dan SMPK Flos Carmell Munde Kabupaten Nagekeo; Pulau Flores, Keuskupan Agung Ende.

“Ordo Karmel juga membuka dua asrama putra-putri untuk para siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMASK Alvares Paga atau SMAK Monte Carmelo Wairklau,” kata Pater Paskalis kepada Mudikalink.net, Kamis 12 Juni 2024.

“Saya juga mengajak anak-anak bisa masuk ke SMASK Alvares Paga atau SMAK Monte Carmelo Wairklau. Dua sekolah ini punya asrama putra dan putri,” ajak Pater Paskalis.

Tamatan Perdana SMPK FC Munde

Sementara di Kabupaten Nagekeo, Yayasan Santa Maria Gunung Karmel Flores membuka SMPK FC Munde pada tahun 2021.

Lembaga pendidikan yang berlokasi di Munde ini telah menamatkan angkatan perdana berjumlah 24 orang.

Pater Paskalis Patut, O.Carm

Angkatan perdana ini diwisuda oleh Ketua Yayasan Santa Maria Gunung Karmel Flores, Pater Paskalis Patut pada Senin 10 Juni 2024.

Acara wisuda diawali perayaan Ekaristi lalu pelepasan siswa sekaligus mengirim mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Saya selaku ketua Yayasan juga mengajak anak-anak yang tamat agar bisa masuk ke SMASK Alvares Paga atau SMAK Monte Carmelo Wairklau yang berasrama putra dan putri,” kata ajak Pater Paskalis saat acara wisuda.

Pater Paskalis berharap kiranya dengan kehadiran SMPK di Munde itu bisa mengatasi masalah drop out di wilayah itu dan masalah pendidikan lainnya.

“Semoga sekolah ini mampu mengatasi buta huruf dan drop out (hanya tamat SD) di wilayah dataran tinggi Munde (Nagekeo). Terima kasih untuk dukungan semua pihak. Tuhan memberkati,” kata Pater Paskalis.

Pater Paskalis menambahkan terkait sekolah tersebut. Menurutnya, awalnya Ordo Karmel hadir di Munde untuk mengolah bidang perkebunan dan peternakan pada tanah hibah masyarakat adat Munde seluas sekitar 10 ha.

“Karmelit awal yang mulai tinggal di Munde adalah RP. Fransiskus Bao, O.Carm (alm) dari tahun 2010-2013. Karmelit berikutnya RP. Konradus Batalaki, O.Carm dan Br. Hirobimus Jedaru, O.Carm serta Frater yang menjalankan tahun pastoral,” katanya.

Pater Paskalis mengakui, sekolah berdiri atau hadir di Munde berawal dari permintaan masyarakat termasuk anggota DPRD Bapak Dorus Goa yang berasal dari dapil Munde dan sekitarnya.

“Alasan mereka minta Ordo Karmel membuka sekolah di Munde adalah besarnya tingkat putus sekolah anak-anak dari sana setelah tamat SD,” katanya.

Pater Paskalis menambahkan, di dataran Munde memang ada SMP Negeri di Malabay. Namun lokasi sekolah ini berjarak 7 kilometer dari Munde.

Lokasi ini sangat jauh untuk anak-anak yang berjalan kaki setiap hari pergi-pulang.

“Dengan jarak tersebut, membuat anak-anak dari Munde dan sekitarnya tidak mau sekolah lagi setelah tamat SD, Melihat situasi ini, para Karmelit prihatin dan membuka sekolah di Munde,” katanya.

Karmel di Munde

Pembukaan sekolah di Munde itu tidak terlepas dari komitmen Komisaris Ordo Karmel Indonesia Timur saat itu RP. Stefanus Buyung, O.Carm bersama P. Ferdinandus Sayang, O.Carm.

Tak hanya itu, juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat, pemerintah desa, tokoh asal Munde di Mbay dan para donatur untuk membangun gedung sekolah darurat dengan tiga ruang kelas dan satu ruang guru.

Ordo Karmel dibantu Susteran Karmel (Kongregasi INSC) dengan sepenuh hati bekerja di antara masyarakat Munde. Susteran Karmel sudah hadir di Munde dan sudah ada biara.

Pater Paskalis berharap, kehadiran para Karmelit termasuk suster Karmel di Munde, Kabupaten Nagekeo membawa pencerahan dan pemberdayaan berbagai bidang kehidupan masyarakat baik rohani maupun jasmani. *

Laporan: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *