MUDIKALINK.net-Gembala baru Keuskupan Agung Ende (KAE), Mgr. Paulus Budi Kleden ditahbiskan pada 22 Agustus 2024. Upacara akbar Pentahbisan Uskup baru dilaksanakan di gereja Katedral Ende.
Menjelang upacara iman pentahbisan Uskup di gereja katolik tersebut telah dilakukan rapat pembentukan panitia pada 8 Juni 2024 lalu di pendopo Rumah Keuskupan Agung Ende.
Dalam rapat yang dihadiri oleh para imam dan perwakilan kaum menunjuk dan menyepakati Pj Bupati Ende Dr Agustinus Ngasu sebagai ketua panitia tahbisan.
Rapat pembentukan panitia tersebut dipimpin oleh Administrator Keuskupan Agung Ende, RD Yosef Daslan Moang Kabu. Hadir para imam, biarawan-biarawati dan tokoh-tokoh awam
Dikonfirmasi, Rabu 12 Juni 2024, Gusti Ngasu membenarkan dirinya ditunjuk sebagai Ketua Panitia Tahbisan Uskup Keuskupan Agung Ende.
PJ Bupati Ende mengatakan rangkaian kegiatan Tahbisan Uskup Agung Ende terdiri atas 4 bagian penting yaitu penjemputan Uskup baru, Salve Agung, Misa Pentahbisan Uskup dan Misa Pontifikal.
Tahbisan uskup akan berlangsung di Gereja Kristus Raja Katedral Ende pada tanggal 22 Agustus 2024 pukul 09.00 wita.
“Sehari sebelumnya menjelang Tahbisan dilaksanakan Salve Agung pada tanggal 21 Agustus 2024 di Gereja St.Yoseph Onekore dan Misa Pontifikal di Gereja Kristus Raja Katedral Ende pada tanggal 23 Agustus,” kata Dr.Agustinus Ngasu.
Sedangkan untuk penjemputan uskup sendiri belum ada jadwal pasti mengingat uskup terpilih, Mgr Paul Budi masih sedang menyelesaikan tugas sebagai Superior Jendral Serikat Sabda Allah (SVD) di Roma.
Misa Pentahbisan akan dihadiri oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo selaku uskup Pentahbis.
Hadir juga Uskup Agung Jakarta, Ignasius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo dan Ketua Presidium KWI, Mgr Antonius Bunjamin, OSC serta sejumlah Uskup dari 37 Keuskupan di Indonesia.
Turut hadir nantinya para Provinsial SVD seluruh Dunia, tokoh awam Katolik di jakarta, tokoh Katolik Provinsi NTT, tokoh Katolik di Keuskupan Agung Ende dan perwakilan umat dari tiga Kevikepan.
“Nanti kita undang perwakilan tokoh umat dari tiga kevikepan yakni dari Ende, Mbay dan Bajawa dan juga tentu saja undangan untuk keluarga Mgr dan rekan- rekannya,” kata dokter Gusti.
Kata dokter Gusti, mengingat gereja dengan kapasitas terbatas maka bagian dalam Gereja Katedral hanya dikhususkan bagi para Uskup, imam dan juga para biarawan-biarawati dan juga tokoh awam Katolik.
“Untuk biarawan-biarawati dibatasi satu Ordo atau tarekat hanya dua orang” katanya.
Dijelaskan, Panitia kini telah mulai melaksanakan persiapan kegiatan akbar ini, masing-masing seksi sudah mulai jalan termasuk persiapan akomodasi, transportasi dan teknis lainnya.
Romo Administrator Keuskupan Agung Ende, RD. Yoseph Daslan Moang Kabu saat rapat menegaskan bahwa perayaan ini merupakan perayaan iman dan perayaan umat yang mesti dilaksanakan dengan spirit sinodalitas dan kolaborasi semua pihak.
Romo Daslan menggarisbawahi bahwa komposisi kepanitiaan terdiri atas para imam, biarawan-biarawati dan para tokoh awam katolik dari 3 kevikepan yaitu Ende, Mbay dan Bajawa. *
Laporan: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

