MUDIKALINK.net-Bupati Ngada, Provinsi NTT, Andreas Paru menyambangi Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) PGRI Bajawa, Rabu 31 Juli 2024.
Pada kesempatan itu, Bupati Andreas Paru memberikan motivasi kepada para siswa-siswi dan para guru di lembaga pendidikan itu.
Terutama para siswa-siswi, Bupati Andreas Parus mengatakan, harus bangga bersekolah di SMK. Bersekolah di SMK juga bisa menjadi pemimpin seperti dirinya yang merupakan alumni Sekolah Teknologi Menengah (STM) Bajawa.
Sekolah di SMK, bila dilakukan sungguh-sungguh akan memberi manfaat luar biasa bagi diri dan masyarakat. “Harus bangga sekolah di SMK. Selain keterampilan yang dimiliki, juga bisa menjadi pemimpin masa depan,” kata Bupati Andreas Paru.
Bupati Andreas Paru mengatakan, walaupun masih mengalami keterbatasan, namun niat dan semangat para pendidik di lembaga PGRI Bajawa tetap tinggi.
Mereka mencurahkan segalanya bagi anak didik untuk bisa bersaing dengan sekolah lainnya. SMK PGRI Bajawa telah memberi adil besar dalam melahirkan alumni yang hebat dan berkarya baik pemerintah maupun swasta.
Peran sekolah swasta dalam membangun daerah sangatlah penting karena telah dirasakan oleh pemerintah sehingga pemerintah harus hadir untuk dapat bersama-sama guna menuju tujuan yang sama yakni terjadinya perubahan dan lebih sejahtera.
Kata Bupati Andreas Paru, Pemerintah Daerah akan terus memperhatikan dan membantu SMKS PGRI Bajawa.
Ia berkeliling dari sekolah-sekolah negeri dan swasta tujuannya memberikan motivasi bagi generasi muda termasuk memberikan gambaran tentang apa yang telah dilakukan dirinya saat ini dipercayakan menjadi Bupati Ngada.
Selain mendengar apa yang menjadi kebutuhan sekolah tentunya mendorong berbagai hal yang perlu dibantu regulasi yang ada karena walaupun menjadi kewenangan provinsi namun lokusnya berada di kabupaten.
Rayakan Pesta Emas

Kepala SMKS PGRI Bajawa Ignas Lombe mengatakan SMK PGRI Bajawa merupakan lembaga pendidikan vokasi tertua di Kabupaten Ngada.
SMKS PGRI Bajawa didirikan tahun 1976. Sebelumnya dengan nama SMEA PGRI Bajawa yang saat itu memiliki dua jurusan, yakni jurusan Tata Buku dan Perdagangan.
Seiring perkembangan teknologi, jurusan tersebut berubah di mana nomenklaturnya berubah. Sehingga saat ini jurusan Pemasaran berubah menjadi Bisnis, Jaring dan Pemasaran.
Sementara jurusan Tata Buku berubah menjadi jurusan Akuntansi Keuangan dan lembaga dan yang terakhir adalah jurusan Pariwisata.
“Alumni SMK PGRI Bajawa banyak yang telah terserap baik di pemerintah maupun di swasta. Jumlah guru 27 orang dan 1 orang ASN. Tahun 2026, SMKS PGRI Bajawa merayakan pesta emas,” kata Ignas Lombe.
Dalam kunjungan kerja itu, Bupati Andreas Paru didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada El Watungadha dan diterima oleh Kepala SMKS PGRI Bajawa Ignas Lombe bersama para guru dan siswa.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan dialog dan Bupati Andreas Paru memberikan bantuan sarana olahraga bagi lembaga pendidikan tersebut. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

