MUDIKALINK.net-Semana Santa (Pekan Suci) Tahun 2025, di Larantuka, Kabupaten Flores Timur dalam wilayah Keuskupan Larantuka di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki Tri Hari Suci.
Peziarah yang datang mengikuti Semana Santa dari berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri melakukan kunjungan, berdoa dan Cium Tuan Berdiri di Wureh, Kecamatan Adonara Barat, Pulau Adonara.
Berdoa dan Cium Tuan Berdiri merupakan salah satu rangkaian Prosesi Semana Santa di Larantuka. Tuan Berdiri berada dalam Kapela yang terletak di Wureh.
Untuk bisa sampai di Kapela Tuan Berdiri, peziarah harus menyebrangi laut menggunakan kapal motor dari Larantuka daratan ke Pulau Adonara.

Ada empat pelabuhan penyebrangan, yakni Pelabuhan JTP Paloh, Pelabuhan Umum, Pelabuhan PPI dan Pelabuhan Fery Waibalun.
Dari Pelabuhan JTP Paloh, para peziarah turun di JTP Tanah Merah lalu melanjutkan perjalanan yang berjarak sekitar 500 meter.
Sementara Pelabuhan Umum, Pelabuhan PPI dan Pelabuhan Fery Waibalun. Peziarah butuh waktu yang cukup lama. Peziarah turun di Pelabuhan Tobilota, Adonara lalu menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat ke Kapela Tuan Berdiri yang berjarak sekitar 7 kilometer.
Disaksikan Mudikalink.net, Rabu 16 April 2025 pagi, di Pelabuhan JTP Paloh, peziarah dari berbagai daerah menyebrang ke JTP Tanah Merah menggunakan kapal motor yang ada di pelabuhan itu.
“Dari kemarin Selasa kami sudah melayani para peziarah yang ke Kapela Tuan Berdiri di Wureh. Umumnya, peziarah dari luar Flores Timur,” kata salah seorang nahkoda kapal motor.

Ibu Maria, Ibu Theresa dan Ibu Ludgardis, peziarah dari Jakarta mengaku baru saja dari Kapela Tuan Berdiri dan berdoa.
“Ini baru pertama kali naik kapal motor kecil dengan arus laut yang begitu menantang. Sungguh luar biasa dan berkat tersendiri bisa cium Tuan Berdiri dan ikut seluruh rangkaian Semana Santa di Larantuka,” ungkap mereka.
Senada diungkap sejumlah peziarah dari Kabupaten Ngada, NTT. Mereka juga mengaku senang bisa mengikuti Semana Santa di Larantuka. “Bahagia sekali bisa ikut Semana Santa di Larantuka,” kata mereka.
Petugas Pencatat di JTP Paloh mengatakan, sejak Selasa kemarin, armada kapal melayani para peziarah dari dan ke JTP Paloh. Armada kapal berjumlah 32 unit terdiri dari 16 di JTP Paloh dan 16 unit di JTP Tanah Merah.
“Ongkos kapal dari JTP Paloh ke JTP Tanah Merah Rp 20.000 per orang. Satu armada kapal dengan kapasitas muat 10 orang,” kata Petugas Pencatat di JTP Paloh.
Berdasarkan data dari petugas pencatatan tamu dan armada, hingga Rabu pagi, 1.112 peziarah sudah menyebrang dari JTP Paloh ke JTP Tanah Merah pergi-pulang berdoa dan Cium Tuan Berdiri. *
Penulis: Wentho Eliando

