MUDIKALINK.net-Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng mengunjungi Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo, Keuskupan Ruteng, Minggu 25 Mei 2025.
Selama berada di Reo, Sekolah milik Kongregasi Suster Santo Yosef (KSSY) ini menggelar dua kegiatan utama yakni membawakan koor dan liturgis dalam misa Minggu di Pusat Paroki; dan menggelar pentas Seni yang sangat menghibur elemen umat. Pentas seni berlangsung di Aula Paroki
Disaksikan media ini, saat misa yang dipimpin Pastor Paroki RD. Mansuetus Hariman, para siswa SLB selain menanggung koor, juga ada beberapa di antara mereka dipercaya sebagai petugas liturgis seperti membawakan bacaan pertama, bacaan kedua, mazmur antar bacaan, torok persembahan, dan organis.
Para SLB yang dipercayakan untuk menyukseskan liturgis di antaranya Ramilianus Nenggor (Bacaan 1), Reineldis Fanti (bacaan 2), Geovani Laura Enje (pemazmur),Viktorianus Moreno (torok), dan doa umat yang dinyanyikan oleh tiga siswa dibawakan oleh Maria Viola Din, Geovani Laura Enje, dan Anjela Sepriani Putri. Organis dipercayakan kepada Patrisius Kesi Stoner.
Semua petugas yang dipercayakan di atas adalah siswa-siswi tuna netra. Saat dipercayakan menjalankan tugas, para petugas menggunakan tulisan Braille.
Para siswa SLB Karya Murni Ruteng juga membawakan lagu-lagu ordinarium dalam Bahasa Latin dengan sangat bagus, dan lagu-lagu proprium yang diramu dari pelbagai bahasa yang menggugah dan membuat umat yang hadir menyerahkan diri dalam sikap yang serah total pada kehendak Allah.
Tampak tiga guru dengan setia mendampingi para siswa saat menjalankan tugas di atas mimbar dan pendampingan saat membawakan koor.Ketiga guru itu adalah Marselinus Salviobas, Redemptus Pantur, dan Resensia Jehedot.Turut memantau para siswa SLB, Kasek SLB Karya Murni Suster Leoni, KSSY dan Suster Teo, KSSY.
Pentas Seni
Usai misa dilanjutkan dengan pentas seni yang berlangsung di Aula Paroki Reo. Dalam acara yang dipandu Master Ceremony (MC) Alumna SMA Katolik Santo Gregorius Reo Natasya Roswita Sari dibuka dengan lagu yang dibawakan siswa SLB bernama Viktorianus Moreno, lalu diikuti beberapa tembang yang dibawakan beberapa siswa SLB Karya Murni lainnya Olivia Vontain, dan duet yang dibawakan Viktorianus Moreno dan Martir Enda Sumarlin.
Para siswa SLB Karya Murni Ruteng lainnya yang membawakan beberapa lagu yakni Martir Enda Sumarlin dan Maria Olivia Vontain, Lagu berani bermimpi dibawakan oleh Novaldi Javier Amal dengan organis oleh kakak kandungnya bernama Gregorius Alvares Amal; dan dua siswa SLB yang mengikuti pendidikan di SMAS Fransiskus Xaverius Ruteng atas nama Anjela Sepriani Putri & Reineldis Fari Disman membawakan lagu berjudul Allah Peduli.
Menutup rangkaian acara menyanyi, semua siswa SLB membawakan lagu Soka Seleng secara bersama.
Berlinangan Air Mata
Pada momen pentas Seni ini, beberapa siswa SLB juga membawakan drama berjudul Berjuang Dalam Keterbatasan.
Dalam drama yang dipandu narator Maria Goo (Siswi SLB) ini, beberapa siswa SLB tampil sangat profesional di episode drama yang dipentaskan.
Siswa SLB atas nama Giovani Laura berperan sebagai anak, siswa Maria Olivia Vontain berperan sebagai Ibu, dan siswa Martir Eda Sumarlin berperan sebagai ayah, dan siswa Viktorianus Moreno berperan sebagai pemilik Warung.
Dalam drama yang yang mengisahkan suka duka hidup sebagai difabel ini dan menyentuh aspek kemanusiaan universal ini, adegan diperankan beberapa siswa SLB yang sungguh menyentuh hati karena situasi keterbatasan mereka, namun mereka saling melayani dengan hati dan penuh persaudaraan.
Melihat peran yang menyentuh situasi kemanusiaan ini, tak sedikit para ibu yang menyaksikan adegan itu berderai air mata.
Media ini mencatat, dalam ajang pentas seni ini, selain umat yang hadir disuguhkan aneka pentas seni yang dibawakan siswa-siswi SLB Karya Murni, juga undangan berkesempatan menikmati penampilan anak-anak Sekami Paroki Reo yang membawakan aneka acara di antaranya Tarian Sirih Pinang, Dance, nyanyi solo dan drama berjudul Omnia In Caritate. Tampilam Sekami Paroki Reo juga sangat menghibur umat yang hadir.
Sangat Istimewa
Pastor Paroki Reo, RD. Mansuetus Hariman dalam khotbahnya saat misa antara lain mengemukakan bahwa melalui kehadiran KLB Karya Murni, Roh Kudus yang dijanjikan Yesus , yang berperan mengajarkan dan mengingatkan sedang kita alami secara nyata.
Kehadiran anak-anak difabel dari SLB Karya Murni mengajar dan mengingatkan kita akan banyak hal dalam kehidupan iman antara lain melalui penampilan mereka dalam liturgi misa hari ini. Mereka mengajarkan dan mengingatkan kita untuk berliturgi secara benar. Mereka berperan sebagai lektor/tris dengan benar.
Dalam bernyanyi, lanjut Romo Mansu, siswa-siswi SLB bernyanyi dengan suara yang lembut dan vokal yang jelas.
“Dan bahwa mereka dalam keterbatasan fisik tetap bisa menunjukkan sesuatu yang istimewa untuk kita, tentu karena peran para penuntun, tetapi juga karena mereka mau dituntun.”
“Dalam hal ini, kita belajar untuk mau dituntun, mau diajarkan dan diingatkan untuk berpikir, berbicara dan bertindak secara benar, serta terhindar dari ketersesatan,” kata Romo Mansu.
Dan sebagai umat beriman, terutama kita mau dituntun oleh Roh Kudus yang pasti selalu menuntun kita dengan benar dalam ziarah menuju kehidupan penuh damai sejahtera.
Demikian juga, seperti anak-anak dari SLB ini, “kita bersedia diri menjadi wadah kehadiran Roh Kudus yang memampukan kita berperan sebagai penuntun sesama ke kehidupan iman yang benar,” kata Romo Mansu.
Serahkan Bantuan
Pada akhir kunjungan ini, Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman didampingi Ketua Pelaksana DPP Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo Pius Jemadu menyerahkan bantuan berupa uang Rp 10 juta, 200 kg beras, dedak pakan babi 100 kg; sabun dan rinso untuk SLB Karya Murni. Bantuan diterima oleh Kasek SLB Karya Murni Ruteng Suster Leoni, KSSY.
Suster Leoni, KSSY menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki Reo, DPP, dan elemen umat yang telah menerima siswa SLB dan para para guru dan yang telah memberikan bantuan.
“Saya menyampaikan terima kasih atas ketulusan Pastor Paroki dan umat yang telah menerima kami dengan tulus hati dan yang telah memberikan bantuan untuk SLB Karya Murni Ruteng,” kata Suster Leoni.
Butuh Dukungan Semua Pihak
Sementara dalam sambutannya saat acara pentas seni, Kasek SLB Karya Murni Ruteng Suster Leoni, KSSY antara lain memperkenalkan secara sekilas SLB Karya Murni dan Kongregasi Suster Santo Yosef (KSSY) yang mengembangkan lembaga pendidikan ini.
Suster Leoni, KSSY menjelaskan bahwa SLB bernaung di bawah Yayasan Karya Murni yang berkantor Pusat di Medan ini fokus melayani difabel atau orang berkebutuhan khusus, khusus tuna netra, dan tuna rungu.
“Yayasan ini mengelola TK, SD, SLTP, SLTA dan mahasiswa berkebutuhan khusus yang Kuliah. Para siswa difabel ini mengembangkan aneka bakat seperti menyanyi, bermusik, mahir komputer, dan bisa pegang hp, meski mereka menyandang status tuna netra,” kata Suster Leoni.
Suster Leoni meminta dukungan para pihak, khususnya orang tua yang memiliki anak putri untuk bergabung dengan Kongregasi Suster Santo Yosef sehingga kelak bisa mengabdi dan melayani siswa berkebutuhan khusus.
“Kami sangat membutuhkan dukungan semua pihak untuk melayani siswa-siswa SLB dan termasuk kalau ada yang bergabung dengan KSSY,” kata Suster Leoni.
Terima Kasih
Ketua Pelaksana DPP Paroki Reo, Pius Jemadu dalam sambutannya mewakili umat Paroki Reo antara lain menyampaikan terima kasih kepada Kasek SLB Karya Murni, para guru dan para siswa KLB Karya Murni Ruteng yang telah memilih Paroki Reo untuk merajut persaudaraan dan menggelar aneka acara, baik yang spiritual (menanggung koor dan petugas liturgis), maupun ajang pentas seni yang menghibur elemen umat Paroki Reo.
“Saya atas nama seluruh umat menyampaikan terima kasih atas kunjungan yang berahmat ini,” kata Pius Jemadu.
Hadir dan turut menyaksikan acara kolaborasi pentas seni di antaranya Vikep Reo, RD. Herman Ando; Pastor Paroki Reo, RD. Mansuetus Hariman; Ketua Pelaksana DPP Paroki Reo, Pius Jemadu; Wakil Ketua DPP Klementinus Rahmad Pedu Sakri, Penasihat DPP Kanis Tamung; Bendahara DPP Rofinus Mancang; Ketua Umum Sekami/Sekar Separoki Reo A. Puspasari atau yang akbar disapa Ibu Sari; tokoh masyarakat Vinsen Nurdin, Robertus Masdun, Petrus Benyamin Pice, Karel Damu, Ibu Helena Belang, Ibu Theresia Muliana; Ketua OMK Paroki Reo Filomena Rinaldi Andang; elemen masyarakat lainnya, dan pengurus OMK, *
Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

