Gubernur NTT Apresiasi Vikep Reo Konsisten Rawat Nilai Persaudaraan Lintas Agama, Budaya, dan Keadilan Bermartabat Kemanusiaan – MudikaLink

Gubernur NTT Apresiasi Vikep Reo Konsisten Rawat Nilai Persaudaraan Lintas Agama, Budaya, dan Keadilan Bermartabat Kemanusiaan

MUDIKALINK.net-Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Lakalena menyampaikan apresiasi atas upaya Vikep Kevikepan Reo dan elemen umat di Kevikepan Reo yang konsisten merawat nilai-nilai persaudaraan lintas maupun budaya, keadilan sosial dan penghargaan terhadap martabat manusia.

Apresiasi Gubernur NTT ini disampaikannya dalam sambutan tertulis yang yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Drs. Petrus Seran Tahuk dalam momen syukuran Perayaan 10 Tahun Usia Kevikepan, Syukuran Pancawindu Imamat Vikep Reo RD. Herman Ando, dan Youth Camp OMK di Halaman Wisma Santo Yoseph Kevikepan Reo, Senin 23 Juni 2025 petang.

Syukuran diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin Uskup Keuskupan Ruteng Mgr. Siprianus Hormat didampingi Yubilaris Vikep Reo RD. Herman Ando, Uskup Keuskupan Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, dan puluhan imam dari pelbagai kongregasi dan konvik dari Manggarai Raya.

Mengawali sambutannya, Gubernur mengajak elemen warga yang hadir untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, karena hanya atas berkat dan PenyertaanNya, kita dapat hadir di sini dalam keadaan sehat dan penuh suka cita untuk merayakan beberapa peristiwa bersejarah sekaligus di antarnya perayaan Syukur 10 Tahun Kevikepan Reo dan 40 Tahun Imamat Reverendus Dominus (Tuan Yang Terhormat) Romo Herman Ando (Vikaris Episkopal) Reo Keuskupan Ruteng.

“Kedua peristiwa sukacita ini adalah bukti bahwa benih iman yang ditanam puluhan tahun lalu kini telah berbuah dalam kehidupan umat,” kata Gubernur.

“Saya, dengan penuh hormat dan sukacita, atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT, mengucapkan selamat dan profisiat kepada seluruh umat Kevikepan Reo atas satu dekade pelayanan pastoral di wilayah ini. Secara khusus saya ucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Romo Vikep dan jajaran imam, para pastor paroki serta biarawan-biarawati yang telah setia melayani umat di wilayah ini,” kata Gubernur.

Dalam satu dekade ini, lanjut Gubernur, ada banyak kisah pertumbuhan iman, pelayanan sosial, pendampingan umat dan keterlibatan Gereja dalam membangun masyarakat.

Dengan mewartakan kabar gembira, tidak saja dalam aspek rohani tetapi juga dalam aspek kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan, Kevikepan Reo telah menjadi bagian penting dari denyut kehidupan umat di wilayah utara Flores. Meski baru sepuluh tahun, Kevikepan Reo telah menjadi ruang harapan bagi banyak orang, tempat di mana nilai-nilai Injil diterjemahkan dalam tindakan nyata.

Menurut Gubernur, Kevikepan Reo yang dibentuk sepuluh tahun lalu bukan sekadar perpanjangan struktural administratif dari Keuskupan Ruteng, tetapi lebih dari itu, merupakan jawaban atas kebutuhan umat untuk pendampingan pastoral yang lebih dekat, lebih kontekstual dan menyentuh inti kehidupan.

“Dalam konteks NTT yang multikultural, Kevikepan Reo telah mengambil peran penting dalam merawat nilai-nilai persaudaraan lintas agama maupun budaya, keadilan sosial dan penghargaan terhadap martabat manusia. Ini adalah kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan demi kemajuan NTT,” katanya.

Mengutip moto perayaan Pancawindu Imamat Vikep Reo RD. Herman Ando Sanggupkah kamu minum cawan yang harus Ku-minum?, Gubernur menggarisbawahi Cawan Imamat bukan cawan kemuliaan, tetapi cawan pelayanan.

Di dalam cawan imamat ada anggur tanggung jawab, pengorbanan, dedikasi, bahkan ada duka dan kadang pengkhianatan yang mesti diteguk. Meski demikian, tentu saja cawan itu mengandung berkat, penguatan, suka cita dan pemberian diri.

Romo Herman telah membuktikan bahwa ia sanggup dan setia meminum cawan itu dengan kasih tanpa pamrih dan semangat yang tak padam.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang berharga ini, izinkan saya menyatakan pula rasa bangga dan hormat kepada Romo Herman Ando, yang hari ini merayakan panca windu imamatnya. 40 tahun bukan waktu yang singkat. Di balik angka itu tersimpan begitu banyak cerita: suka dan duka, keberhasilan dan tantangan, malam yang panjang dalam doa dan kerja tanpa pamrih untuk umat.

“Romo bukan hanya imam di altar, tetapi juga sahabat bagi umat, gembala yang mengenal baik domba-dombanya. Hidup dan panggilan Romo menjadi tanda bahwa panggilan imamat bukan sekadar jabatan, melainkan jalan hidup yang sepenuhnya dipersembahkan bagi Tuhan dan sesama,” kata Gubernur.

Gereja Mitra Strategis

Gubernur NTT juga menggarisbawahi bahwa Pemerintah Provinsi NTT selalu melihat Gereja sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat. Kita menyadari bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga karakter, moral dan nilai-nilai kemanusiaan.

Sering kali dalam aspek-aspek inilah Gereja mengambil peran penting. Peran Gereja dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pendampingan sosial sangat besar dan nyata. Pemerintah sangat mengapresiasi sinergi ini, katanya.

Gubernur juga menambahkan bahwa pemerintah tentunya masih terus membutuhkan kehadiran Gereja serta lembaga keagamaan lainnya untuk turut memberikan dukungan dan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Dengan semangat sinodalitas, saya optimis cita-cita kesejahteraan bagi seluruh rakyat di negara kita, khususnya di wilayah NTT dapat kita raih bersama,” katanya.

Dalam konteks itu, Gubernur mengajak seluruh jajaran Kevikepan Reo, di bawah kepemimpinan Romo Herman dan para pastor paroki, untuk terus mempererat kerja sama dengan pemerintah dan elemen masyarakat lainnya. Tantangan yang kita hadapi hari ini, mulai dari kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, stunting, hingga perubahan iklim, memerlukan komitmen dan kerja nyata kita bersama.

Kepada umat Kevikepan Reo, saya berharap agar momen ini tidak menjadi momen selebrasi semata. Semoga perayaan syukur ini jadi kesempatan menyalakan api semangat yang baru untuk perjalanan selanjutnya.

“Bangunlah komunitas iman yang hidup dan aktif, yang mewujudnyatakan pernyataan iman tidak hanya dalam doa tetapi juga dalam karya hidup sehari-hari,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur NTT mengutip sebuah kalimat dari Paus Leo XIV: My vocation, like that of every Christian, is to proclaim the Gospel wherever one is. Panggilanku, sama seperti setiap orang Kristiani, adalah untuk mewartakan Injil di mana pun berada.

Setiap kita, entah sebagai imam, biarawan-biarawati, guru, petani, nelayan, atau pelayan masyarakat dipanggil untuk mewartakan kabar gembira. Di hadapan kita, Romo Herman telah memberi contoh, setia menjalani panggilannya selama 40 tahun.

Semoga kesetiaan Romo Herman menginspirasi kita semua dalam menjalani panggilan hidup kita masing-masing. Selamat bersukacita dan bersyukur untuk kita semua. Selamat atas 10 tahun Kevikepan Reo. Selamat atas 40 tahun imamat Romo Herman Ando.

“Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih senantiasa memberkati usaha dan pelayanan kita sekalian. Ayo Bangun Kevikepan Reo. Ayo Bangun Manggarai, Ayo Bangun NTT,” pinta Gubernur. *

Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *