MUDIKALINK.net-Perayaan Misa Syukur Imam Baru Romo Gergorius Lawe Weking berlangsung meriah di Gereja Stasi Antonius Padua Tuakepa, Paroki Lewolaga, Dekenat Larantuka, pada Senin (27/10/2025).
Puluhan imam dari berbagai komunitas dan lembaga pendidikan hadir mendampingi imam baru yang ditahbiskan pada 22 Oktober lalu di Stasi Lamika, Paroki Bama.
Homili Misa Syukur dibawakan oleh RD. Alfons Wungubelen, Kepala Sekolah SMA Ancop Keuskupan Larantuka.
Dalam kotbahnya, RD. Alfons menekankan pentingnya kesiapan imam dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya era digital. Ia menyampaikan bahwa mayoritas umat saat ini berasal dari generasi Z dan Alpha, yang sangat akrab dengan teknologi.
Oleh karena itu, seorang imam dituntut untuk melek digital agar mampu menjangkau umat secara efektif, baik dalam pelayanan sakramental maupun komunikasi pastoral.
“Pastor yang tidak akrab dengan teknologi akan kesulitan menjalin relasi dengan umat di luar ruang misa. Bahkan kebutuhan mendesak seperti pengurapan orang sakit bisa terlewat karena keterbatasan akses komunikasi,” ujar RD. Alfons.
Ia juga menyinggung tantangan baru berupa kecerdasan artifisial (AI) yang kini mampu menghasilkan renungan Kitab Suci secara otomatis. Hal ini menuntut para imam untuk semakin siap dan mendalam dalam pewartaan.
Dalam refleksi homili, RD. Alfons juga menegaskan bahwa seorang imam adalah pintu belas kasih Allah. Ia ditugaskan untuk mencabut akar pertentangan, membangun generasi muda yang berkarakter, dan menanam nilai-nilai hidup kristiani.
Imam juga diharapkan mencintai lingkungan dan membangun kerja kolaboratif, bukan menjadi pelayan yang bekerja sendiri. “Imam itu terberkati, namun dibentuk dari bahan yang rapuh. Ia diutus ke tengah serigala, namun Tuhan tidak tutup mata,” tegasnya.
Romo Goris, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa panggilannya sebagai imam berakar dari keyakinan akan nubuat Nabi Yeremia: “Aku telah mengenal engkau.” Ia percaya bahwa tahbisan imamatnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan yang telah disiapkan sejak sebelum ia lahir.
“Tuhan menuntun saya melalui lorong gelap dan berliku, hingga saya tiba di titik terang ini,” ungkapnya dengan haru, seraya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran kedua orangtuanya dalam momen bersejarah tersebut.
Perayaan ini turut dihadiri oleh Romo Deken Larantuka, Wakil Rektor IFTK Ledalero, Rektor Seminari San Dominggo, serta sejumlah imam dari Seminari Hokeng dan Keuskupan Larantuka.
Umat Tuakepa dan sejumlah umat dari paroki tempat RD. Goris berpraktek pastoral menyambut penuh sukacita atas tahbisan imam baru yang berasal dari dusun Wolo, kampung Tuakepa, dan berharap pelayanan Romo Goris membawa berkat bagi Gereja dan masyarakat luas.
Penulis: Anselmus DW Atasoge

