MUDIKALINK.net-Umat Stasi Elias Riangduli, Paroki Witihama, Keuskupan Larantuka, tengah bersyukur dan berbangga. Kapela Stasi Elias yang dibangun dalam bentuk portable atas lobi dan bantuan Ahmad Yohan (AYO) dan Simon Petrus Kamlasi (SPK) sudah rampung. Kapela ini sudah siap digunakan untuk ibadah.
Umat Stasi Elias Riangduli, Silvianus Lego Ola melalui telepon, Minggu 30 November 2025, menjelaskan awal rencana umat setempat membongkar bangun Kapela lama ukuran kecil dan sudah tidak bisa menampung umat yang begitu banyak.
“Kami membongkar Kapela lama karena sangat kecil dan sudah tidak bisa tampung lagi umat Katolik Stasi Riangduli. Namun dalam perjalanan kami sulit membangun gereja ini lebih cepat, karena proses sampe selesai bisa 10 sampa 20 tahun,” katanya.
Silvianus Lego mengatakan, melalui jaringan politik Fraksi PAN ke Senayan, Jakarta, pihaknya dapat tawaran pembangunan dalam bentuk Gereja Portable. Dimana umat mendapatkan bantuan pembangunan dalam bentuk barang dan umat hanya menyiapkan fondasi ukuran 6×18.
“Kami dapat tawaran bangun Gereja Portabel oleh bapak Ahmad Yohan dan dibantu oleh bapak Simon Petrus Kamlasi. Kami terima dalam bentuk barang, kami hanya siapkan fondasi 6×18. Satu paket bangunan kami terima sampai pada kursi,” katanya.

Silvianus Lego yang juga Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur dari Fraksi PAN itu mengatakan, proses pengerjaan Gereja Portable Stasi Elias Riangduli sudah rampung/selesai.
“Pembangunan Kapela Stasi Elias Riangduli sudah rampung. Siap untuk diresmikan dan misa pemberkatan. Kapela ini rencananya dipakai pada misa Natal tahun ini,” katanya.
Atas nama umat setempat, Silvianus Lego menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPR RI Ahmad Yohan dan Simon Petrus Kamlasi, Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Hidup Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI yang memberi perhatian besar bagi umat terkhusus Stasi Elias Riangduli.
“Umat Stasi Santo Elias Riangduli menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ahmad Yohan dan bapak Simon Petrus Kamlasi,” tutup Silvianus Lego. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Wall Abulat

