Fanfare Keuskupan Larantuka Terus Wartakan Suka Cita Injil dalam Spirit Santa Caecilia – MudikaLink

Fanfare Keuskupan Larantuka Terus Wartakan Suka Cita Injil dalam Spirit Santa Caecilia

MUDIKALINK.net-Lembaga Seni Budaya Fanfare Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan Pesta Pelindung Santa Caecilia dan syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 serta 21 tahun bersama Pembina Utama Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung.

Perayaan yang mengusung tema “Fanfare Mewartakan Suka Cita Injil dalam Spirit Santa Caecilia” diawali Ekaristi dipimpin oleh Administrator Apostolik Keuskupan Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung, Pr, didampingi imam konselebran, di Gedung OMK Santa Caecilia Keuskupan Larantuka, Sabtu 29 November 2025 malam.

Mgr Fransiskus Kopong Kung dalam kotbahnya mengangkat nilai-nilai spiritual yang diwariskan Santa Caecilia yang menjadi Pelindung Lembaga Seni Budaya Fanfare Keuskupan Larantuka.

“Tema perayaan Pesta Pelindung dan ulang tahun ini menarik. ‘Fanfare Mewartakan Suka Cita Injil dalam Spirit Santa Caecilia’. Spirit Santa Caecilia hendak ditanamkan dalam diri lembaga, pengurus dan anggota Fanfare. Kita juga berdoa semoga spirit Santa Caecilia tidak hanya untuk Fanfare tapi untuk semua,” kata Mgr Frans.

Mgr Frans yang selama duapuluh satu tahun menjadi pembina utama Lembaga Seni Budaya Fanfare Keuskupan Larantuka ini pun berharap.

“Fanfare jangan pensiun mengikuti uskupnya yang pensiun, teruslah berkarya, bangkitkan kembali semangat dan harus berani tampil beda.”

Fanfare Keuskupan Larantuka Terus Wartakan Suka Cita Injil dalam Spirit Santa Caecilia

Wartakan Suka Cita Injil

Mgr Frans menekankan agar Fanfare terus mewartakan suka cita Injil dalam spirit Santa Caecilia yang diangkat menjadi Pelindung Lembaga Seni dan budaya tersebut.

“Saya yakin semua dalam Fanfare mengetahui betul riwayat kehidupan Santa Caecilia. Spirit inilah yang menjiwai Fanfare. Semoga spirit Santa Caecilia juga untuk kita semua boleh mewartakan suka cita Injil di tengah kehidupan,” katanya.

Mgr Frans mengatakan, Santa Caecilia merupakan seorang gadis remaja anak bangsawan. Caecilia merupakan satu-satunya yang memilih menjadi pengikut Kristus tanpa diketahui orang tua. Oleh orangtuanya, Caecilia dijodohkan dengan seorang pemuda bangsawan.

Fanfare Keuskupan Larantuka Terus Wartakan Suka Cita Injil dalam Spirit Santa Caecilia

Namun Caecilia menolak dan dia akhirnya dihukum. Caecilia, gadis remaja itu mengorbankan diri demi imannya sebagai pengikut Kristus. Saat menjalani hukum, malaikat turun dan bernyanyi begitu merdu. Caecilia menjadi Santa Pelindung Paduan Suara.

“Fanfare harus berani melawan arus, harus berani tampil beda, dan berani untuk terus mewartakan Injil dengan penuh sukacita dalam spirit Santa Caecilia. Fanfare harus bernyanyi dan mewartakan suka cita Injil dengan kelembutan dan keindahan musik serta alunan suara yang merdu, orang akan lebih mudah merasakan dan melihat keindahan Tuhan,” kata Mgr Frans.

“Di tengah nilai-nilai hidup yang kian tergerus oleh pesta pora, Fanfare harus menampilkan kelembutan dan keindahan musik dan lagu yang membuat orang-orang dengan sukacita menangkap keindahan karya Tuhan,” pesan Mgr Frans.

Lebih Banyak Orang Muda

Mgr Frans juga mengharapkan lebih banyak lagi orang muda yang bergabung dengan Fanfare.

“Ajak lebih banyak lagi orang muda untuk bergabung dalam Fanfare. Banyak anak muda kita yang bisa nyanyi dengan baik dan suara merdu. Ajak mereka untuk bersama-sama mewartakan suka cita Injil di tengah kehidupan ini.”

Fanfare Keuskupan Larantuka Terus Wartakan Suka Cita Injil dalam Spirit Santa Caecilia

Perayaan Pesta Pelindung dan HUT Fanfare Santa Caecilia tersebut juga dihadiri pengurus, anggota, dan keluarga besar Fanfare Santa Caecilia Keuskupan Larantuka, Ketua dan Wakil TP PKK Kabupaten Flores Timur, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Flores Timur.

Mgr Frans yang telah memasuki masa pensiun sebagai Uskup Larantuka itu juga mengharapkan dukungan dari Pemda Flores Timur dan semua pihak untuk Fanfare dengan segala kelebihan dan kekurangan.

“Saya mohon untuk terus dukung Fanfare. Pemda hari ini hadir diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, sejumlah Kepala Dinas, mohon dukungan untuk Fanfare biar tetap dan terus eksis,” pinta Mgr Frans.

Bahana Natal 2025

Moderator Romo Laurensius Riberu, Pr dan Ketua Lembaga Seni Budaya Fanfare Mikael Mukin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mgr Fransiskus Kopong Kung yang terus memberikan semangat dan menjadi pembina utama Fanfare selama duapuluh satu tahun.

Seluruh rangkaian perayaan ditutup dengan rapat kecil pengurus dan anggota untuk membahas kegiatan Bahana Natal. Kegiatan Bahana Natal biasanya digelar setiap tahun oleh Lembaga Seni Budaya Fanfare.

Tahun ini, Fanfare Santa Caecilia tetap berencana keliling Kota Larantuka. “Mari kita siapkan dengan baik untuk Bahana Natal kali ini,” ajak Romo Moderator Laurens Riberu dan Ketua Lembaga Seni Budaya Fanfare, Mikael Mukin. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Wall Abulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *