MUDIKALINK.net-Ribuan umat Katolik Keuskupan Larantuka dan para peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara antri mengikuti ritual Cium Tuan.
Tradisi Cium Tuan merupakan bentuk penghormatan umat Katolik di Kota Reinha Larantuka dengan mencium patung Bunda Maria (Tuan Ma) serta Tuhan Yesus (Tuan Ana) saat Kamis Putih dan Jumat Agung.
Ritual ini bermakna sebagai bentuk pengabdian, kerendahan hati, ziarah iman seraya melantunkan doa dan permohonan.
Usai tim Kesumi melakukan ritual Muda Tuan memandikan Tuan Ma dan Tuan Ana, pintu kapela Tuan Ma dibuka oleh Raja Larantuka Don Andreas Martinus, DVG dan umat pun dipersilahkan melaksanakan ritual Cium Tuan.
Setelah selesai dari Kapela Tuan Ma, tim Kesumi dan konferia bertolak ke Kapela Tuan Ana dan melaksanakan ritual serupa lalu konferia menyerahkan kunci kapela kepada Raja Ama Kelen suku Blantaran de Rosari yang membuka pintu Kapela Tuan Ana dan ritual Cium Tuan pun dimulai.
Puncak ritual Cium Tuan berlangsung setelah pukul 20.00 Wita usai perayaan ekaristi Kamis Putih di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Barisan umat Katolik dan peziarah membludak dimana di Kapela Tuan Ma antrian sejauh sekitar 300 meter sedangkan di Kapela Tuan Ana sekitar 200 meter.
“Setiap tahun saya selalu datang bersama keluarga dari Lembata untuk mengikuti tradisi Semana Santa di Nagi, Kota Reinha Larantuka,” ucap Heni Reiberu saat ditemui di Kapela Tuan Ana, Kamis 2 April 2026.
Saat ditemui Heni mengajak 3 anaknya untuk mengikuti ritual Cium Tuan di Kapela Tuan Ana dan berada dalam antrian sejauh sekitar 100 meter dari Kapela Tuan Ana.
Hingga pukul 02.00 Wita Jumat (3/4/2026) antrian masih panjang meski tidak sepanjang sebelumnya dan mengalami penurunan sekitar 50 persen. *
Laporan: Ebed de Rosary I Editor: Wentho Eliando

