Kesan Peran Tablo OMK Paroki St. FX. Boawae–‘Saya Hanya Mengalami 3 Jam, Sementara Yesus Didera dari Pagi hingga Sore’ – MudikaLink

Kesan Peran Tablo OMK Paroki St. FX. Boawae–‘Saya Hanya Mengalami 3 Jam, Sementara Yesus Didera dari Pagi hingga Sore’

MUDIKALINK.net-Yohanes Babtista Seran Pati atau disapa Angga dipercayakan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae, Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende memerankan tokoh utama Yesus dalam Tablo Jumat Agung, 3 April 2026.

Ribuan umat yang mengikuti tablo yang berlangsung di Lapangan Pancasila Boawae, Kabupaten Nagekeo terharu dan meneteskan air mata.

Angga kepada media ini mengatakan peran sebagai tokoh kunci Yesus adalah kebanggaan. Sehingga dia melakoni dengan sungguh-sungguh–sedih bercampur bahagia.

Ketika para algojo menyiksanya dengan melontarkan kata-kata kasar, ia pun menerima dengan tenang walaupun ada rasa sakit. Ia tetap teguh dan tegar ditengah cuaca panas menyengat ketika berada di kayu salib.

Angga pun membayangkan bagaimana Yesus mengalami penderitaan yang berat dari subuh hingga jam 3 sore.

“Saya hanya mengalami 3 jam sementara Yesus didera dari pagi hingga sore,” ungkapnya menambahkan ketika adegan bertemu Maria, dia terbayang mamanya sehingga secara emosional air matanya jatuh.

Dia mempunyai komitmen memberi yang terbaik bagi Tuhan dan umat yang menyaksikan adegan yang diperankannya.

Kristina Ngadha, Ibunda Angga mengungkapkan ketika anaknya diminta untuk memerankan Tokoh Yesus pada Tablo tersebut dirinya sangat bangga. Karena ini juga merupakan kesempatan yang penuh dengan nilai.

Awalnya dirinya berkeberatan ketika anaknya diminta untuk melakonkan Tokoh Yesus karena sudah membayangkan ketika anaknya dicambuk dan disiksa namun lewat permenungan yang dalam bersama suaminya maka dengan ikhlas mereka memberikan dukungan.

Ketua OMK Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae, Felix Dhay mengungkapkan memilih Angga menjadi pemeran Yesus dalam Tablo Jumat Agung melalui proses panjang.

Ada beberapa figur lain yang juga diseleksi menjadi pemeran Yesus namun Angga terpilih. Keputusan diambil juga karena niat yang begitu tinggi dari Angga untuk memerankan figur Yesus.

Sutradara Tablo, No Baga dan Istrinya Fransiska Loda mempunyai peran penting dalam tablo tersebut yang membuat Angga tampil luar biasa.

“Angga adalah figur tepat karena tidak banyak bicara dan aura wajahnya mirip Yesus,” tuturnya.

Romo Remigius Misa yang hadir selama Pekan Suci sebagai Imam yang Asistensi di Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae menambahkan kepercayaan yang diberikan pada Angga sebagai pemeran Yesus adalah berkat penyelenggaraan ilahi dan itu semuanya ada sebab akibat.

Tuhan selalu punya cara lewat peristiwa seperti ini untuk mewartakan kepada semua umat dan yang didapat dari keluarga Angga dimana dua orang pamannya sebagai Imam dan semuanya dalam rancangan Tuhan sendiri, katanya.

Program Seksi Kepemudaan

Ketua Seksi Kepemudaan Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae, Maria Rosa Dalima Sada menambahkan tablo ini merupakan Program Seksi Kepemudaan yang diusulkan oleh OMK berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya 2025 usai melakukan Jalan Salib Tematis.

OMK mengusulkan program ke seksi kepemudaan bersama moderator. Untuk pemenuhan kebutuhan kegiatan, Seksi Kepemudaan mengalokasikan dana namun tidak sepenuhnya dari DPP dan OMK diberi kesempatan untuk mencari dana tambahan bersama pendamping.

Jangan Takut Memberi Diri

Moderator OMK Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae RD Aris Taku mengatakan  penampilan OMK Paroki St. Fransiskus Xaverius Boawae dalam Jalan Salib Hidup sungguh meninggalkan kesan mendalam.

Setiap adegan tidak hanya ditampilkan dengan penuh penghayatan, tetapi juga mampu menyentuh hati dan mengajak siapa pun yang menyaksikan masuk dalam permenungan yang lebih dalam.

“Ekspresi, gerak, dan totalitas peran yang dibawakan terasa begitu hidup, seolah menghadirkan kembali kisah sengsara Kristus di hadapan kita saat ini. Semua itu membuat Jalan Salib tidak hanya dilihat, tetapi sungguh dirasakan”.

Sebagai Moderator dirinya menaruh harapan besar kepada orang muda yang luar biasa, penuh potensi, dan dipanggil untuk menjadi terang di tengah dunia. OMK bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi rumah untuk bertumbuh, tempat belajar mencintai Tuhan dengan cara yang nyata, katanya.

Karena itu, sebagai OMK harus berani melangkah lebih jauh dan bukan hanya hadir, tetapi terlibat; bukan hanya ikut, tetapi ambil bagian; bukan hanya menonton, tetapi menjadi pelaku dalam setiap karya iman.

“Jangan takut untuk memberi diri. Waktu, tenaga, ide, bahkan hal kecil yang dilakukan dengan tulus, semuanya berarti,” pesan RD Aris Taku.

Di dalam setiap kebersamaan, kata RD Aris Taku, OMK harus saling menguatkan. Dalam pelayanan juga, OMK harus menemukan makna. Dan dalam setiap kegiatan iman, OMK harus semakin dekat dengan Tuhan.

Sebagai moderator dirinya mengajak OMK untuk mari hidupkan OMK FX. Boawae dengan semangat yang baru,semangat yang menyala, kreatif, dan penuh sukacita.

“Jadikan setiap langkah sebagai kesaksian, bahwa OMK mampu menjadi garam dan terang di mana pun berada.”

‘Ayo, bangkit dan bergerak bersama. OMK FX Boawae bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan Gereja yang dibangun bersama,” pesannya lagi.

Dirinya sungguh mengapresiasi penampilan Angga dalam memerankan Yesus. Ia tidak hanya memainkan peran, tetapi benar-benar  menjiwainya dengan begitu mendalam.

Dalam setiap langkahnya, terlihat ketenangan yang kuat bukan ketenangan biasa, tetapi ketenangan yang lahir dari kepasrahan total kepada kehendak Tuhan.

Di tengah adegan penyiksaan yang berat, Angga mampu menghadirkan sosok Yesus yang tetap tegar, tidak melawan dengan amarah, melainkan dengan kasih yang diam namun penuh makna. Salib yang dipikulnya terasa bukan sekadar properti, tetapi menjadi simbol penderitaan yang sungguh ia hidupi dalam perannya.

“Menurut saya, Salib sangat berat yang seharusnya dipikul oleh beberapa orang dan pastinya akan melelahkan, namun tetap dijalani dengan kesetiaan,” ungkap RD Aris Taku.

Ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan penghayatan emosinya menyatu dgn sangat indah, membuat siapa pun yang menyaksikan ikut larut dalam permenungan.

Angga kata RD Aris Taku, berhasil menghadirkan Yesus yang penuh cinta, pengorbanan, dan ketaatan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Angga atas ketulusan dan totalitas. Apa yang ditampilkan bukan hanya sebuah peran, tetapi juga menjadi pewartaan iman yang hidup bagi banyak orang,” tutupnya. *

Laporan: Wim de Rosari I Editor Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *