Suster Lucia CIJ: Ibu Ratusan ODGJ Katolik, 7 Islam dan 5 Protestan – MudikaLink

Suster Lucia CIJ: Ibu Ratusan ODGJ Katolik, 7 Islam dan 5 Protestan

MUDIKALINK.net-Suster Lucia, CIJ pendiri dan Ketua Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere selama puluhan tahun telah menjadi ibu bagi ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang beragama Katolik, 7 ODGJ yang beragama Islam, dan 5 ODGJ yang beragama Protestan.

Suster memperlakukan semua ODGJ yang diasuhnya dengan cinta yang tulus tanpa memandang agama, suku, ras dan golongannya.

Hal terbaru, Suster Lucia menerima salah seorang ODGJ yang beragama Islam bernama Eka Yuni Sari, warga Jalan Mahoni, Dusun Embu Nday, RT/RW 001/003 Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara. Eka Yuni Sari diterima Suster Lucia, CIJ pada Selasa 7 April 2026. Eka Yuni Sari kelahiran 29 Juni 2001 mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2014.

Suster Lucia menerima dengan ikhlas pasien ODGJ ini, serta menunjukkan kepedulian terhadap semua ODGJ yang dilayaninya, termasuk 7 ODGJ beragama Islam. Dan 6 ODGJ yang beragama Kristen Protestan yang menjalani terapi di panti ini dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya terpanggil untuk melayani dengan kasih, termasuk menjadi Ibu bagi ratusan ODGJ yang beragama Katolik, ibu bagi 7 ODGJ yang beragama Islam, dan 5 ODGJ yang beragama Protestan selama mereka menjadi warga binaan kami,” kata Suster Lucia.

Total Persembahkan Hidup untuk ODGJ di Flores

Suster Lucia, seorang biarawati Kongregasi Hati Kudus Yesus (CIJ). Biarawati kelahiran Mataloko, 19 September 1966 sejak tahun 2004, total membaktikan diri untuk kaum terpinggir (voice for the periphery) dan kaum tak bersuara (voice of the voiceless), khususnya bagi kaum cacat mental atau ODGJ.

Selama tenggang waktu itu hingga saat ini, Suster Lucia, melakukan pelbagai upaya menebarkan kasih sayang dan memberikan perhatiannya yang tulus terhadap ratusan ODGJ dari pelbagai pelosok Flores/NTT, bahkan ada beberapa dari luar Provinsi NTT.

Suster yang pernah dipercaya menjadi Muder Komunitas CIJ Mangulewa, Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 mulai concern memberikan perhatian terhadap kaum terpinggirkan, khususnya ODGJ.

Data menunjukkan bahwa sejak didirikan Panti Santa Dymphna pada 26 Januari 2004 hingga April 2026 ini, jumlah warga binaan yang ditangani Suster Lucia, mencapai 520 orang.

Dari jumlah ini, yang sudah pulang atau kembali ke rumah masing-masing atau keluarga sebanyak 384 orang, dan yang sedang menjadi warga binaan panti saat ada ada 136 orang.

Untuk diketahui, sejak panti ini berdiri tahun 2004 hingga tahun 2010 lalu, panti melayani semua penyandang masalah sosial seperti seperti ODGJ, cacat fisik, KDRT, yatim piatu, epilepsi, dan keluarga miskin.

Sementara sejak tahun 2010 panti ini hanya fokus melayani ODGJ, di mana jumlah ODGJ yang sedang ditangani saat ini sebanyak 136 orang.

Untuk memaksimalkan pelayanan dan pendampingan bagi ODGJ, Suster Lucia mempekerjakan 22 tenaga kesehatan, 4 orang tenaga psikolog, dan 4 pegawai.

Terinspirasi Berbelas Kasih Allah

Penulis mencatat, sosok Suster Lucia sangat inspiratif, multi talent, dan ia membaktikan seluruh hidup bagi orang-orang kecil, terutama ODGJ.

Suster Lucia sungguh mencintai ODGJ dengan total, tanpa pamrih. Ia tidak sekadar ingin mencintai ODGJ dan orang kecil, tetapi sudah, sedang, dan akan terus mencintai mereka dengan karya nyata sebagai wujud penghayatan panggilan hidupnya untuk selalu berbelas kasih dengan mereka.

Uniknya, di tengah totalitas mengabdi ODGJ dengan sepenuh hati, Lulusan Terpuji Stipas St. Sirilus Ruteng ini selalu melakukan pelbagai kreativitas dan inovasi pada pelbagai bidang yang bisa menginspirasi banyak orang.

Beberapa kreativitas yang dilakukan Suster Lucia yang patut dicatat adalah bagaimana ia sangat meminati dunia sastra. Tak heran, di tengah totalitasnya mengabdi ODGJ, lulusan Cum Laude Stipas St. Sirilus Ruteng ini, selalu mempunyai waktu untuk menulis ratusan puisi, kata mutiara, dan meditasi.

Karya-karyanya di bidang sastra ini dibukukannya/diterbitkannya di mana hingga tahun 2023 ini sudah tercatat ada belasan buku yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Karmelindo anggota Ikatan Penerbit Indonesia.

Buku-buku karya Suster Lucia yang sudah diterbitkan dan sudah beredar, di antaranya berjudul Mutiara Sampah (2013) dan dicetak ulang sebanyak 5 kali; Makna Ilahi: Kumpulan Puisi dan Renungan (2013), Mutiara Jiwa: Kumpulan Puisi dan Meditasi (2015), Mutiara Hati: Kumpulan Puisi dan Kata Bermakna (2017), Mutiara Iman: Kumpulan Puisi dan Kata Bermakna (2018), Mutiara Batih: Kumpulan Puisi dan Meditasi (2018), dan Mutiara Kasih: Kumpulan Puisi (2021), Simfoni Kasih Santa Dymphna: Kumpulan Lagu dari Puisi-Puisi Suster Lucia, CIJ.

Selain buku, Suster Lucia juga menghasilkan ratusan puisi , kata bermakna, dan meditasi yang sangat mendalam. Uniknya, puisi-puisi karyanya ini dijadikan syair lagu rohani yang dibingkaikannya dalam buku berjudul Simfoni Kasih Santa Dymphna: Kumpulan Lagu dari Puisi-Puisi Suster Lucia, CIJ yang juga diterbitkan oleh PT Karmelindo.

Dalam buku Simfoni ini termuat 59 lagu yang juga merupakan judul puisi. Ada pun lagu-lagu yang termuat dalam buku simponi ini di antaranya berjudul Luka Dibalut Tuhan, Mars Santa Dymphna, Tuhanlah Kekuatanku, Mutiara Hati, Cinta dan Harapan, Cinta Penuh Iman, Kekayaan Hati, Menebar Hati, Puri Hati, Ada Iman, Akar Hati, Hati Berbalas Kasih, Rindu Hati.

Bingkai Kasih Chinesse, Hymne Bapak Engelbertus, SVD; Iman pada Salib, Iman Seorang Wanita, Kasih dan Kesabaran, Kasihmu Tak Tertakar, Kesabaran Itu Indah, Kesatuan Kasih Chinesse, Mars Henricus Leven, SVD; Memeluk Allah, Merangkai Kehidupan.

Mutiara Iman, Mutiara Kasih, Penuh Iman Mendamba, Pesona Ilahi, Taburan Iman, Telaga Batin, Terkapar di Jalanan, Tersulam Dalam Salib, Tuhan Musnahkanlah Corona, Syukur Tuhan, Doa dan Pasrah, Jeritan Hati Anak Cacat, CintaMu Tuhan, Terang Kasih, Langkah Iman, Damai BersamaMu.

Jendela Hati, Dalam Iman, Terlukis Indah, Dengan Iman, Cinta Kaum Difabel, Hanyalah CintaMu, Tujuan Iman, Kasih yang Terjaga, Kebeningan Jiwa, Berbias Kasih, Cahaya Kasih Tuhan, Surga Kecil Imanku, Syukur KasihMu Tuhan, Iman Sebesar Biji Sesawi, Jendela Hati 2, dan Menebar Iman.

Selain menghasilkan buku, Suster Lucia juga telah mengembangkan bakat menyanyi/ vocalis dalam puluhan lagu yang diciptakannya, dan dibuat dalam konten Youtube yang sangat viral dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa lagu yang syairnya diciptaan Suster Lucia dan menjadi vokalisnya yang sempat viral di Youtube di antaranya: Doa dan Pasrah, Merangkai kehidupan, Tuhan musnahkan corona, Akar Hati, Kesatuan Kasih Chinese, Kasih dan Kesabaran, Menebar Hati. Mutiara Hati, Ahok untukmu, Luka Dibalut Tuhan, Cinta Kaum Difabel.

Taburan Iman, Tuhanlah kekuatanku, Kesabaran itu Indah, Syukur KasihMu Tuhan, dan KasihMu Tak Tertakar (Lagu Untuk Pak Jokowi). Lagu terakhir ini sangat viral dan memiliki viewers hingga Agustus 2023 ini di atas 788.000 lebih.

Suster Lucia yang dihubungi Media ini mengemukakan bahwa pihaknya tekun menulis buku, puisi dan lagu karena terinspirasi oleh pancaran kasih Tuhan Yesus dalam diri ODGJ dan orang kecil yang dilayaninya dalam belasan tahun di Panti Santa Dymphna.

Semua karya buku, puisi, lagu yang saya hasilkan ini semuanya karena belas kasih Tuhan Yesus, dan pancaran kasih yang sama dalam diri ODGJ dan orang-orang kecil, kata Suster Lucia.

Suster Lucia mengaku ia selama ini selalu memiliki kepedulian terhadap ODGJ dan difabel selain karena alasan kemanusiaan dan penghayatan imannya akan Yesus yang Tersalib.

Sesungguhnya hati memainkan peran amat penting dalam hidup ini. Apabila hati selalu dijaga, dan dipelihara, serta ditata dan dikelola dengan baik dan benar, maka orang akan selalu menemukan sesuatu yang baik dan indah dalam hidupnya.

“Keiklasan hati selalu terbuka terhadap sesama, terutama bagi ODGJ dan difabel. Para ODGJ inilah mutiara bagi saya dan yang menginspirasi saya untuk selalu menulis buku, puisi, menulis lagi dan terus bernyanyi,” kata Suster Lucia.*

Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *