MUDIKALINK.net-Banyak pesan Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat dalam misa tahbisan delapan imam baru di Ruteng, Senin 16 Oktober 2023, tidak saja untuk imam baru, juga untuk imam yang sudah lama ditahbiskan.
Salah satu sentilan Uskup Sipri adalah soal fenomena imam yang sangat giat membangun gedung gereja atau kapela, tetapi tampak kurang siap merayakan misa.
“Kita para imam harus hati-hati karena sudah ada gejala yang terbaca umat. Dan, malah ada yang sudah sentil sana-sini,” katanya Uskup Sipri dalam khotbahnya dalam misa tahbisan itu.
Fenomena yang sudah muncul, di antaranya ada imam berlari kencang untuk membangun gereja dan kapela.
Tetapi, pada sisi lain, imam itu terkesan kurang siap merayakan misa. Hal itu bisa diketahui dari khotbah-khotbahnya yang meneguhkan atau tidak.
Dikatakan, semestinya dalam berlari kencang, tetapi harus bersama umat membangun itu. Dan, jangan lupa pula bahwa yang dilakukan itu tongkat estafet dari Allah.
Kepada para imam baru Uskup Sipri mengingatkan untuk terus berlari untuk menggapai impian. Tetapi, dalam berlari harus dalam irama dan dinamika yang benar dan pantas.
Para imam baru, demikian Uskup Sipri ibarat produk yang barusan keluar dari pabrik. Tenaga ful dan ingin berlari cepat untuk sampai pada titik ini, yakni tahbisan.
Tetapi, ingat tahbisan itu bukan puncak dari lari-lari, tetapi merupakan titik awal berlari untuk episode berikutnya.
“Tetapi, kalian tidak sendiri. Ada gereja, rekan imam, rekan sekomunitas, dan umat dalam meraih cita-cita. Kita bukan pelari tunggal,” katanya.
Tetapi, para imam itu adalah pelari estafet yang mengedepankan kerja sama, soliditas, dan bersinergi dalam meraih cita-cita dan melayani gereja dan umat Allah.
Kakan Kemendag Manggarai, Nikolaus Nama Payon yang mewakili Plt. Dirjen Bimas Katolik, Adiyarto Sumardjono, mengatakan, dari apa yang terjadi sekarang merupakan bukti ada ruang kerja sama dan kolaborasi antara gereja dan pemerintah.
“Ada pemerintah baik di daerah maupun pusat dalam acara ini. Ini bukti kerja kolaborasi dalam membangun bangsa dan negara,” katanya.
Paling penting juga di sini adalah upaya terus menerus untuk membangun keberagaman dan keberagamaan dalam dalam bingkai negara dan bangsa ini. *
Laporan: Christo Lawudin

