Bijak Bermedia Sosial Dalam Terang Evangelii Nutiandi – MudikaLink

Bijak Bermedia Sosial Dalam Terang Evangelii Nutiandi

Oleh: Lastriani Suharti

Perkembangan teknologi dimana terjadi perubahan yang melanda seluruh kehidupan manusia. Sekat antara negara yang satu dengan negara lain kini tiba-tiba hilang begitu saja.

Dunia seketika menjadi perkampungan yang sangat kecil karena jarak yang jauh kini tidak jadi penghalang bagi orang-orang saling berkomunikasi.

Hal ini terjadi karena berkembangnya alat teknologi begitu pesat, khususnya media sosial.

Saat ini penggunaan media sosial merambah kemana-mana baik pada kalangan anak kecil sampai yang tertua.

Dengan adanya media sosial diharapkan menjadi sebuah sarana untuk mempermudah komunikasi dan penyebaran berita.

Namun dibalik itu masih banyak orang menggunakan media sosial yang mengarah pada hal-hal yang tak semestinya.

Dalam kehidupan masa sekarang penggunana media sosial menjadi sebuah sarana untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup, dan ini bukan hal biasa yang kita dengar tapi ini sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan sehai-hari.

Hampir setiap orang pada masa kini memiliki dan menggunakan media sosial dalam kebutuhan hidup, salah satunya yaitu orang muda.

Kalangan orang muda ialah dimana kelompok yang paling banyak menggunakan media sosial bahkan kecanduan dengan hal itu.

Lahirnya aplikasi-apikasi dalam media sosial misalnya aplikasi tiktok, facebook, youtube, dan aplikasi lainnya dapat membawa dampak yang menjadikan pola perilaku pengguna yang dimana terjadi pergeseran atau perubahan budaya, etika dan nilai-nilai sosial.

Perkembangan media sosial pada zaman sekarang itu tidak ada tanpa batas, makna dan fungsinya mulai bergeser dan tidak digunakan secara baik.

Dan juga perkembangan teknologi membawa pengaruh bagi orang muda Katolik, dimana banyaknya perubahan pola dan gaya hidup.

Internet tak bisa dilepaskan dari gaya hidup anak muda pada zaman skarang. Mereka telah dimanjakan dengan adanya perkembangan media sosial.

Orang muda Katolik banyak mempersibukan diri dengan media-media yang ada dan membuat konten sehingga mereka lupa dengan tugas mereka sebagai tulang punggung gereja.

Orang muda adalah perpanjangan tangan tuhan, mereka memiliki peran yang sangat penting bagi Tuhan dalam perkembangan hidup gereja.

Orang muda Katolik harapan dan generasi penerus bagi gereja. Maka sebagai penerus gereja OMK bisa mewartakan injil ditengah masyarakat baik menggunakan medsos maupun secara langsung.

Paus Benediktus XIV mengingatkan, dalam Hari Komunikasi Sedunia, bahwa peran kaum muda dan para imam sangat penting dalam pewartaan Injil di era digital ini.

Paus Benediktus XIV, 16 Mei 2010 kepada para imam: “Komunikasi digital adalah, adalah suatu bidang pastoral yang peka dan penting, yang memberikan kemungkinan baru bagi para imam dalam pelayanan kegembalaannya demi dan untuk Sabda. Menyangkut kita semua yang hidup dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, kita adalah konsumen dan operator komunikasi sosial”.

Menyadari hal ini gereja mempunyai inisiatif untuk menggunakan medsos sebagai salah satu sarana atau media untuk pewartaan injil.

Mengenai akan ide gereja ini, Paus Paulus VI melalui ensiklik Evangelii Nutiandi menegaskan bahwa media komunikasi sosial (media sosial) digunakan untuk melayani injil agar dapat memperluas wilayah dimana Sabda Allah dapat didengar hampir tanpa batas, dan juga secara lebih tegas Paus Paulus VI menegaskan bahwa Gereja merasa bersalah dihadirat Tuhan jika tidak memanfaatkan sarana yang ampuh ini.

Gereja dianggap belum cukup jika hanya mewartakan injil, tapi gereja diharapkan bisa sampai mengintegrasikan injil sehingga bisa relevan dengan perkembangan teknologi kini.

Gereja diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tapi juga menyelenggarakan pendidikan media, lebih khusus pada kaum muda.

Dari segi pewartaan gereja, Orang Muda Katolik (OMK) sebagai generasi muda terpanggil untuk mewartakan kristus melalui media sosial.

Kemampuan mereka sebagai generasi milenial untuk menggunakan medsos harus dimanfaatkan dengan hal-hal yang positif untuk menyebarkan kebaikan dengan cara membagikan pengalaman iman dan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka melalui media sosial.

Mereka harus dengan bijak mampu menggunakan media sosial supaya terhindar dari pengaruh negatif.

OMK tidak boleh menjadi korban dari penggunaan media sosial yang berarah pada hal-hal negatif. Tetapi harus menjadi OMK yang bijaksana dan tanggungjawab dalam bermedsos. ***

Penulis: Mahasiswi Semester VII STIPAS St. Sirilus Ruteng, NTT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *