Opini Mudikalink.net – MudikaLink

Nyawa yang Putus dan Jiwa yang Menghidupkan

Oleh: Florentina Ina Wai ANGIN yang berhembus di Lembata dan Flores Timur belakangan ini seolah membawa kabar duka yang berat. Tanah Lamaholot sedang menangis. Di awal tahun 2026 yang seharusnya dipenuhi harapan, kita justru dikejutkan oleh kabar memilukan yang datang bertubi-tubi. YLG (19) di Lembata dan MABB (17) di Adonara telah memilih untuk pulang lebih…

Selengkapnya...

Hospitalitas Spiritual dan Ikhtiar Melampaui Sekat Dogmatis (Mengenang Warisan Intelektual Santo Arnoldus Janssen)

Oleh: Anselmus DW Atasoge HARI ini, 15 Januari, Gereja Katolik mengenang dan merayakan Pesta Santo Arnoldus Janssen. Bagi saya, kenangan dan perayaan ini membawa diskursus penting mengenai bagaimana visi seorang tokoh abad ke-19 tetap relevan dalam bangunan dialog antar iman kontemporer. Warisan intelektual pendiri Serikat Sabda Allah (SVD) ini menawarkan sebuah paradigma yang dikenal sebagai ‘hospitalitas…

Selengkapnya...

Memanggul ‘Nampan Pelayanan’ (Sisip Gagas Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo)

Oleh: Anselmus DW Atasoge PERTEMUAN yang diselenggarakan oleh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Gedung Pemuda, Jakarta, pada Selasa, 13 Januari 2026, menjadi momentum krusial bagi arah kepemimpinan nasional. Dalam forum bertajuk “Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2026” tersebut, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo hadir bersama sejumlah tokoh lintas iman dan intelektual bangsa seperti Nyai Sinta…

Selengkapnya...

Mengapa Bunda Maria Layak Dihormati Setinggi-Tingginya?

Oleh: Marselus Natar DI TENGAH riuh perdebatan iman, terutama yang kerap menyasar devosi Katolik kepada Bunda Maria, satu pertanyaan mendasar perlu diajukan secara jujur dan jernih: mengapa Maria dihormati begitu tinggi? Apakah penghormatan itu berlebihan? Ataukah justru lahir dari kesadaran iman yang matang dan refleksi kemanusiaan yang mendalam? Tulisan ini tidak bermaksud untuk menanggapi problem…

Selengkapnya...

Mengukuhkan Fondasi Harmoni, Mempercepat Transformasi Layanan (Sisipan untuk Perayaan 80 Tahun Kementerian Agama)

Oleh: Anselmus DW Atasoge JANUARI 2026 menandai tonggak sejarah penting bagi Kementerian Agama Republik Indonesia. Memasuki usia ke-80, institusi yang lahir di masa awal kemerdekaan ini merupakan pilar strategis dalam menjaga kohesi sosial dan stabilitas nasional. Dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” pada usianya ke-80 tahun, Kementerian Agama menegaskan posisinya di…

Selengkapnya...

Tsaheylu yang Hilang, Harmoni Alam dan Bayang-Bayang Algoritma

Oleh: Florentina Ina Wai MEMASUKI Tahun Baru 2026, manusia dihadapkan pada paradoks yang semakin nyata. Dunia terasa semakin terhubung secara digital, namun hati justru semakin terasing. Derasnya notifikasi yang membanjiri layar gawai tidak serta-merta menghadirkan kedekatan, melainkan menyingkap kesunyian yang menekan. Di awal tahun, pertanyaan mendasar kembali menggema: apakah peradaban yang dibangun di atas algoritma…

Selengkapnya...

Natal Sesudah Senja: Dari Allah Akbar ke Allah Akrab

Oleh: Anselmus D. Atasoge SEJAK awal Desember 2025, pusat-pusat perbelanjaan dan ruang-ruang publik mulai dihiasi dengan ornamen Natal. Pohon-pohon Natal berdiri anggun, seakan menyapa setiap insan Kristiani yang melintas atau sekadar memandang dari kejauhan: “Natal telah tiba, dan kini tengah mendandani hatimu untuk kembali ke masa dua ribu tahun silam.” Namun Natal dua ribu tahun…

Selengkapnya...

‘Senjata Ajaib yang Mengubah Sejarah dan Hati’

Oleh: Anselmus DW Atasoge HARI ini, 7 Oktober, Gereja Katolik memperingati Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Tanggal ini menandai kemenangan pasukan Katolik dalam perang Lepanto tahun 1571. Mereka membawa pedang di tangan kanan dan Rosario di tangan kiri. Gereja Katolik memercayai kemenangan itu sebagai buah dari ‘doa dan perlindungan Bunda Maria’. Mari kita tengok sejenak…

Selengkapnya...

Liturgi dan Harapan Ekologis (sebuah catatan sisipan dari Forum Liturgi Asia ke-24)

Oleh: Yohanes Hans Monteiro dan Anselmus DW Atasoge PADA tanggal 18–22 September 2025, Forum Liturgi Asia ke-24 diselenggarakan di Rumah Retret Kemah Tabor, Mataloko, Ngada, Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari tujuh negara yakni Malaysia, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Indonesia, Filipina, dan Timor Leste. “Liturgi dan Harapan bagi Ibu Bumi yang Terluka” menjadi tema…

Selengkapnya...