Panti Santa Dymphna Maumere, Berjuang Dalam Keterbatasan Demi ODGJ – MudikaLink

Panti Santa Dymphna Maumere, Berjuang Dalam Keterbatasan Demi ODGJ

MUDIKALINK.net-Panti Santa Dymphna Maumere. Panti yang menampung dan menghidupi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini terletak di Wairklau, Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah Keuskupan Maumere.

Saat ini, di panti yang bernaung dibawah Yayasan Bina Daya ini terdapat 129 ODGJ berasal dari pelbagai kabupaten di Pulau Flores dan luar Pulau Flores.

Masing-masing mereka, 55 orang dari Kabupaten Sikka, 23 orang dari Kabupaten Ende, 16 orang dari Kabupaten Flores Timur, 13 orang dari Kabupaten Ngada, 12 orang dari Kabupaten Nagekeo, 2 orang dari Manggarai Raya, 2 orang dari Kabupaten Lembata, 2 orang dari Pulau Timor, 3 orang dari Pulau Jawa dan Sumatera.

Suasana di Panti Santa Dymphna Maumere

Untuk menghidupi dan memaksimal pendampingan sekian ratus ODGJ itu, panti yang dipimpin Suster Lucia, CIJ dengan dibantu para tenaga kesehatan (perawat dan psikolog), dan pekerja sosial yang selama ini bekerja di panti berupaya memaksimal seluruh kekuatan dengan memanfaatan aset-aset dan usaha-usaha produktif.

“Kami tetap berjuang keras dengan berbagai usaha menuju kemandirian, terutama dalam usaha ekonomi produktif dan pemanfaatan aset-aset milik Yayasan,” kata Suster Lucia, CIJ, S.Ag kepada Mudikalink.net, di Panti Santa Dymphna Maumere, Rabu 19 Juli 2023.

Ada pun usaha-usaha yang sudah dan sedang dilakukan oleh panti seperti beternak babi, produksi makanan olahan, membuka warung kopi, menjual kopi “on line” via WhatsApp grup; menulis dan menjual belasan buku seri Mutiara karya Suster Lucia, memproduksi dan menjual kalender panti dan membangun jaringan kerja sama dan donasi.

Suster Lucia, CIJ

“Ada produk babi berumur 2 bulan untuk dijual kepada masyarakat umum dengan harga Rp 1,5 juta per ekor. Kami juga menjual Kopi Santa Dymphna dengan cita rasa kasih di mana satu paket seberat 250 gram dijual dengan harga Rp100 ribu termasuk ongkos kirim,” katanya.

“Kami juga menjual aneka buku di antaranya Buku Simfoni Kasih Santa Dymphna (kumpulan lagu dari Puisi-Puisi Sr. Lucia, CIJ) dengan harga Rp200 ribu/eksemplar,” kata Suster Lucia.

Suster Lucia mengakui pelbagai usaha tersebut untuk memenuhi biaya makan minum, biaya kesehatan bagi 129 ODGJ, serta gaji puluhan karyawan, termasuk 19 perawat, dan dua psikolog yang ditugasi khusus mendampingi para ODGJ.

“Total biaya yang dibutuhkan selama satu bulan untuk memenuhi kebutuhan ODGJ, dan gaji tenaga kesehatan dan karyawan mencapai Rp 400 juta,” ungkap Suster Lucia.

Kendala

Pada kesempatan itu, Suster Lucia mengemukakan bahwa pihak Panti dan Yayasan telah berupaya maksimal mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset dan usaha-usaha produktif untuk menghidupi penghuni panti, namun hasilnya, masih jauh dari biaya yang dibutuhkan.

Suster Lucia menyebut ada tiga kendala yang dihadapi panti. Pertama, kekurangan dana terutama untuk memenuhi kebutuhan makan-minum, kesehatan, dan upah pegawai, karyawan, perawat dan tenaga psikologi yang jumlahnya Rp 400 juta per bulan.

Kedua, pada masa ini sulit mendapatkan donatur tetap yang bersedia untuk bekerja sama bagi pelayanan terhadap penyandang disabilitas mental.

Ketiga, pada umumnya para penyandang disabilitas di sini berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga kontribusi dan partisipasi keluarga sangat minim.

Keempat, bantuan yang diperoleh dari Pemerintah, sifatnya tidak tetap.

Harapan

Suster Lucia meminta dukungan pemerintah, terutama Pemkab Sikka dan donatur agar terus berkontribusi memberdayakan ODGJ dan memenuhi hak-hak mereka, terutama hak untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Kami berharap agar pemerintah dan para donatur tetap mendukung usaha-usaha kemanusiaan yang kami lakukan terhadap para ODGJ yang kami tangani saat ini,” katanya.

Suasana di Panti Santa Dymphna Maumere

Suster Lucia menyampaikan harapan agar pemerintah, dan donatur dapat memberikan dukungan terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan panti. Secara khusus Suster Lucia menitipkan tiga harapan kepada Pemerintah.

Pertama, tetap memberikan perhatian dan dukungan seperti yang selama ini berjalan terutama mengenai rekomendasi, monitoring dan supervise.

Kedua, alokasi dana tetap untuk pemenuhan kebutuhan dasar para difabel mental di Panti Santa Dymphna khususnya dan panti-panti lain pada umumnya. Ketiga, sumbangan darurat juga dialokasikan ke panti-panti.

“Kami tetap berjuang keras dengan berbagai usaha menuju kemandirian, terutama dalam usaha ekonomi produktif dan pemanfaatan aset-aset milik Yayasan. Untuk kemajuan dan pelayanan yang maksimal kami selalu megharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama donatur/pencinta ODGJ,” kata Suster Lucia.

Suster Lucia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada lembaga, terutama Pemerintah, dinas instansi terkait dan Sentra Efata Kupang.

“Kami menyampaikan terima kasih berlimpah. Kami tentu terus membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk pemenuhan kebutuhan dan keberlanjutan pelayanan terhadap ODGJ di Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere. Untuk semua kebaikan itu, kami tidak bisa membalasnya. Hanya doa yang dapat kami persembahkan kepada Tuhan. Semoga Tuhan memberkati kita semua usaha dan niat baik kita,” tutup Suster Lucia.

Harapan serupa disampaikan Koordinator Umum Panti Santa Dymphna, Dion Ngeta, S.Fil. *

Laporan: Wall Abulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *