Tahun 2024, Keuskupan Ruteng Galakkan Program Ekologi Integral – MudikaLink

Tahun 2024, Keuskupan Ruteng Galakkan Program Ekologi Integral

MUDIKALINK.net-Tahun depan (2024), Keuskupan Ruteng di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah merancang reksa pastoralnya guna dilaksanakan umat dan semua unsur di dalamnya selama setahun.

Tahun 2024 itu, Keuskupan dengan umat Katolik terbanyak dari keuskupan lain di Indonesia, telah memastikan programnya, yakni menggalakkan pastoral ekologi integral.

Dalam kopian surat gembala Natal dan Tahun Baru 2023/2024 yang diterima wartawan, Kamis 14 Desember 2023, Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat mengatakan, Natal itu sesungguhnya perayaan pembaharuan akan alam ciptaan.

“Karena itu, Natal juga mengandung makna perutusan ekologis,” katanya.

Hal itu berarti manusia dan segala makhluk ciptaan dipanggil untuk mewujudkan persaudaraan universal sejagat.

Jadi, bukan hanya manusia yang memuji Allah, tetapi “biarlah langit bersukacita dan bumi bersukacita.

Dikatakan, damai sejahtera yang dianugerahkan oleh Bayi Natal, tidak hanya untuk manusia saja tetapi juga bagi seluruh ciptaan.

Menurut Paus Benediktus XVI, Allah menjadi manusia, untuk menganugerahkan kembali keindahan dan keluhuran martabat alam semesta.

Alam semesta itu menjadi baru manakala ia kembali terarah kepada kehendak Allah, yakni ia menerima kembali fitrahnya yang sejati dalam harmoni kehendak insani dan kehendak Ilahi, dalam kesatuan dari atas dan dari bawah.

Karena itu, dalam tahun 2024 yang akan datang, Keuskupan Ruteng akan memfokuskan reksa pastoral pada Ekologi Integral.

“Kita ingin memperjuangkan harmoni universal antara manusia dan makhluk ciptaan dan antar segala makhluk ciptaan, yang hanya terjadi dalam harmoni dengan Sang Khalik,”ujar Mantan Sekretaris Eksekutif KWI itu.

Mengutip Ensiklik Laudato Si, Uskup Sipri menyatakan, Sri Paus Fransiskus menandaskan bahwa alam semesta dan manusia membentuk sebuah “keluarga universal.

Olehnya, pengelolaan alam demi kesejahteraan hidup manusia harus dibarengi oleh perlakuan terhadap alam secara lembut, adil dan bertanggung jawab.

Untuk itu sangat pentinglah pertobatan ekologis dan pedagogi ekologis. Sebab masalah ekologis berakar dalam orientasi dan semangat hidup manusia yang materialistis, konsumptif dan egoistis.

Sebelumnya Sekretaris Keuskupan RD. Manfred Habur Pr, mengatakan, Uskup Sipri juga menggarisbawahi bahwa pedagogi ekologis itu harus mulai dari  dalam keluarga, sekolah, paroki dan masyarakat.

“Dengan itu, terbentuklah etika ekologis dan gaya hidup yang ramah terhadap lingkungan,” katanya.

Atas dasar itu, seluruh program Ekologi Integral Keuskupan Ruteng tahun 2024 akan diusung dengan moto ‘Harmoni, Pedagogi, dan Sejahtera (HPS)’. *

Laporan: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *