MUDIKALINK.net-Kerinduan akan dekatnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama di wilayah Riung dan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara imur (NTT), terjawab.
Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan dengan alokasi anggaran Rp. 65 miliar mulai membangun Rumah Sakit (RS) Pratama Riung berlokasi di Mboras, Desa Tadho Barat, Kecamatan Riung.
Dimulainya proses pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Ngada Andreas Paru dan Anggota DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI pada Jumat, 2 Agustus 2024.
Bupati Andreas Paru mengatakan, melobi untuk pembangunan RS Pratama di Riung tidaklah mudah. Karena prosesnya mulai dari usulan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dan Pemda sendiri mendatangi Kementerian Kesehatan.
Sebanyak tiga kali, Bupati Andreas mengaku mendatangi Kantor Kementerian Kesehatan dan bertemu Menteri Kesehatan untuk memaparkan rencana pembangunan baik ke rumah sakit baru di Late dan RS Pratama di Riung. Hasilnya saat ini.
Pada kesempatan itu, Bupati Andreas menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada pemilik lahan ulayat yang dengan rela dan ikhlas menyerahkan lahan tersebut untuk pembangunan rumah sakit tersebut.
Lobi Bupati Ngada

Sementara Anggota DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dalam sambutan mengatakan dalam seminggu dirinya melakukan peletakan batu pertama pembangunan RS Pratama di NTT, yakni di Amfoang, RS Pratama di Solor dan terakhir di Riung.
Ia bersyukur karena kehadirannya di Riung merupakan pemenuhan janjinya terhadap Bupati Ngada dan masyarakat Riung yang terdiri dari Riung dan Riung Barat untuk hadir sendiri melakukan peletakan batu pertama.
Menurutnya, pembangunan RS Pratama Riung tidak terlepas dari lobi-lobi dilakukan Bupati Ngada Andreas Paru.
Bupati Andreas melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan dirinya selaku Anggota Komisi IX DPR RI.
Menurut Melki Laka Lena, anggaran itu seharusnya dialokasikan untuk pembangunan RSUD Bajawa di Late.
Namun karena pertimbangan kebutuhan akan pentingnya kehadiran RS Pratama di Riung, sehingga RSUD Bajawa di Late mendapat alokasi Rp 20 miliar dan RS Pratama di Riung mendapat Rp 65 miliar.
Melki Laka Lena juga mengatakan, Kabupaten Ngada telah menjadi contoh perpaduan antara anggaran pemerintah daerah dengan APBN. Di mana untuk anggaran awalnya, Pemda melakukan pinjaman daerah di Bank NTT.
Kata Melki Laka Lena, “Kita telah cek di seluruh NTT, hanya Kabupaten Ngada yang melakukan pinjaman daerah dan dialokasikan juga untuk pembangunan rumah sakit dengan nilai yang cukup besar.”
“Ini perpaduan yang luar biasa antara pinjaman daerah dan APBN. Ini mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan,” ungkap Melki Laka Lena.
Anggaran Rp 65 Miliar

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Ngada, dr Aty Due menyebutkan, sumber biaya pembangunan fisik RS Pratama Riung dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun anggaran 2024.
Ia merincikan, pagu anggaran sebesar Rp.45 miliar untuk pembangunan fisik gedung.
Anggaran untuk prasarana pendukung termasuk alat kesehatan dan ambulance sebesar Rp 20 miliar. Total anggaran sebesar Rp. 65 miliar.
Kata dr Aty, kegiatan pembangunan fisik gedung RS Kelas D Pratama Riung selama 166 hari kalender terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dikeluarkan. *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

