Masa Prapaskah, Puasa Bukan Soal Makan dan Minum, Tetapi Hati yang Mengasihi Sesama – MudikaLink

Masa Prapaskah, Puasa Bukan Soal Makan dan Minum, Tetapi Hati yang Mengasihi Sesama

MUDIKALINK.net-Umat Katolik di seluruh Dunia mulai memasuki masa prapaskah dan berpuasa pada Rabu, 5 Maret 2025. Puasa dan pantang umat Katolik di seluruh dunia ini ditandai dengan penerimaan Abu di semua gereja Katolik.

Dalam masa ret-ret agung pra paskah umat Katolik selalu diminta untuk lebih khusuk menjalankan Doa, Puasa, dan Derma.

Peristiwa ini juga berlangsung di Paroki Santo Yosef Onekore, Keuskupan Agung Ende. Perayaan Rabu Abu di Paroki Onekore berlangsung 4 kali Misa.

Misa pertama pukul 06.00 Wita dipimpin Pater Stef Sabon Aran, SVD, Misa kedua pukul 08.00 Wita dipimpin RD. Eman Natalis.

Misa Pukul 11.00 Wita khusus untuk pelajar dan anak-anak dipimpin Pater Pian Lado, SVD, dan Misa pukul 17.00 Wita dipimpin Pater Thias Banusu, SVD.

Pada perayaan misa pertama, Rabu 5 Maret 2025 pukul 06.00 Wita, Pater Stef Sabon Aran, SVD mengingatkan umat untuk memaknai puasa dan pantang bagi umat Katolik secara lebih luas.

Puasa tidak hanya melulu soal makan kenyang hanya satu kali sehari atau pantang terhadap makanan atau satu hal tertentu.

Lebih penting dari itu adalah soal hati dan kesadaran bathin yang lebih mendalam tentang bagaimana kita saling mengasihi.

“Puasa bagi umat Katolik adalah soal pengendalian diri. Yang mengendalikan puasa bagi umat Katolik adalah diri sendiri bukan orang lain. Gereja telah mengatur hal puasa bagi orang Katolik. Puasa wajib dilakukan pada hari Rabu Abu dan 7 hari Jumat selama masa puasa hingga Jumat Agung,” kata Pater Stef.

Demikian juga terkait dengan pantang yang dilakukan selama masa puasa. Puasa dan pantang dilakuka orang katolik yang berusaia 15-80 tahun.

Namun Pater Stef megingatkan umat Katolik untuk berpuasa dengan hati, bukan hanya untuk dilihat orang lain. “Berpuasa mesti dengan hati, untuk berbagi dengan sesama. Jangan sampai kita berpuasa atau berpantang tanpa dibebani dengan rasa bersalah,” katanya.

Perayaan Ekaristi Kudus Rabu Abu berlangsung begitu khusuk. Umat terus memadati gereja Santo Yosef Onekore sejak misa pertama pukul 06.00 Wita hingga Misa ke-3 pukul 11.00 Wita.

Pastor Paroki Onekore dalam perbincangan dengan Mudikalink.net sebelumnya menyatakan, telah menyiapkan berbagai hal terkait dengan perayaan Rabu Abu.

Daun palem yang dibakar untuk Abu yang dioleskan pada dahi umat telah disiapkan sejak Senin-Selasa sebelumnya.

“Semua telah kita siapkan dengan baik. Apalagi saat ini bangku-bangku atau tempat duduk dalam gereja telah disiapkan sangat baik. Semua spons tempat berlutut bagi umat telah diganti sejak awal tahun 2025. Semua  ini dibuat agar umat semakin nyaman dalam menjalankan doa-doanya di Gereja Onekore,” katanya.

Selain persiapan di dalam gereja, penataan lingkungan seputaran Gereja Onekore terus dilakukan. Pastor paroki telah mengusahakan tempat parkir yang lebih luas bagi umat.

Pelataran depan gereja di sisi kiri saat ini telah dibangun dan sedang dalam tahapan penataan lebih lanjut. Demikian pula untuk sisi barat Gereja Onekore.

“Pada semua perayaan besar halaman depan gereja tidak akan dibangun tenda lagi. Tenda akan dibangun di sisi kiri dan kanan gereja. Ditambah tenda lainnya disisi depan gereja yang baru selesai dibangun,” katanya.

“Hal ini penting, agar seluruh proses perayaan mulai dari halaman depan gereja dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” kata Pater Pian Lado lagi. *

Penulis: Anton Harus I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *