MUDIKALINK.net-Pelaksaan kegiatan keagamaan Semana Santa (Pekan Suci) di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah berlangsung. Semana Santa di Larantuka dimulai sejak Minggu Palma, 13 April dan berakhir pada Minggu Paskah, 20 April 2025.
Diketahui, hingga Selasa, 15 April 2025, sudah ribuan umat dan peziarah mendaftarkan diri baik melalui online maupun secara manual untuk mengikuti prosesi Semana Santa di Panitia Semana Santa Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Keuskupan Larantuka.
Panitia Semana Santa Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Keuskupan Larantuka melalui RD. Ansel Liwun, Pr yang juga Ketua Komsos Keuskupan Larantuka, Selasa 15 April 2025, menyampaikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan umat, peziarah dan media yang meliput kegiatan keagamaan tersebut.
Siapkan Diri dengan Baik
Romo Ansel Liwun mengatakan, yang ikut serta dalam prosesi iman Semana Santa di Larantuka adalah Peziarah yang telah menyiapkan dirinya dengan baik, sehat jasmani dan rohani serta tidak mengalami gangguan fisik dan gangguan psikis.
Bagi Peziarah yang merasa dirinya kurang sehat secara fisik dan psikis dianjurkan untuk tidak ikut serta dalam Prosesi Jumat Agung ini dan tetap berada di Gereja Katedral Reinha Rosari.
Para Peziarah yang berada dalam barisan prosesi tidak diijinkan untuk melakukan komunikasi keluar melalui HP selama prosesi berlangsung. Peziarah yang kemudian didapati melakukan komunikasi melalui HP akan diberi teguran oleh Petugas Kamtib atau Pihak Keamanan yang berada di sekitarnya.
Romo Ansel Liwun menandaskan, tidak dibenarkan untuk melakukan gerakkan gerakkan fisik yang berlebihan yang dapat menarik perhatian Peziarah lainnya yang akhirnya menimbulkan kegaduhan. Petugas Keamanan dan pihak TNI/Polri akan mengambil tindakan tegas atas perbuatan tersebut.
Setiap Peziarah baik secara pribadi maupun dalam bentuk rombongan agar dengan sangat menciptakan rasa aman dan nyaman di dalam dirinya masing-masing sehingga dengan demikian dalam suasana bathin yang tenang dapat mengikuti seluruh rangkaian prosesi ini hingga selesai.
Wajib Gunakan Tanda Pengenal
Setiap Peziarah tidak diperkenankan untuk mengenakan Tanda Peziarah lain selain Tanda Peziarah yang dikeluarkan oleh Panitia serta diminta untuk terlibat aktif dan ikut serta ambil bagian dalam doa dan nyanyian selama prosesi berlangsung.
Demi tertib dan sakralnya Prosesi Jumat Agung pada malam ini, maka kepada para peziarah diminta dengan hormat untuk memberi diri diatur oleh para Petugas Keamanan dan Ketertiban dalam barisan prosesi.
Bagi para fotografer yang mengenakan Tanda Pengenal baik Media Elektronik maupun Media Cetak Tidak Diperkenankan mondar-mandir selama Prosesi berlangsung.
Dengan keyakinan iman pribadi yang teguh, kita akan berjalan bersama dengan Bunda Maria-Tuan Ma untuk menghayati dengan sungguh akan sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus. Dan akhirnya, dengan penuh sukacita kita boleh merayakan hari Paskah dengan mulia.
Romo Ansel Liwun lebih lanjut mengatakan, semua umat yang mengambil bagian dalam seluruh rangkaian perayaan Liturgi dan kegiatan Devosi selama Pekan Suci (Semana Santa) di Larantuka disebut Peziarah.
Peziarah dari luar Paroki Katedral dan dari luar Keuskupan Larantuka, wajib mendaftarkan diri pada Sekretariat Panitia baik secara Online/Link maupun secara Offline/manual. Setiap peziarah yang terdaftar Wajib mengenakan Tanda Pengenal Peziarah yang dikeluarkan oleh Panitia.
“Tidak diperkenankan mengenakan tanda pengenal/atribut lain yang dapat mengganggu kenyamanan dalam menjalankan ziarah selama Pekan Suci. Secara Khusus pada saat Prosesi Jumat Agung, semua Peziarah tanpa kecuali Wajib mengenakan Tanda Pengenal Peziarah dimaksud,” kata Romo Ansel Liwun.
Romo Ansel Liwun mengatakan, Peziarah termasuk Media yang meliput seluruh rangkaian kegiatan Liturgi dan Devosi selama Pekan Suci diatur, yakni Wajib mendaftarkan diri pada Panitia Semana Santa melalui Link Pendaftaran yang disiapkan Panitia. Wajib mengenakan tanda pengenal yang disiapkan Panitia selama melakukan peliputan.
Waktu Peliputan Media

Adapun waktu peliputan di Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana: Rabu Trewa: 19.00-Konferensi Pers di Istana Raja.
Kamis Putih: * Pagi: 10.00 wita-11.30 Wita (Tuan Ma) 12.00 Wita-13.30 Wita (Tuan Ana). Siang: 15.00 wita-16.30. Malam: 22.00 Wita 23.00 Wita.
Jumat Agung: * Pagi: Pkl. 09.00 wita – Pkl. 10.30 Sita. Siang: Pkl. 12.00 Wita Pkl 13.00 Wita.
Dan tidak diperkenankan melakukan peliputan dalam Gereja saat perayaan Ekaristi dan Lamentasi berlangsung. Tidak diperkenankan menggunakan Drone pada hari Jumat Agung sampai dengan Sabtu Santo. Liputan di Armida pada saat Prosesi hanya dilakukan dari lokasi yang disiapkan Panitia.
Panitia menyiapkan dokumentasi dalam bentuk video dan foto bagi yang membutuhkan yang dapat diperoleh di Information Center.
Peziarah yang mengalami keadaan khusus, seperti: lansia, sedang dalam keadaan sakit, ibu hamil/menyusui dan Balita serta orang cacat/difabel mengenakan Tanda Pengenal Khusus dan kepadanya diberikan prioritas pelayanan pada saat melakukan ziarah ke Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana serta tempat-tempat devosi lainnya. (Warna Pita Merah).
Jalur Ambulance
Disepanjang jalur prosesi mulai dari Gereja Katedral sampai Kapela Tuan Ma dan jalan-jalan penghubung lainnya di rute prosesi adalah Jalur Mobile bagi Mobil Ambulance dalam rangka pelayanan tanggap darurat bagi peziarah yang membutuhkan.
Kata Romo Ansel Liwun, maka dilarang keras kepada siapapun untuk melarang mobil Ambulance melintasi jalur tersebut. Pada Jalan Penghubung di rute prosesi akan dipasang “Tanda Jalur Evakuasi” maka dilarang untuk menutup atau memalang lorong tersebut.
Peziarah yang Daftar
Seksi Humas Panitia Semana Santa Paroki Katedral Larantuka, Paulus Fernandez mengatakan, peziarah yang telah mendaftar di panitia per Selasa, 15 PAril 2025, berjumlah 7000 lebih.
“Kita buka pendaftar bagi peziarah secara online dan manual. Manual langsung di Sekretariat di Gereja Katedral dibuka mulai pukul 08.00 Wita-20.00 Wita. Secara keseluruhan jumlah peziarah disampaikan kemudian, karena sampai Jumat Agung pendaftaran ditutup,” katanya.
Paul Fernandez mengatakan, selain dari dalam negeri, peziarah yang mendaftar pada tahun ini juga dari luar negeri, yakni Timor Leste, Malaysia dan Portugal.
“Para peziarah yang mendaftar akan mendapatkan Pin, buku panduan, dan tanda pengenal. Tanda pengenal wajib dipakai selama mengikuti Semana Santa,” katanya.
Pengamanan Semana Santa

Untuk Semana Santa Tahun 2025 di Larantuka, Polres Flores Timur, menurunkan 328 personil pengamanan. Selain itu, juga dibantu oleh Brimob Polda NTT terdiri dari 8 orang personil Jibom dan 30 personil Brimob Maumere, Kodim 1624/Flotim, TNI AL, TNI AU dan dinas terkait dari Pemerintah Daerah.
“Semua personil Polres Flores Timur kita turunkan karena ada pengamanan laut, darat, dan juga patroli mobile,” kata Waka Polres Flores Timur, Kompol Theosasar Ngulu usai apel Gelar Pasukan, Selasa 15 April 2025.
Dalam pengamanan itu, disiapkan dan ditempatkan para personil pengamanan pada lima titik. Lima titik dimaksud, yakni Pos Terpadu Gereja Katedral Larantuka dan sekitarnya, Pos KPPP Pelabuhan Larantuka, Pos Pasar Inpres Larantuka, Pos Bandara Watowiti dan Pos Terminal Lamawalang.
Kompol Theo Ngulu mengatakan, untuk pengamanan laut saat pengamanan laut hingga Prosesi Laut pada Jumat Agung, ada personil Polair dan TNI AL yang melakukan patrol. Umat dan para peziarah terutama yang menggunakan armada kapal untuk mendaftar di Syabandar.
“Armada kapal bisa daftar di Syabandar untuk mendapatkan pengarah mengenai kapal muatan dan tanda peserta armada. Kapal-kapal yang tidak terdaftar, tidak mempunyai tanda pengenal dan melebih kapasitas muatan ditertibkan atau tidak diizinkan ikuti Prosesi Laut. Ini demi keamanan dan kenyamanan selama mengikuti Prosesi Laut Semana Santa di Larantuka,” kata Kompol Theo Ngulu. *
Penulis: Wentho Eliando

