Pesan Paskah Uskup Maumere dan Ajakan Menjaga Kelestarian Lingkungan – MudikaLink

Pesan Paskah Uskup Maumere dan Ajakan Menjaga Kelestarian Lingkungan

MUDIKALINK.net-Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu usai mempersembahkan misa perjamuan terakhir Kamis Putih di Rumah Tahanan (Rutan) Maumere menyampaikan pesan Paskah 2025.

Dalam pesan Paskah Uskup Maumere menekankan agar umat Katolik Keuskupan Maumere menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya dan menjadi manusia baru.

“Berkaitan dengan Tahun Yubelium ini saya mengucapkan selamat pesta Paskah untuk umat Keuskupan Maumere,” ungkap Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Kamis 17 April 2025 malam.

Uskup Edwaldus mengajak umat Katolik Keuskupan Maumere agar menjadi pribadi yang lebih baik untuk waktu yang akan datang.

Ia berharap kiranya kebangkitan Kristus membangkitkan kita dari manusia lama menjadi manusi baru.

Termasuk kata Uskup Maumere, mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Keuskupan Maumere kita ini menuju komunitas perjuangan yang selalu menghormati dan saling melayani.

“Termasuk memperhatikan kelestarian lingkungan hidup yang menjadi rumah bersama segenap makhluk hidup,” pesannya.

Para Uskup Provinsi Gerejawi Ende sebelumnya mengeluarkan surat gembala Pra Paskah yang ditandatangani Uskup Denpasar Mgr. Silvester San, Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Uskup Larantuka Mgr. Frans Kopong Kung, Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus dan Uskup Maumere Mgr.Edwaldus Martinus Sedu.

Dalam surat gembala tanggal 13 Maret 2025 tersebut disampaikan sebagai gembala, kami mengajak umat menyikapi tantangan sosial yang mengancam martabat kehidupan.

Disebutkan, Kristus Kristus datang membawa hidup berkelimpahan (bdk. Yoh. 10:10) namun, realitas menunjukkan banyak saudara kita menghadapi ancaman.

Dalam semangat persaudaraan, kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas beberapa persoalan mendesak yakni pertama eksploitasi energi, memilih masa depan secara bijaksana.

Kedua, perdagangan orang, luka manusia mendesak dimana dikatakan, perdagangan manusia memilukan dan banyak saudara kita, terutama perempuan dan anak-anak, terjebak dalam eksploitasi.

Para uskup tegaskan, hal ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang membutuhkan tanggapan konkret dan segera dimana gereja tidak boleh diam dan menjadi suara bagi yang tak bersuara.

Ketiga, stunting: ancaman bagi masa depan generasi dimana para uskup menekankan bahwa anak-anak adalah masa depan kita.

Namun, stunting (kurangan gizi kronis) masih menjadi masalah serius dan ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga ketidakadilan sosial.

Keempat, wabah peternakan dan pertanian, ancaman ketahanan pangan dimana berbagai wabah yang menyerang peternakan dan pertanian seperti flu babi dan penyakit tanaman mengancam banyak keluarga.

“Jika tidak ditangani serius, dampaknya besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” sebut surat gembala para uskup.

Para uskup menekankan, dalam semangat kasih Kristus, mereka mengajak seluruh keluarga umat Allah di wilayah Provinsi Gerejawi Ende untuk menjaga lingkungan.

Para uskup menegaskan menolak eksploitasi sumber daya yang merusak ekosistem, termasuk energi geothermal, di Flores dan Lembata, yang menimbulkan pertanyaan berbagai pihak saat ini.

Keenam uskup meminta umat Katolik di Provinsi Gerejawi Ende menjadi suara bagi yang tak bersuara dengan berperan aktif dalam pemberantasan perdagangan orang.

Para uskup juga mengajak umat mendukung program kesehatan dan gizi, khususnya pencegahan stunting dan kesejahteraan anak-anak.

Umat juga diminta mengupayakan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan kesejahteraan sosial dan kelestarian alam.

“Kami mengajak seluruh keluarga umat Allah di wilayah Provinsi Gerejawi Ende untuk terlibat dalam aksi nyata, seperti kampanye lingkungan, advokasi kebijakan publik, dan gerakan sosial untuk keadilan,” ajak para uskup dalam surat gembalanya. *

Penulis: Ebed de Rosary I Editor: Wentho Eliando 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *