Pelantikan Pengurus Ranting WKRI Katedral Larantuka, Romo Lukas Erap: Gunakan Anugerah untuk Kemuliaan-Nya dan Kebaikan Sesama – MudikaLink

Pelantikan Pengurus Ranting WKRI Katedral Larantuka, Romo Lukas Erap: Gunakan Anugerah untuk Kemuliaan-Nya dan Kebaikan Sesama

MUDIKALINK.net-Tiga Pengurus Ranting Dewan Pengurus Cabang Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka Keuskupan Larantuka periode 2025-2028, di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi dilantik, Minggu 11 Mei 2025.

Pelantikan pengurus ranting tersebut berlangsung dalam Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan dalam kalender liturgis Gereja Katolik.

Pelantikan Pengurus Ranting WKRI Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka tertuang dalam Surat Keputusan DPC WKRI Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka No Skep/02/DPC Katedral Reinha Rosari Larantuka/2025, tertanggal 11 Mei 2025 yang ditandatangani oleh Ketua DPC, Rosalina Kalumata.

Pelantikan Pengurus Ranting DPC WKRI Paroki Katedral Reinha Rosari periode 2025-2028 terdiri dari Ranting Santa Theresia dari Kalkuta, Santa Monika dan Santa Elizabeth dilakukan oleh Pastor Paroki Katedral Reinha Rosari, RD Lukas Laba Erap, Pr.

Dalam kothbahnya, Romo Lukas Erap menekan sejumlah hal baik kepada WKRI Paroki Katedral maupun umat terkait dengan Panggilan.

Pembacaan SK Pengurus WKRI Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka

Kata Romo Lukas Erap, menyebut kata Panggilan, pikiran kita tertujuh kepada orang-orang yang dipanggil secara khsusus, “melalui jalan hidup yang sulit dan berliku, mereka merasakan getaran kuat dalam hati untuk melayani Tuhan dan sesama melalui jalan khusus menjadi imam, biarawan, biarawati atau mungkin terlibat aktif dalam pelayanan gereja dan komunitas.”

Namun, menurut Romo Lukas Erap, panggilan Tuhan tidak terbatas pada pilihan hidup yang ‘religius’ secara formal. “Sesungguhnya setiap kita memiliki panggilan unik yang telah Tuhan tentukan. Sebagai orang tua, kita dipanggil untuk menjadi teladan kasih dan kebaikan bagi anak-anak.”

“Sebagai guru atau Pembina, kita dipanggil untuk menjunjung tinggi integritas dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas. Sebagai anggota gereja dan masyarakat, kita dipanggil untuk menjadi agen perubahan, membawa keadilan, perdamaian, dan kasih dimana pun kita berada,” kata Romo Lukas Erap.

Romo Lukas Erap menggarisbawahi, bahwa Minggu Panggilan juga mengingatkan kita bahwa hidup ini bukan sekadar tentang mengejar ambisi pribadi atau mengumpulkan harta duniawi. Ada dimensi yang lebih dalam, sebuah tujuan yang melampaui materi.

“Tuhan telah menganugerahkan talenta dan karunia yang berbeda-beda kepada setiap kita. Panggilan sejati, adalah bagaimanan kita mengunakan anugrerah tersebut untuk kemuliaan-Nya dan untuk kebaikan sesame,” kata Romo Lukas Erap.

Pengurus Ranting DPC WKRI Paroki Reinha Rosari Larantuka pose bersama usai pelantikan, Minggu (11/5/2025)

Kata Romo Lukas Erap, “Tuhan telah menganugerahkan kerinduan dalam hati kita untuk menjadi seorang Gembala yang membentangkan Kemah untuk melindungi, yang menjaga kawanan domba, gembagal yang menghantar kawanan domba menuju mata air kehidupan.”

“Tuhan juga mengajak kita menjadi Pintu bagi kawanan domba, dimana setiap orang yang datang dan pergi setelah menjumpai kita merasakan ketegangan dan kedamaian.

“Hari Minggu Panggilan mengajak kita untuk tidak menjadi Pencuri-Perampok, domba-domba yang telah Tuhan berikan kepada kita. Sebaliknya, kita harus menjadi seorang gembala yang membawa harapan bagi banyak orang yang hidup dalam ketidakpastian, yang kebingungan akan masa depan, yang sakit dan kesepian, yang galau karena aneka persoalan hidup yang dihadapi,” kata Romo Lukas Erap.

Romo Lukas Erap mengatakan, mungkin saat ini kita merasa bingung, belum menemukan dengan jelas, apa panggilan kita. Jangan kecil hati. Panggilan seringkali terungkap dalam perjalanan hidup, melalui pengalaman-pengalaman, perjumpaan dengan Tuhan dan dengan orang lain, bahkan dalam kesulitan dan tantangan.

Sejumlah Pengurus Ranting DPC WKRI Paroki Reinha Rosari Larantuka

Yang penting, kata Romo Lukas Erap, adalah kita senantiasa membuka hati dan telinga untuk mendengar bisikan Roh Kudus. Mari kita bertanya pada diri sendiri; apa yang membuat hati saya bergetar melihat situasi keluarga, KBG, paroki yang kurang beres? Apa yang membuat saya merasa hidup ini berarti bagi orang lain? dimana saya bisa memberikan kontribusi terbaik bagi dunia ini. Apakah kebersamaan yang kita bangun dalam keluarga, KBG, sebagai sebuah kawanan domba, sungguh membatu orang lain menemukan jejak-jejak panggilan Tuhan?

“Semoga hari Minggi Panggilan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin tekun berdoa bagi para pemimpin gereja (Paus Leo IV), para biarawan biarawati, juga bagi keluarga-keluarga agar benih panggilan yang baru tumbuh dalam diri anak-anak. Juga semoga hati kita masing-masing semakin peka terhadap suara Tuhan, berani menjawab panggilan-Nya dengan setia, dan menjadi berkat bagi dunia di sekitar kita,” kata Romo Lukas Erap.

Romo Lukas Erap pada kesempatan itu juga menyampaikan profisiat kepada Pengurus Ranting DPC WKRI Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka yang baru dilantik.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *