MUDIKALINK.net-Enam ritus adat Manggarai yakni ritus adat tuak curu, ritus manuk kapu, ritus Pau Wae Luu, ritus caca selek, ritus toi loce, dan acara adat poe mewarnai rangkaian acara penerimaan/penyambutan RD. Agustinus Sandy Cakputra sebagai Pastor Rekan Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo dan penerimaan Fr. Gerlandus Erick Resi yang menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Reo.
Romo Sandy sebelumnya bertugas di Paroki Santo Eduardus Watu Nggong sebagai Pastor Rekan.
Romo Sandy diantar ke Reo puluhan elemen umat paroki Watu Nggong yang dipimpin Diakon Agustinus Fransiskus Naring Kiven atau disapa Diakon Kiven pada Sabtu 19 Juli 2025.
Setiba di Reo, tepatnya di Gereja dan Pastoran Reo, Romo Sandy dan Fr. Erik Resi diterima oleh Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman didampingi RD. Yosef Oriol Dampuk, dan RD. Dedy Madur, Ketua Pelaksana DPP Pius Jemadu dan Pengurus DPP, Penasihat DPP, OMK dan elemen umat.
Disaksikan media ini, setiba di Gerbang Gereja, Romo Sandy dan Fr. Erik yang didampingi Ketua DPP Watu Nggong Ignas Randus, tetua adat Watu Nggong David Geong dan Penasihat DPP Rafael Dandung diterima dengan ritus adat tuak curu dan manuk kapu.

Rangkaian acara adat tuak curu dan manuk kapu dibawakan oleh tetua adat Reo Kanis Tamung, dan dijawab oleh tetua adat Watu Nggong David Geong.
Acara tuak curu berupa pemberian minuman khas Manggarai dan ritus adat manuk kapu berupa pemberian ayam jantan besar antara lain mewarisi makna/pesan bahwa elemen umat Paroki Reo sehati sejiwa menerima kedatangan Romo Sandy dan Fr. Erik dan rombongan dengan sepenuh hati.
Usai diterima dengan tuak curu dan manuk kapu, Romo Sandy, Fr. Erik dan Ketua Pelaksana DPP Paroki Watu Nggong dikalungi dengan kain selendang adat dan pengenaan topi songke Manggarai yang dibawakan oleh dua OMK Reo Vilia Masdun dan Lupita.
Usai diterima secara adat tuak curu dan manuk kapu, Romo Sandy, Fr. Erik dan umat Watu Nggong diarak menuju Aula Paroki Reo.
Setiba di Aula Watu Nggong, tetua adat Watu Nggong David Geong memimpin acara Pau Wae Luu yang ditandai dengan doa secara adat Manggarai untuk para leluhur paroki Reo yang sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, tetua adat Reo Fidelis Jerama dan Kanis Tamung membawakan acara adat caca selek, toi loce, dan acara adat poe.
Acara caca selek (mengganti pakaian) antara lain mengandung pesan bahwa tamu yang hadir sudah menjadi bagian dari keluarga Paroki Reo dan mereka sudah menjadi umat/warga rumah paroki Reo.
Sementara acara toi loce atau kasi tikar mengandung pesan bahwa tuan rumah siap menerima rombongan untuk bermalam/beristirahat.
Sedangkan acara adat Poe (larang) mengandung pesan bahwa umat paroki Reo siap menampung mereka dan siap memenuhi umat Paroki Watu Nggong dan siap memenuhi segala kebutuhan ketika menginap di Reo.
Selamat Datang
Ketua Pelaksana Paroki Reo, Pius Jemadu dalam sambutannya pada kesempatan ini antara lain menyampaikan selamat datang kepada RD. Sandy, Fr. Erik dan Perwakilan Umat Watu Nggong.
Pius Jemadu juga menyampaikan selamat bertugas kepada Romo Sandy yang dipercaya sebagai Pastor Rekan, dan Fr. Erik yang menjalani praktik Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Reo.
“Kami menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Romo Sandy dan Fr. Erik,” kata Pius Jemadu.
Sementara usai misa pada perayaan ekaristi Minggu (20/7/2025) di Gereja Paroki Reo, Ketua Pelaksana DPP Pius Jemadu membacakan SK Uskup Ruteng terkait penugasan Romo Sandy sebagai Pastor Rekan di Paroki Reo, dan penempatan Fr. Erick untuk menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Reo.
Terima Kasih
RD. Sandy Cakputra dan Fr. Erick menyampaikan terima kasih atas antusiasme elemen umat Paroki Reo menyambut kedatangan mereka dan diterima melalui rangkaian acara adat Manggarai.
“Dari hati yang terdalam kami menyampaikan terima kasih atas penyambutan yang luar biasa ini,” kata Romo Sandy.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Pelaksana DPP Paroki Watu Nggong Ignas Randus dan Fr. Erik.
Diperkenalkan kepada Umat
Sementara Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman dalam perayaan ekaristi di Gereja Reo pada Minggu (20/7/2025), secara khusus memberikan kesempatan kepada RD. Sandy Cakputra dan Fr. Erick untuk memperkenalkan diri kepada umat, dan harapan yang hendak mereka sampaikan.

Dalam momen ini, selain memperkenalkan diri, Romo Sandy dan Fr. Erick juga memanfaatkan momen ini untuk meminta dukungan elemen umat agar mendoakan mereka dan mendukung program-program pastoral paroki yang hendak menjadi medan bagi mereka untuk belajar dan untuk menjalankan tugas perutusan Kristus sebagai orang yang dipanggil secara khusus.
“Kami meminta dukungan doa dari elemen umat untuk kesuksesan tugas-tugas pelayanan kami selama bertugas di Reo,” pinta Romo Sandy.
Harapan serupa juga disampaikan Fr. Erick seraya meminta agar elemen umat siap menegurnya sebagai anak bila ada hal-hal yang tidak berkenan selama ia menjalani TOP di Paroki Reo.
Terima Kasih
Sementara Diakon Agustinus Fransiskus Naring Kiven atau yang akrab disapa Diakon Kiven yang selama misa mendampingi Romo Sandy dan Pastor Paroki Reo dan dalam kapasitas mewakili Paroki Watu Nggong (karena Diakon Kiven sedang menjalani praktik diakonat di Paroki Watu Nggong) menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki Reo, panitia, dan elemen umat.
“Saya mewakili umat Paroki Watu Nggong menyampaikan terima kasih atas penyambutan elemen umat paroki Reo kepada Romo Sandy dan umat Watu Nggong yang mengantar Romo Sandy,” kata Diakon Kiven.
Meriah
Perayaan ekaristi Minggu (20/7/2025) di Gereja Paroki Reo berlangsung sangat meriah. Kemeriahan ditandai dengan kemasan acara liturgis yang disiapkan secara baik.
Koor dibawakan oleh etnis Wejang Kalo yang dipimpin siswi SMP Meisa Tunda. Semua lagu liturgis dibawakan dalam Bahasa Manggarai.
Saat momen persembahan juga tampak unik karena aneka persembahan hasil bumi yang dibawakan ke altar diantar oleh elemen etnis Wejang Kalo dari tingkat TK, SD, SLTP, SLTA dan perwakilan elemen etnis Wejang Kalo dengan busa khas adat Manggarai. Penyerahan persembahan melalui Pastor Paroki diawali dengan torok/ujud doa dalam Bahasa Manggarai yang dibawakan oleh tetua adat asal Nderu Bapak Goris.*
Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

