Paroki Mautapaga Bergerak Peduli Ibu Hamil dan Anak dari KUB – MudikaLink

Paroki Mautapaga Bergerak Peduli Ibu Hamil dan Anak dari KUB

MUDIKALINK.net-Paroki St Yosef Freinademetz Mautapaga, Keuskupan Agung Ende mulai bergerak menindaklanjuti gerakan Peduli Ibu Hamil dan Ramah Anak yang dicanangkan oleh Keuskupan Agung Ende.

Tindaklanjut dari Paroki Mautapaga dalam gerakan tersebut yaitu memberikan pelatihan kader yang merupakan utusan dari setiap KUB di wilayah paroki ini.

Kegiatan pelatihan ini digagas oleh Rumpun Kemasyarakatan dan Seksi Kesehatan DPP Paroki Mautapaga. Pelatihan ini diikuti kader kesehatan dan ibu – ibu dari semua Komunitas Umat Basis (KUB) di wilayah paroki ini.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Pastor Paroki Mautapaga, RD Ivan Seso di Aula SMAK St Petrus Ende, Minggu (26/4/2026) siang.

Kegiatan pelatihan kader menghadirkan narasumber, dr. Yuliana Rias Mayasari, Sp.Pd, Petra F. Kade, A. Md Kep, Pius Kopong Tokan, SKM., M.Sc, Ana Dera Suali, A.Md Keb.

Materi kegiatan ini antara lain Pengenalan Tanda Bahaya Kehamilan, Nifas/Neonatus, termasuk Pneumonia Balita. Peran kader gereja dalam pendampingan ibu hamil dan keluarga. Strategi percepatan penurunan kematian ibu dan anak berbasis komunitas. System monitoring kesehatan ibu hamil, nifas. dan neonatusnya melalui Kantong persalinan, Nifas/neonatus.

Ketua panitia kegiatan dan juga ketua Seksi Kesehatan DPP Paroki Mautapaga, Arkadius Dominggo mengatakan kegiatan ini menindaklanjuti Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil sebagai respons atas tingginya angka stunting serta kematian ibu dan bayi di NTT dari Keuskupan Agung Ende.

Gerakan ini diperkuat melalui Gerakan KUB Ramah Anak pada 5 Januari 2025 untuk menciptakan lingkungan gereja yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Gerakan ini dilatarbelakangi oleh tingginya stunting, kematian ibu dan bayi, meningkatnya kekerasan terhadap anak, serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak.

Dalam konteks ini, KUB berperan sebagai fokus, locus, dan subjek pastoral untuk memastikan ibu hamil mendapat pendampingan, perhatian, dan akses informasi kesehatan, serta menjamin anak tumbuh dalam lingkungan aman, sehat, dan terlindungi secara fisik dan psikososial.

Pendampingan dilakukan secara holistik, melibatkan keluarga dan komunitas, termasuk penguatan peran “suami siaga”, pemenuhan gizi, pemeriksaan rutin, serta dukungan moral dan spiritual.

Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan umat, menyediakan kader terlatih di setiap KUB, meningkatkan kemampuan deteksi dini risiko kehamilan dan pneumonia, serta membangun jejaring kuat antara Gereja dan layanan kesehatan.

Keberhasilannya diukur dari pemahaman peserta, kemampuan kader mengidentifikasi tanda bahaya, tindak lanjut pendampingan di tingkat KUB, serta berkurangnya keterlambatan penanganan dan rujukan kasus.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan peran KUB sebagai pusat pelayanan pastoral yang kontekstual dan berkelanjutan dalam mewujudkan KUB Peduli Ibu Hamil dan Ramah Anak dengan meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui pendampingan holistik guna menurunkan stunting serta risiko kematian ibu dan bayi.

Meningkatkan pengetahuan kader gereja tentang tanda bahaya selama kehamilan,nifas dan neonates, termasuk pengenalan tanda dan gejala pneumonia balita serta upaya pencegahannya.

Meningkatkan pengetahuan kader Gereja dalam mempersiapkan ibu menghadapi persalinan.

Meningkatkan pengetahuan kader gereja tentang strategi percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir, termasuk kesakitan pada anak Balita.

Meningkatkan pengetahuan kader gereja tentang system monitoring kesehatan ibu hamil, nifas. dan neonatusnya.

RD Ivan Seso, Pastor Paroki St Yosef Freinademetz Mautapaga saat membuka kegiatan mengatakan perhatian pada ibu hamil dan anak sangat penting untuk melahirkan anggota gereja dan generasi bangsa yang berkualitas.

Untuk mendukung ini gereja paroki Mautapaga telah mencanangkan tiga gerakan yaitu gerakan Peduli Ibu Hamil, KUB ramah anak dan gerakan Peduli Pendidikan Anak.

RD Ivan mengajak umatnya terlibat dalam tiga gerakan ini. Setelah pelatihan tersebut akan ditindaklanjuti dengan aksi lapangan. Para kader yang sudah mengikuti pelatihan akan terlibat dalam tim kerja dengan tugas utama mendata ibu hamil dan anak serta melakukan pendampingan.

Kata RD Ivan, perhatian dalam gerakan kepedulian dan kemanusiaan seperti ini adalah misi mulia untuk menyelamatkan generasi masa depan gereja dan bangsa.

“Kita bersyukur karena di wilayah paroki ini banyak orang kesehatan. Ini menjadi kekuatan utama dan mari kita gandeng tangan dan bergerak bersama mulai dari Komunitas Umat Basis. Kita akan bentuk tim kerja dalam gerakan ini,” kata RD Ivan.*

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *