Cerita Algian Jadi Rasul Cilik di Misa Kamis Putih, Saya Gugup Saat Romo Opung Basuh Kaki – MudikaLink

Cerita Algian Jadi Rasul Cilik di Misa Kamis Putih, Saya Gugup Saat Romo Opung Basuh Kaki

MUDIKALINK.net-Fransiskus Algian Keli yang akrab disapa Algian adalah salah satu rasul atau murid Yesus dalam perayaan ekaristi Kamis Putih di Gereja Paroki St Yosef Freinademetz Mautapaga, Keuskupan Agung Ende, Kamis 17 April 2025 malam.

Peran para rasul yang biasanya dijalankan oleh orangtua atau orang dewasa itu kini pada perayaan misa Kamis Putih di gereja Mautapaga diambil oleh beberapa anak dan remaja.

Salah satunya adalah Algian, Siswa Kelas VI SDK Ende 3 dari lingkungan 1 Paroki Mautapaga.

Ia mengenakan baju kemeja putih dan sarung melangkah bersama para rasul, imam dan misdinar menuju altar.

Ia baru pertama menjalankan peran ini dan mengaku gugup saat RD Egi Parera (Romo Opung), pastor yang memimpin perayaan ekaristi membasuh kakinya.

“Saya gugup saat Romo Opung basuh kaki. Setelah itu saya senang karena dipilih jadi rasul,” katanya.

Algian mengatakan ini pengalaman pertamanya duduk di depan dan kakinya dibasuh oleh seorang pastor dalam perayaan ekaristi Kamis Putih.

“Baru pertama dan pasti saya ingat terus. Saya senang bisa dipilih jadi rasul,” katanya di pelataran gereja.

Ia mengatakan momen ini jadi motivasi baginya untuk lebih aktif dalam kegiatan rohani di lingkungan dan gereja. Selain itu, ia juga termotivasi menjadi seorang pastor.

“Pasti lebih rajin gereja dan rajin belajar agar bisa sekolah jadi pastor”.

Perayaan ekaristi atau misa Kamis Putih di gereja Paroki St Yosef Freinademetz Mautapaga, Keuskupan Agung Ende berlangsung dua kali.

Misa pertama pada Kamis, 17 April 2025 pukul 18.00 Wita dipimpin oleh RP Piet Bate SVD dan misa kedua pada pukul 20.30 Wita dipimpin oleh RD Egi Parera.

RD Egi Parera dalam kotbahnya dalam perayaan ekaristi Kamis Putih menekankan dua hal yaitu cinta kasih dan kerendahan hati.

Peristiwa iman pada perayaan ini mengajak umat untuk mengenang pelayanan tuhan dalam pembasuhan kaki para rasul. Peristiwa ini adalah sebuah pelayanan yang menunjukkan kerendahan hati dan cinta kasih.

Melalui peristiwa ini Tuhan menunjukan teladan cinta kasih dan kerendahan hati bagi para rasul dan umatnya.

“Kata – kata menguap lalu hilang tapi teladan dan contoh itu menetap,” kata RD Egi.

Dalam teladan cinta kasih tuhan yesus mewujudkan itu dengan menyerahkan diri seutuhnya untuk keselamatan umatnya.

RD Egi mengajak umat katolik menjaga keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga dan menjadi teladan bagi sesama.

“Dalam rumah tangga jangan sampai cinta kasih itu hanya saat muda. Tapi harus segar bugar dan romantis hingga maut memisahkan,” katanya.

Dalam teladan kerendahan hati, Tuhan dalam peristiwa ini menunjukan kerendahan hati dan kerendahan dirinya.*

Penulis: Willy Aran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *