Festival Golo Koe Maria Assumpta Labuan Bajo, Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif – MudikaLink

Festival Golo Koe Maria Assumpta Labuan Bajo, Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif

Oleh: Walburgus Abulat

KEUSKUPAN Labuan Bajo. Keuskupan ke-38 dan menjadi termuda di Indonesia ini secara defenitif berdiri setelah diumumkan resmi oleh Tahta Suci Vatikan pada 21 Juni 2024. Uskup pertamanya, adalah Mgr. Maksimus Regus.

Meski belum setahun, Keuskupan yang dulunya masuk wilayah Keuskupan Ruteng ini terus melakukan pelbagai terobosan positif dalam memajukan iman dan ekonomi umatnya, terutama bidang pariwisata yang selaras zaman.

Salah satu ajang terakbar yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan pelbagai elemen di Keuskupan Labuan Bajo adalah keberlanjutan dan konsistensi pelaksanaan Festival Golo Koe Maria Assumpta yang dilaksanakan setiap tahun.

Festival ini dirancang dan dimatangkan sedemikian rupa karena merupakan ajang yang bisa membangun dan menumbuhkan pelbagai nilai yakni nilai spiritual, nilai ekonomi, budaya, pariwisata, nilai kerja sama, nilai toleransi, nilai saling menghargai, nilai kreativitas dan inovasi plus memberdayakan pelbagai kemajuan dan teknologi yang memanjakan siapa saja yang menyaksikan langsung ajang ini atau melalui live streaming.

Perihal nilai-nilai yang ada di balik momen berahmat ini dibentangkan secara terang benderang oleh Sekjen Keuskupan Labuan Bajo RD. Fransiskus Nala dalam pertemuan persiapan pemantapan pelaksanaan Festival Golo Koe di Aula Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Sabtu 3 Mei 2025.

Pertemuan dipimpin Vikjen Keuskupan Labuan Bajo RD. Richardus Manggu didampingi Ketua Pelaksana Fransiskus Sales Sodo yang juga Sekda Kabupaten Manggarai Barat dan Direktur Puspas KLB RD. Charles R. Suwendi.

Romo Frans Nala menyebut, ada dua latar belakang digelarnya festival akbar ini.

Pertama, adanya perkembangan pariwisata yang pesat dan masif di Labuan Bajo, Manggarai Barat yang menggarisbawahi empat hal penting, yakni adanya keterlibatan masyarakat Lokal, yang berakar kultural-spiritual setempat, menjaga kelestarian alam lingkungan dan demi terwujudnya Bonum Commune.

Kedua, pentingnya peran spiritual dan sosial Gereja yang sinodal dan inklusif dalam gegap gempita kemajuan pariwisata.

Romo Frans Nala juga menggarisbawahi gagasan dasar yang memberi warna pada pariwisata holistik dan berkelanjutan yang ditandai adanya partisipasi aktif masyarakat lokal yang ditandai dengan keterlibatan aktif dan kreatif dalam proses pariwisata super prioritas Labuan Bajo, Flores.

Aspek lain yang ditonjolkan yakni berbudaya di mana pariwisata harus berakar dan bertumbuh dalam kearifan lokal dan spiritualitas setempat.

Romo Frans Nala juga mengatakan, pentingnya aspek berkelanjutan dari pariwisata yang menekankan agar pariwisata mesti merawat dan melestarikan alam ciptaan, plus aspek sinodal yang menekankan persaudaraan yang dirajut dalam semangat jalan bersama, dan aspek Inklusif adanya keterbukaan terhadap semua orang dan merangkul keberagaman dalam rumah bersama Keuskupan Labuan Bajo.

Romo Frans Nala menyebut empat tujuan kegiatan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara yakni:

Pertama, agar UMKM berkembang dan masyarakat lokal turut menikmati kemajuan pariwisata.

Kedua, agar komunitas seni dan atraksi budaya lokal bertumbuh terintegrasi dengan perkembangan pariwisata.

Ketiga, agar lingkungan alam tetap terjaga keutuhannya, serta terawat bersih, asri dan menawan.

Keempat, agar orang mengalami pariwisata sebagai perjumpaan persaudaraan dan ziarah bersama yang inklusif menuju kepenuhan sukacita sejati pada Sang Khalik.

Tema dan Pesan

Suasana rapat peserta dari pelbagai lintas agama yang menghadiri rapat pemantapan pelaksanaan Festival Golo Koe di Aula Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Sabtu (3/5/2025). Foto Wall Abulat

Festival Golo Koe Tahun 2025 mengusung tema “Keuskupan Labuan Bajo: Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif”.

Tema ini, Romo Frans Nala menggarisbawahi empat hal penting:

Pertama, Keuskupan Labuan Bajo sebagai rumah kebangsaan dan mozaik persaudaraan dalam konteks pariwisata berkelanjutan yang sinodal dan inklusif.

Kedua, Keuskupan Labuan Bajo yang merangkul kemajemukan dan berjalan bersama dalam keanekaragaman budaya dan spiritualitas.

Ketiga, ajang ini merupakan pertemuan antara budaya dan turisme memperluas persaudaraan dan menjadi sarana pertumbuhan iman bagi umat.

Keempat, peran turisme dalam penginjilan dan pembangunan berkelanjutan yang adil, partisipatif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Waktu dan Aneka Event

Suasana rapat peserta dari pelbagai lintas agama yang menghadiri rapat pemantapan pelaksanaan Festival Golo Koe di Aula Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Sabtu (3/5/2025). Foto Wall Abulat

Ajang Festival Golo Koe ini dilaksanakan dalam beberapa waktu yang telah disepakati, di mana selama bulan Februari hingga Juni merupakan momen: Diseminasi/Publikasi Informasi FGK 2025 dan Launching FGK 2025, dan perayaan punak Festival akan berlangsung Juli-Agustus 2025.

Selama tenggang waktu ini ada beberapa kegiatan yang teragendakan secara baik yakni: Prosesi Patung Maria di seluruh Paroki se-Keuskupan Labuan Bajo selama 9 Juli hingga 9 Agustus 2025.

Agenda lainnya, pembukaan pameran dan pentas seni pada 10 Agustus; kegiatan ekologi, sosial karitatif dan edukasi/pewartaan pada 11 Agustus; karnaval budaya dan selebrasi cultural Maria Assumpta Nusantara pada 12 Agustus; teater budaya, pentas caci,dan anjang sana rohani pada 13 Agustus; prosesi akbar Maria Assumpta Nusantara (laut dan darat) pada 14 Agustus; dan Misa Agung dan konser pada 15 Agustus.

Ada pun lokasi utama kegiatan terpusat di Waterfront City Marina Labuan Bajo karena venue atraktif ini dapat menampung puluhan ribu orang serta memiliki fasilitas-fasilitas ruang terbuka, amphiteater, tribun, panggung, hall, taman, tempat parkir, dan lokasi Gua Maria di bukit Golo Koe, terletak di tepi Kota Labuan.

Sejumlah Agenda Utama Kegiatan

Festival Golo Koe Maria Maria Assumpta Nusantara ini memiliki sembilan agenda kegiatan utama.

Pertama : pameran ekonomi kreattif dan kuliner nusantara yang berlangsung di  Waterfront City pada tanggal:10-13 dan 15 Agustus 2025 sejak pukul 18.00 hingga 23 Wita dengan mengusung tema/isi: ekonomi kreatif (UMKM), karya sosial, karya pendidikan, karya pastoral, dan komunitas lintas agama/etnik.

Kedua, pentas seni budaya nusantara dengan item kegiatan pentas seni suara: tunggal dan vocal grup, seni tari/musik tradisional, seni tari kontemporer, dan seni teatrikal. Peserta: Komunitas adat/suku, sanggar, paroki, sekolah, Lembaga, lintas agama, dll.

Ketiga, kegiatan ekologis: berupa reboisasi, rehabilitasi terumbu karang, dan pembersihan sampah di wilayah Labuan Bajo pada tanggal 11 Agustus 2025.

Keempat, kegiatan sosial karitatif seperti pembagian sembako untuk kelompok rentan dan keluarga miskin/kurang mampu pada 11 Agustus 2025.

Kelima, kegiatan rohani dengan peserta para imam, biarawan/ti, umat, komunitas rohani, orang muda/pelajar yang bertempat di  Aula Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi pada 11 Agustus 2025.

Keenam, karnawal, budaya, dan selebrasi Maria Assumpta Nusantara  bertempat di  Waterfront City  pada 12 Agustus 2025.

Ada pun jenis kegiatan berupa karnaval budaya: Paroki, Paguyuban Etnik, Lembaga/Instansi, dll, dan selebrasi Maria: tarian kolosal Maria Assumpta Nusantara.

Ketujuh,teater budaya Manggarai dan pentas caci kolosal yang  melibatkan pelajar/anak sekolah dengan lokasi Waterfront City pada Agustus 2025.

Kedelapan, prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara ke semua gereja paroki di Keuskupan Labuan Bajo sehak 9 juli hingga 9 Agustus 2025, dan perayaan puncak pada tanggal 14 Agustus 2025 yang melibatkan peserta sekitar : 15.000.

Ada pun kegiatan perayaan puncak meliputi: perarakan, doa, pujian, nyanyian, tarian yang bernuansa inkulturatif  dengan dua sasaran yakni prosesi laut dengan menggunakan: kapal pinisi dan barisan motor ketinting, dan prosesi darat dengan 7 stasi tematis/kultural.

Kesembilan, Ekarisi Agung Pesta Maria Assumpta Nusantara yang berkarakter inkulturatif plus kor dan tari kolosal liturgis berlokasi di Waterfront City pada 15 Agustus 2025. Perayaan dipimpin Uskup Labuan Bajo dan diikuti ratusan imam.

Festival akan ditutup dengan pemukulan gong dan kembang api setelah perayaan Ekaristi, dan para pengunjung akan dihibur dengan pentas seni dan konser artis.

Momen Ditunggu Wisatawan Mancanegara dan Domestik

Momen Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara yang mengusung tema “Keuskupan Labuan Bajo: Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif” tentu menampilkan pelbagai keunikan budaya dan nilai yang menampakkan Keuskupan Labuan Bajo sebagai rumah kebangsaan dan mozaik persaudaraan dalam konteks pariwisata berkelanjutan yang sinodal dan inklusif dan merangkul kemajemukan dan berjalan bersama dalam keanekaragaman budaya dan spiritualitas.

Momen Festival ini tentu menjadi Locus pertemuan antara budaya dan turisme memperluas persaudaraan dan menjadi sarana pertumbuhan iman bagi umat.plus mewarisi pesan bahwa penrtingnya peran turisme dalam penginjilan dan pembangunan berkelanjutan yang adil, partisipatif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Tema yang sangat menarik ini plus implikasi konkretnya sebagaimana disebutkan di atas tentu menjadi kerinduan bagi wisatawan, baik wisatawan mancanegara (wisman), wisatawan nusantara (wisnu) atau domestik, maupun wisatawan lokal.

Konkretnya, ajang Festival Golo Koe Maria Assumpta ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu baik oleh pelbagai elemen umat Keuskupan Labuan Bajo, maupun para wisatawan, baik wisman, maupun wisatawan nusantara.

Dalam konteks ini, tak salah kalau momen Festival Golo Koe Maria Assumpta ini menjadi ajang untuk semakin mengenal dan mencintai Keuskupan Labuan Bajo dan pelbagai dinamika kehidupan umatnya untuk semakin dicintai di hati elemen masyarakat Indonesia, dan masyarakat dunia.

Kita optimistis bahwa pelbagai kemasan pentas, acara dan atraksi yang ditampilkan selama Festival Golo Koe Maria Assumpta ini akan menjadi kado terindah dari Keuskupan Labuan Bajo untuk Indonesia dan Dunia. Kita doakan agar pelaksanaan Festival ini berlangsung aman, sukses, dan senantiasa dirahmati Tuhan. *

Penulis: Jurnalis, Penulis Buku dan Pernah Menjadi Ketua Komsos Paroki Thomas Morus Maumere dan Anggota Biro Komsos Keuskupan Maumere

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *