MUDIKALINK.net-Selain kegiatan inti Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusra, di Larantuka, Keuskupan Larantuka, Panitia telah merancang sejumlah kegiatan dan acara lain.
Salah satunya, panitia membuka ruang pameran usaha kecil dan menengah (UMKM) selama berlangsungnya Perpas XII Regio Nusra. Lokasi pameran UMKM bertempat di pelataran Rusun Unio Diosisan Larantuka, di Lebao Tengah.
“Seksi Pameran Panitia Perpas Regio Nusra di Larantuka akan membuka pameran UMKM selama lima hari sejak hari pertama hingga penutupan,” kata Ketua Seksi Pameran, Katharina M. Riberu di Larantuka, Flores Timur, Minggu 11 Mei 2025.
Perpas XII Regio Gerejawi Nusra sesuai jadwal akan berlangsung pada 1-5 Juli 2025 di Keuskupan Larantuka dengan titik pusat di Paroki San Juan Lebao-Tengah. Perpas XII Regio Nusra mengusung tema, “Berjalan Bersama Para Migran dan Perantau Dalam Harapan”.
Kegiatan tersebut ikuti 9 Keuskupan Regio Gerejawi Nusra, yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetabula, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Labuan Bajo serta para pihak terkait.
Katharina Riberu mengatakan, UMKM yang ikut dari umat dan orang muda paroki dalam Kota Larantuka. Juga beberapa dari Kabupaten Lembata. “Selama pameran, juga ada live music atau home band. Lokasi pameran di Rusun Union,” katanya.
Kata Katharina Riberu, Seksi Pameran dan Panitia akan membuka pendaftaran untuk peserta UMKM.
“Dalam waktu dekat, kita buka pendaftaran. Kami harapkan, UMKM dari umat dan OMK paroki bisa mendaftar di panitia,” kata Katharina Riberu yang juga Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur itu.
Sebelumnya dalam rapat di Dekenat Larantuka, Ketua Umum Panitia, Romo Gabriel Unto da Silva mengatakan, Keuskupan Larantuka menjadi tuan rumah Perpas XII Regio Gerejawi Nusra pada 1-5 Juli 2025.
Perpas XII Regio Nusra mengusung tema, “Berjalan Bersama Para Migran dan Perantau Dalam Harapan”. Kegiatan Perpas XII Regio Gerejawi Nusra di Keuskupan Larantuka tersebut, juga akan dihadiri oleh para Uskup se Regio Nusra.
Romo Gabriel da Silva mengatakan, tujuan dari Perpas tersebut adalah untuk menghidupkan kembali spiritualitas “berjalan bersama” para migran dari gereja lokal se-Nusra.
Untuk memperkaya wawasan tentang karakteristik migran dan dampaknya dalam konteks gereja lokal Nusra, menemukan “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respon pastoral bersama gereja lokal se-Nusra terhadap para migran.
Dan juga membangkitkan aksi solidaritas bersama gereja lokal se Nusra yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan para pihak.
Pada Perpas XII Regio Gerejawi Nusra tersebut akan ada sejumlah agenda kegiatan, salah satunya berupa sharing pastoral migran dan perantauan dari keuskupan se Regio Nusra, Keuskupan Transit-Pangkal Pinang, Keuskupan Tujuan-Sandakan, Keningau dan Kota Kinabalu.
Hasil yang diharapkan dari pertemuan tersebut, yakni tumbuhnya spiritualitas “berjalan bersama” dengan para migran dalam diri peserta, terbangunnya wawasan tentang karakteristik migrasi dan dampaknya dalam konteks gereja lokal se-Nusra.
Selain itu, tersedianya “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respon pastoral bersama gereja lokal se-Nusra terhadap para migran dan tumbuhnya aksi solidaritas bersam gereja lokal se-Nusra dengan para pihak.
Sebagaimana diketahui, Perpas Regio Gerejawi Nusra biasanya dilaksanakan setiap tiga tahun dan dimulai sejak tahun 1981.
Perpas Regio Gerejawi Nusra sebelumnya berlangsung pada tahun 2019 di Keuskupan Atambua. Karena Covid-19 pada tahun 2020, maka Perpas XII Regio Gerejawi Nusra baru bisa dilaksanakan tahun 2025 dan Keuskupan Larantuka mencakup Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah. *

