MUDIKALINK.net-Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo, Keuskupan Ruteng, Reverendus Dominus (RD) Mansuetus Hariman melakukan terobosan luar biasa.
Ia menyulap lahan tidur milik paroki seluas 0,75 ha yang berlokasi di samping Timur Wisma Kevikepan Reo, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok menjadi kebun percontohan untuk ditanam lima jenis sayur/buah yakni sawi, mentimun, paria, kacang panjang, terung dan Lombok. Ada di antara tanaman sayur ini sudah mulai dipanen dan dipasarkan.
Di lokasi kebun percontohan pada Jumat 25 Juli 2025, lima jenis tanaman sayur itu tumbuh segar. Tanaman mentimun, kacang panjang dan paria sudah mulai berbunga.
Sementara tanaman terung ada yang sudah dipanen. Sedangkan tanaman sayur lainya sudah berusia di atas satu bulan hingga tiga bulan.Tampak di lokasi ada pipa air dan beberapa selang untuk menyalurkan air di sejumlah titik tanaman sayur.
Pastor Paroki Reo RD. Mansuetus Hariman terlihat enjoy memantau tiap jenis tanaman. Romo Mansu sangat senang karena areal lahan tidur milik paroki yang selama puluhan tahun tidak dikelola menjadi pusat usaha pengembangan usaha sayur.
Kebun Percontohan
RD. Mansuetus Hariman mengemukakan pihaknya memanfaatkan areal tidur milik paroki itu sebagai kebun percontohan bagi siapa saja, khususnya bagi umat Paroki Reo untuk mengembangkan aneka tanaman sayur untuk memenuhi kebutuhan harian dan untuk dipasarkan.
“Ini kebun percontohan. Saya persilahkan siapa saja untuk melihat apa yang sudah saya kembangkan ini dan memulai menanam aneka tanaman sayur,” kata Romo Mansu.
Romo Mansu juga berharap agar warga yang memiliki lahan tidur untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanam sesuatu yang bernilai ekonomis.
“Mari kita manfaatkan dan mengelola lahan tidur untuk ditanam aneka tanaman yang berguna,” katanya.
Apresiasi
Beberapa warga Reo, di antaranya Mama Katarina menyampaikan apresiasi atas terobosan Pastor Paroki Reo yang telah memberdayakan lahan tidur untuk ditanam aneka sayuran dan Lombok.
“Saya menyampaikan apresiasi atas terobosan Pastor Paroki yang mengolah lahan tidur menjadi kebun percontohan untuk dikembangkan tananam sayur,” kata Katarina. *
Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

