Perjalanan Panjang Hingga Terbentuknya Ordo Karmel Provinsial Indonesia Timur – MudikaLink

Perjalanan Panjang Hingga Terbentuknya Ordo Karmel Provinsial Indonesia Timur

MUDIKALINK.net-Mimpi agar provincial Indonesia Timur berdiri sendiri dan terpisah dari Provinsi Indonesia bermula sejak Karmel masuk di Maulo’o, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Tahun 1969.

Kemudian tahun 1993 sudah mulai ada formasi di Indonesia Timur pusatnya di Wairklau dan mulai ada mimpi bahwa bukan hanya sekedar menjadi Komisariat Jenderal tapi mimpi untuk menjadi Provinsi sendiri.

“Provinsi Indonesia Timur berpusat di Weruoret,Nita.Ini rumah Provinsialat, dari sinilah cahaya untuk dunia dari kami Indonesia Timur,” ungkap Romo Marselinus Barus,O.carm, Prior Provinsial Ordo Karmel Provinsi Indonesia Timur, Sabtu 30 Agustus 2025.

Marselinus menyebutkan, Provinsial Indonesia Timur mulai dari Bali sampai dengan Papua wilayahnya, kemudian rumah formasi ada tiga Novisiat di Weruoret dengan pos pastoral sedangkan yang sarjana strata satu (S1) itu belajar di Wairklau.

Lanjutnya, sekarang jumlah dari frater Novisiat sampai dengan yang berkaul kekal yang sudah sepuh para pastornya ada 229 orang, ada 101 para frater dan yang sudah kaul kekal 118 orang.

“Jadi cakupan wilayah Indonesia Timur memang sangat luas mulai dari Pulau Bali sampai dengan Papua.Pembagiannya Provinsi Indonesia itu Jawa, Kalimantan, Sumatera,” ungkapnya.

Marselinus menambahkan, sedangkan Provinsial Indonesia Timur mulai dari Pulau Bali sampai Papua, Sulawesi, Ambon, NTB dan NTT.

Ia menerangkan, sekarang ada 12 paroki ada tiga tempat retret yakni ada satu di Bali, satu di Maulo’o Paga dan satunya di Nilo Nita serta ada sekolah di Sumba Barat Daya, di Mbay Nagekeo dan di Maulo’o Paga.

Parokinya mulai dari Kuskupan Weetabula, Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Manokwari Sorong dan Keuskupan Makassar.

“Harapannya kami akan bertumbuh, berkembang dari Nita ini, ari Maumere ini untuk dunia. Dengan pertumbuhan para frater yang masuk ke Ordo Karmel, kami berharap bahwa dari sini nanti kami akan bermisi ke seluruh dunia,” ucapnya.

Pemberkatan dan Misa Syukur Provinsi Karmel Indonesia Timur

Marselinus menyebutkan, pihaknya saat ini sedang berjuang untuk usaha mandiri kecil-kecilan, pihaknya berjuang dan meyakini bahwa Tuhan pasti akan campur tangan kekurangan itu.

Ia meyakini Tuhan akan menambahkan segala sesuatu dan semoga burung-burung gagak yang diutus Tuhan untuk Nabi Elia tetap berjalan sampai sekarang.

Prior Jenderal Ordo Karmel Michell O’Neill,O.Carm menjelaskan, pembangunan rumah Provinsialat Ordo Karmel Indonesia Timur ini merupakan hasil dari suatu dinamika yang panjang.

Michell menyebutkan, bermula pada salah satu keputusan dalam Kapitel Provinsi tahun 2009 di Malang tentang rencana dilakukan hingga mencapai rekomendasi akhir dalam Kapitel Provinsi tahun pembentukan Komisariat Jenderal Indonesia Timur.

“Kajian mendalam terus dilakukan hingga tahun 2022 di Pematang Siantar bahwa Karmel Indonesia Timur perlu segera ditingkatkan statusnya dari Komisariat Provinsi menjadi sebuah Provinsi baru dalam Ordo,” terangnya.

Michell menerangkan, berbagai persiapan yang perlu terus dikerjakan, salah satunya yakni rencana pembangunan sebuah Rumah Biara Pusat yang akan menjadi pusat pelayanan Ordo Karmel Indonesia Timur di masa mendatang.

Ia menjelaskan, guna menandai Perayaan 100 tahun kehadiran Ordo Karmel di Tanah Air pada tahun 2023 lalu, Dewan Pimpinan Komisariat periode 2022-2025 pun membentuk Tim Pembangunan Biara Pusat yang diketuai oleh Pater Yosef Arnoldus Devanto, O.Carm.

Lanjutnya, atas prakarsa tim ini, maka pada tanggal 2 Februari 2023 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan biara pusat yang dipimpin oleh P. Stef Buyung Florianus, O.Carm.

“Tim ini sungguh telah mencurahkan segala usaha dan perhatian mereka, juga mengajak semua konfrater Ordo Karmel Indonesia Timur untuk terlibat dalam rencana bersama,” ungkapnya.

Michell mengatakan, rencana bersama itu meliputi kerja, kontribusi biaya pembangunan, penggalangan dana dan lainnya serta mengundang partisipasi semakin banyak orang, misalnya para donatur dan semua yang berkehendak baik untuk ambil bagian dalam proyek Pembangunan Biara Pusat ini.

Ia memaparkan, tanggal 25 Maret 2025 yang lalu, ketika Ordo Karmel Indonesia Timur resmi berdiri sebagai sebuah provinsi dalam Ordo, Pembangunan Rumah Biara Pusat yang kelak akan menjadi sebuah Provinsialat terasa lebih istimewa lagi.

Disebutkannya, bangunan ini bisa dilihat sebagai identitas Karmel di Indonesia Timur, tapi juga buah dari kerja dan doa semua orang yang mencintai dan mendukung karya para karmelit.

“Maka, setelah berjalan lebih dari dua tahun, dalam kasih dan rencana Allah, proyek pembangunan Biara Pusat ini pun akhirnya selesai. Sebuah Biara Provinsialat yang nyaman, layak, dan indah pun telah berdiri,” ucapnya.

Pemberkatan dan Misa Syukur Provinsi Karmel Indonesia Timur

Michell mengajak kita bersyukur pada Tuhan atas segala pencapaian ini, berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut memberi yang terbaik, dan berdoa agar para karmelit Indonesia Timur semakin giat berkarya mewartakan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Dirinya mengatakan, pada Hari Raya Kabar Sukacita 2025 kita semua mendapat kabar sukacita dengan berdirinya sebuah Provinsi Ordo karmel yang baru, Provinsi Karmel Indonesia Timur.

Sejarah Berdirinya

Romo Yosef Arnoldus Devanto,OCarm selaku ketua pembangunan Provinsialat menjelaskan sejarah berdirinya provincial Indonesia Timur.

Romo Yosef mengatakan, Konsilium Jenderal Ordo Karmel menerima permohonan dari Provinsi Indonesia untuk mendirikan Komisariat Provinsial Indonesia Timur menjadi Provinsi baru.

Selanjutnya, Karmelit Indonesia memulai karya pertama di Indonesia Timur pada tanggal 4 Oktober 1969 di Paroki Salib Suci Mauloo. Tiga Karmelit pertama yang dikirim ke paroki Mauloo adalah Rm. Ignasius Widodo, O.Carm, Rm. Fransiskus Xaverius Sardjono, O.Carm, Br. Yakobus Soeradji, O.Carm.

Ia mengatakan, setelah 24 tahun dimulailah karya di bidang formasi tepatnya pada tanggal 20 Juli 1993 pada Hari Raya Nabi Elia, formasi untuk kelompok pertama Postulan di Indonesia Timur dimulai.

“Setahun kemudian, pada tanggal 12 Juli 1994, mereka memulai novisiat dengan menerima jubah Karmel dari Prior Jenderal, Rm. John Malley, O.Carm. Tahun 2006 Konsilium Provinsi Indonesia memutuskan untuk meningkatkan status Regio Indonesia Timur menjadi Komisariat Provinsial Indonesia Timur,” ungkapnya.

Selanjutnya, sebut Romo Yosef, kapitel Provinsi Indonesia tahun 2009 menetapkan agar Konsilium Provinsi dan Konsilium Komisariat mempelajari kemungkinan Komisariat Indonesia Timur menjadi Komisariat Jenderal pada tahun 2025.

Ia memaparkan, tahun 2018, Kapitel Provinsi mengamanatkan Konsilium Provinsi untuk membentuk Panitia Ad Hoc untuk menyiapkan Komisariat Indonesia Timur menjadi Komisariat Jenderal mempertimbangkan perkembangan Komisariat Indonesia Timur.

“Kapitel Provinsi tahun 2022 memberikan dukungan suara atas pendirian Provinsi baru di Indonesia Timur dan meminta Konsilium Provinsi untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menyiapkan Komisariat Indonesia Timur menjadi sebuah Provinsi baru, dan mengirimkan proposal resmi pendirian kepada Konsilium Jenderal pada tahun 2023,” ucapnya.

Yosef menjelaskan, pada tanggal 20-30 Agustus 2023, Prior Jenderal, Mićeál O’Neill, O.Carm dan Konsiliarius Jenderal untuk Asia, Australia dan Oceania, Rm. Robert Puthussery, mengadakan visitasi kanonik di Komisariat Indonesia Timur.

Ia menyebutkan, mempertimbangkan semua informasi yang telah diterima, sejarah perkembangan Komisariat Provinsial, evaluasi dari anggota-anggota, dan pemenuhan garis besar ketentuan Konstitusi artikel 187, Konsilium Jenderal, dalam rapat pada tanggal 1 Oktober 2024, menyetujui permohonan pendirian Provinsi Indonesia Timur.

“Bersamaan dengan Hari Raya Kabar Sukacita pada 25 Maret 2025 secara resmi Provinsi baru ini berdiri, dan hari ini kita merayakannya bersama Pater Prior Jendral dan semua konfrater dari Provinsi Induk yang diwakili oleh Romo Provinsial Ordo Karmel Indonesia,” pungkasnya. *

Penulis: Ebed de Rosary I Editor: Wentho Eliando 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *