MUDIKALINK.net-Kasus rabies atau anjing gila di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) wilayah Keuskupan Maumere, mengganas alias meningkat drastis selama periode Januari hingga 12 Juni 2024.
Dalam tenggang waktu itu, dari 67 kasus/specimen otak anjing yang diteliti di Laboratorium dinyatakan positif rabies ada 25 specimen atau 37,31 persen. Dari puluhan korban gigitan yang ditangani ada 5 di antaranya meninggal dunia.
Untuk mencegah peningkatan kasus, Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Kabupaten Sikka gencar melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) yakni anjing, kucing dan kera.
Selama tenggang waktu ini, Tim Keswan telah memvaksinasi 2.632 HPR dengan rincian anjing sebanyak 2,566 ekor, kucing 60 ekor, dan kera 6 ekor.
Data HPR telah divaksin ini diterima Mudikalink.net dari Pejabat Otoritas Veteriner pada Bidang Keswan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka drh. Eus Keupung. Dia juga merupakan anggota Tim Keswan yang melakukan vaksinasi pada Sabtu 27 Juli 2024.
Drh. Eus Keupung menjelaskan, data HPR yang sudah divaksin itu direkap dari kegiatan vaksinasi Tim Keswan di 20 desa/kelurahan dari total ratusan desa kelurahan di Kabupaten Sikka.
Desa-kelurahan yang sudah divaksin, urai Dokter Eus Keupung yakni Watukobu, Watumilok, Kopong, Iantena, Mekendetung, Blatatatin, Tanaduen, Kokowahor, Waiara, Geliting, Wairkoja, Umagera, Waioti, Tekaiku, Habi, Watuliwung, Watugong, Kota Baru, Lepolima, dan Beru.
“Total HPR yang sudah divaksin sebanyak 2.632 ekor, dengan rincian 2.566 ekor anjing, 60 ekor kucing, dan 6 ekor kera,” kata Dokter Eus Keupung.
Dokter Eus Keupung menambahkan, jumlah HPR yang divaksin pasti terus bertambah karena Tim Keswan terus melakukan vaksinasi HPR di sejumlah kelurahan dan desa sesuai agenda yang telah ditetapkan karena pelaksanaan vaksinasi akan terus berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.
Untuk menyukseskan pelaksanaan vaksin di Kabupaten Sikka, lanjut Dokter Eus Keupung, Tim Keswan dibagi dalam 4 tim, yakni tim 1, tim II tim III dan tim IV.
“Tim saling berkoordinasi untuk menyukseskan vaksin HPR sesuai jadwal yang dikeluarkan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka,” katanya.
Pada Jumat 26 Juli 2024, tim terpadu di antaranya Pejabat Otoritas Veteriner Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka drh. Eus Keupung, Maria Evy Sengsara (Puskeswan Alok Timur); Maksimus Fardi, dan beberapa tim melakukan vaksin HPR di RT 018/RW 004, Kelurahan Kota Baru, serta beberapa RT lainnya.
Di RT 018/RW 004, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alor Timur, tim memvaksin 8 ekor anjing milik salah seorang warga Benyamin Teti, serta belasan ekor anjing di RT ini lainnya.
Vaksin Bantuan BNPB

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Yohanes Emil Satriawan, SP, M.Si telah mengeluarkan jadwal resmi pelaksanaan vaksinasi HPR di Kabupaten Sikka.
Jadwalnya dimulai di Kecamatan Kewapante dari tanggal 22 hingga tanggal 23 Juli 2024, lalu Kecamatan Kangae dari tanggal 23 hingga 25 Juli 2024, Kecamatan Alok Timur dari tanggal 25 hingga 29 Juli, Kecamatan Alok dari tanggal 29 hingga 30 Juli 2024.
Selanjutnya Kecamatan Nelle dari tanggal 30 hingga 31 Juli; Kecamatan Koting dari tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2024; Kecamatan Alok Barat tanggal 1 Agustus; Kecamatan Nita tanggal 2 hingga 5 Agustus; dan Kecamatan Magepanda pada tanggal 6 Agustus.
Kadis Pertanian dalam surat yang ditandatanganinya tertanggal 2 Juli 2024 juga menyebutkan bahwa vaksin yang dilakukan saat ini merupakan bantuan dari BNPB.
Terima Kasih

Pemilik anjing di RT 018/RW 004, Kelurahan Kota Baru, Benyamin Teti menyampaikan terima kasih kepada Tim Keswan yang melakukan vaksinasi HPR, termasuk 8 ekor anjing miliknya pada Jumat 26 Juli 2024.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Tim Keswan yang telah memvaksinasi HPR, khususnya 8 ekor anjing milik saya,” kata Benyamin Teti. *
Laporan: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

