Wanita Katolik Mesti Mengedukasi Sesama untuk Memilih Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat – MudikaLink

Wanita Katolik Mesti Mengedukasi Sesama untuk Memilih Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat

MUDIKALINK.net-Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) mesti menjadi corong mengedukasi sesama dan masyarakat untuk memilih pemimpin yang bijak dan baik dengan masyarakat.

Kata Ketua Presidium DPD WKRI Keuskupan Agung Ende (KAE), Paulina Pede, Sabtu 27 Juli 2024 pagi usai jalan sehat bersama perempuan lintas agama dalam rangka satu abad WKRI.

Paulina Pede mengatakan pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tahun ini wanita Katolik mesti ikut berperan memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya.

Wanita Katolik mesti berperan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memilih pemimpin bijak dan dengan masyarakat. Pemimpin yang dekat dengan masyarakat akan selalu hadir di tengah rakyatnya dan mendengarkan suara kaum kecil.

“Ibu-ibu WKRI mesti jadi corong memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang baik dan dekat masyarakat,” katanya.

WKRI di KAE melaksanakan berbagai kegiatan menyambut usia satu abad organisasi ini. Kegiatan ini tidak saja diikuti oleh ibu-ibu dari agama Katolik tetapi melibatkan organisasi perempuan lintas agama dan organisasi perempuan lainnya.

Saat jalan sehat bersama, Sabtu 27 Juli 2024 pagi tampak diikuti oleh ibu-ibu dari agama lain dan instansi terkait lainnya.

Jalan sehat mengambil titik star di gereja Paroki St Yosef Onekore dan finis di halaman gereja Paroki St Yosef Freinademetz Mautapaga. Jalan sehat ini diakhiri senam bersama serta door prize dengan berbagai hadiah.

Paulina Pede pada sela-sela kegiatan ini mengatakan di usia yang ke seratus tahun ini WKRI tetap eksis menjadi wadah berhimpun bagi ibu-ibu katolik.

Saat ini DPD WKRI Keuskupan Agung Ende sudah memiliki beberapa cabang di paroki maka diharapkan pengurus di tingkat cabang bisa membentuk pengurus ranting.

“Kita harapkan pengurus cabang mulai bentuk ranting dan target kita semakin banyak ibu-ibu Katolik bergabung di WKRI,” kata Paulina.

Paulina mengatakan usia satu abad adalah perjalanan yang cukup panjang maka momen ini menjadi kesempatan refleksi bagi anggota WKRI agar lebih semangat lagi.

Terkait keterlibatan organisasi perempuan lintas agama, kata Paulina, WKRI mengajak kaum perempuan di daerah ini tampil lebih semangat lagi.

WKRI juga mengajak perempuan untuk melawan kekerasan terhadap perempuan. Kaum perempuan tidak boleh lagi jadi korban kekerasan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. *

Laporan: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *