MUDIKALINK.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) mesti mengkap peluang usaha gola kolang. Karena memiliki potensi bisnis/investasi positif di masa mendatang, punya prospek pasar menjanjikan buat jangka panjang.
Gola kolang adalah gula batang berbahan baku enau. Prodak yang satu ini dibuat secara manual oleh masyarakat Mabar tertentu yang diwariskan secara turun temurun. Mulai dari isi gula, pembukus dan pengikatnya semua dari enau.
Demikian anggota DPRD Mabar, Bernadus Ambat menanggapi media ini belum lama berselang di Labuan Bajo ibu kota Mabar-Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia dimintai tanggapan terkait suara Duta Besar (Dubes) RI untuk Jepang Heri Akhmadi dan pengusaha-pengusaha setempat Jepang sudah mempertanyakan potensi gola kolang Mabar dalam jumlah banyak, tonan.
Menurut Ambat yang asal Partai Perindo tersebut, kerja pembuatan gola kolang tergolong rumit, jauh lebih mudah bikin sopi/arak dan gola rebok (sari air enau yang dibuat menjadi semacam tepung, tepung gula dari enau).
Ambat tahu betul pembuatan gola kolang tergolong rumit, prosesnya butuh waktu, mengingat keluarga, sanak famili, dan warga tempat asalnya, yaitu Kecamatan Ndoso- Mabar rata-rata perajin gola rebok, gola kolang, dan sopi, disamping hidup sebagai petani kopi, vanili, cengkeh, cokelat/kakao, kemiri dan lain sebagainya.
Meski demikian, kata Ambat, para pihak di Mabar mesti menangkap peluang gola kolang. Ini usaha yang menjanjikan walau butuh waktu. Pasalnya gola kolang adalah prodak pangan lokal Mabar yang serba alami, baik isi, pembukus, pengikat, dan lain-lain, semua dari enau.
Isinya berasal dari sari air enau yang disadap di batang pangkal buah, ditampung dalam wadah, lalu dimasak matang, kemudian dimasukan dalam mal khusus. Setelah itu dibungkus dengan daun enau dan diikat dengan lidi enau itu sendiri.
Dari sudut pandang pariwisata khususnya, gola kolang tergolong unik dan langkah, karena prodak satu ini hanya ada di Manggarai Barat, di ujung barat Nusa Bunga- Flores.
Manakala gola kolang kelak jadi peluang bisnis/investasi, menjadi komoditi ekspor, mungkin dengan sendirinya juga enau di Manggarai Barat khususnya, dapat terletari secara otomatis oleh masyarakat setempat karena sebagai bahan dasar/bahan baku gola kolang, disamping bahan baku gola rebok, sopi/arak, sapu lidi, tusuk sate, tusuk gigi dan lain sebagainya, tutup Ambat. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

