Misa Kamis Putih di Rutan, Uskup Maumere Basuh Kaki 12 WBP – MudikaLink

Misa Kamis Putih di Rutan, Uskup Maumere Basuh Kaki 12 WBP

MUDIKALINK.net-Uskup Keuskupan Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu untuk tahun ketiga merayakan misa Kamis Putih bersama para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II B Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis 17 April 2025 malam.

Dalam misa ini Uskup Maumere membasuh kaki 12 WBP termasuk di antaranya 6 orang laki-laki WBP kasus HGU Nangahale yang menjalani hukuman selama 10 bulan penjara.

Dalam homilinya Uskup Edwaldus menekankan, perjamuan terakhir antara Yesus dan para muridnya selalu dikenang sebagai tanda kasih yang tak terlupakan dan tak tergantikan ketika Tuhan Yesus memberikan diri seutuhnya kepada manusia.

“Pesan-pesan di saat terakhir sellau diingat, berdaya magis mendobrak kegembiraan hati yang paling dalam,” sebut Uskup Edwaldus.

Uskup Edwaldus menyebutkan, Rasul Paulus dalam bacaan kedua (1 Korintus 11:23-26) menegaskan kembali makna persatuan dengan Tuhan ketika pertobatan iman harus diupayakan hari demi hari untuk membawa hidup menuju keselamatan abadi.

Dirinya menegaskan, “kita sekalian sebagai himpunan umat Allah, gereja lokal Keuskupan Maumere digerakkan untuk memperjuangkan pertobatan ekologis, lingkungan, seorang peziarah berpengharapan yang terus berjuang dalam kasih.”

Sebutnya, kata-kata Paus Franciskus ini sangat membuka hati kita malam ini, Kasih Tuhan memanggil kita untuk bergerak melampaui rasa takut.

Ia mengatakan, kita memohon kepada Tuhan agar kita diberi keberanian untuk mengenakan iman, harapan dan kasih saat kita pergi ke dunia dan menjadi firman dalam tubuh dan jiwa.

“Pertobatan ekologis yang diserukan dalam Sidang Pastoral Keuskupan Maumere pada Januari yang lalu, menjadi pesan untuk menghadirkan komunitas perjuangan selaras dengan kata-kata Yesus, kamu harus saling membasuh,” ucapnya.

Uskup Edwaldus mengatakan, selanjutnya Sang Guru menegaskan barang siapa sudah mandi cukuplah ia membasuh kakinya karena ia sudah bersih seluruhnya, kamu sudah bersih hanya tidak semua.

Yesus membasuh kaki para muridnya dan hal ini membuat perasaan tidak enak dalam hati para murid ketika seorang guru dan Tuhan, melakukan tindakan yang mestinya dilakukan oleh murid pada guru.

Lanjutnya, ungkapan hati Yesus bahwa kamu sudah bersih namun tidak semua adalah sebuah bahasa hati betapa kita yang berada di tempat ini, sudah dimurnikan dan dikuduskan dan kita butuh hati yang terbuka pada pengampunan dan belas kasih dari kasih Yesus sendiri.

Ia menegaskan, pembasuhan kaki menjadi simbol penting betapa kita harus selalu minta pengampunan Tuhan untuk salah dan dosa kita, kita harus mohon kerahiman Tuhan dan kasihnya untuk masa lalu kita.

Kata Uskup Edwaldus, “kita butuh penebusan dan hanya Yesus yang bisa memberikan penyelamatan dan penebusan itu”.

“Rumah ini, tempat ini adalah rumah sukacita dimana Tuhan Yesus selalu datang di tiap bilik-bilik kita serta memeluk dan memberkati kita dalam segala kerapuhan yang ada di masa lalu kita,” ucapnya. *

Penulis: Ebed de Rosary

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *