Cari dan Evakuasi ODGJ di Hutan, Suster Lucia, CIJ Mohon Petunjuk Santa Dymphna Pelindung Panti – MudikaLink

Cari dan Evakuasi ODGJ di Hutan, Suster Lucia, CIJ Mohon Petunjuk Santa Dymphna Pelindung Panti

Oleh: Dionisius Ngeta

MINGGU, 27 April 2025, Suster (Sr) Lucia, CIJ, Pimpinan Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere bersama beberapa perawat mencari salah satu Orang Dengan Gangguan/Sakit Jiwa (ODGJ) di Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.

Sr. Lucia, CIJ sebelumnya mendapatkan informasi dari Pak Benediktus Beru, salah satu anggota Polisi yang bertugas di wilayah Kapolsek Kecamatan Waigete. Pak Ben, demikian biasa dipanggil menyampaikan bahwa ada seorang perempuan dengan gangguan/sakit jiwa tinggal berpindah-pindah di hutan di wilayah desa tersebut.

Setelah dikonfirmasi lebih lanjut keberadaannya dan dikomunikasikan dengan kepala desa setempat dan keluarga, Sr. Lucia, CIJ bersama tim langsung bergegas menuju lokasi hutan yang diperkirakan ODGJ itu ada.

Anggota tim yang ikut dalam pencarian antara lain Pak Emanuel Siga, S. Kep, Ns, Pak Adrianus Romario Lodo, S. Kep. Ns, Hildegardis Nona Rus, D3 Keb, dan salah satu staf kantor panti/Yayasan, Pak Stefanus Mado Badin.

Sr. Lucia, CIJ sudah merasakan bisikan suara hatinya bahwa ada orang yang membutuhkan bantuan sejak ia bangun pagi di hari Minggu yang dinamakan Hari Minggu Kerahiman itu.

“Sesungguhnya sejak bangun tadi pagi saya sudah merasakan bisikan suara hati. Bahwa ada orang yang membutuhkan bantuan,” kenang Sr. Lucia, CIJ.

Setelah berada di desa Egon, masyarakat/keluarga menginformasikan terkait nama dan keberadaan ODGJ tersebut.

“Ia adalah Maria Ester. Biasa dipanggil ibu Ester. Ester sering berpindah-pindah tempat tinggal di wilayah hutan ini. Kami tiga bersaudara. Ester mengalami sakit jiwa sejak masa muda. Kurang lebih sudah 20-an tahun. Ia selalu berada di hutan di wilayah desa Egon,” demikian saudaranya kepada pak Ben, salah satu anggota tim pencarian.

Cari dan Evaluasi ODGJ di Hutan, Suster Lucia, CIJ Mohon Petunjuk Santa Dymphna Pelindung Panti

Dalam pencarian mama Ester, Sr. Lucia, CIJ dan para perawat menyebar dan terbagi menjadi dua kelompok. Beberapa perawat bersama pak Ben Beru (polisi) dan yang lain bersama Sr. Lucia, CIJ, pimpinan panti.

Ketika berada di salah satu kampung di desa Egon, Sr. Lucia, CIJ memohon doa dan petunjuk Santa Dymphna, Pelindung Panti.

Pi“Santa Dymphna eee…, saya sudah lelah. Kami sudah cari beberapa tempat di hutan ini. Kalau engkau mau mama Ester tinggal di Panti Dymphna, tunjukkanlah dia…”

Beberapa saat kemudian, mama Maria Ester lewat di tempat itu. Dengan hanya mengenakan celana dalam, mama Ester berjalan lewat. Beberapa masyarakat yang sempat bersama Sr. Lucia, CIJ memastikan bahwa dia itulah yang sedang kita cari. Mereka menyampaikan bahwa mama Ester cukup agresif jika berhadapan dengan orang lain apa lagi mengajaknya pulang atau tinggal di rumah.

Dengan penuh Syukur dan bahagia, Sr. Lucia, CIJ menelpon kelompok yang lain bahwa mama Maria Ester sudah ditemukan. Sr. Lucia, CIJ bersama timnya memantau dan mengikutinya. Tidak langsung menangkapnya.

“Kita bahagia dan bersyukur karena doa dan permohonan kita kepada Tuhan lewat Santa Dymphna berhasil dikabulkan. Mama Ester sudah kita temukan. Tuhan telah menunjukan belas kasih dan kerahiman-Nya kepada kita di Hari Minggu Kerahiman ini, hari Minggu ini, Ini adalah kebahagiaan,” demikian ungkapan rasa syukur dan bahagia Sr. Lucia, CIJ yang juga adalah Pimpinan Yayasan Bina Daya St. Vinsensius.

Cari dan Evaluasi ODGJ di Hutan, Suster Lucia, CIJ Mohon Petunjuk Santa Dymphna Pelindung Panti

Pimpinan Yayasan, Sr. Lucia, CIJ memastikan bahwa mama Ester akan berhenti di lokasi di mana dia biasa tinggal. Di situ baru bisa dibangun komunikasi dari hati ke hati agar dia bisa tinggal di panti.

“Dia akan mau diajak, bila kita tetap menghargai dan menghormati prefasinya, apapun kondisi dan situasi yang kita hadapi atau kita alami. Komunikasi dari hati ke hati akan sangat menentukan keberhasilan kita dalam mengevakuasinya ke panti. Kita ikuti terus dia sampai pada tempat di mana dia tinggal di hutan ini. Kita akan merayunya dengan kasih,” demikian Sr. Lucia, CIJ yang sudah 20-an tahun mengabdi bagi kepentingan Orang Dengan Sakti Jiwa di Panti Santa Dymphna.

Setelah cukup jauh mengikutinya, mama Ester berhenti di tempat di mana dia biasa tinggal di wilayah hutan itu. Tanpa ada keraguan Sr. Lucia, CIJ membangun komunikasi dari hati ke hati dengan mama Ester walaupun tetap waspada didampingi beberapa perawat.

Beberapa masyarakat yang ikut dalam pencariannya mengingatkan bahwa mama Ester adalah seorang ODGJ agresif. Dia bisa melakukan kekerasan apa saja dan sulit untuk diajak pulang ke rumah. Mereka juga meragukan bahwa dia akan bisa dievakuasi dan mau tinggal di Panti Santa Dymphna.

Iman yang kuat dan Cinta yang besar memungkinkan segalanya. Sr. Lucia, CIJ mampu mengalahkan stigma itu. Sr. Lucia, CIJ mendekatinya, membangun komunikasi dengannya. Merayu dan merangkulnya. Lalu mengajaknya tinggal di panti. Namun ibu Ester menolak dan memberontak.

Sr. Lucia, CIJ tetap sabar. Ia tahu bahwa ODGJ memiliki hak untuk memilih. Mereka juga memiliki kebebasan dan harkat/martabat kemanusiaan untuk senantiasa dihargai sebagaimana kita. Karena itu Sr. Lucia,CIJ tetap menghormatinya, menghargainya sebagimana kita sambil terus membujuknya. Sr. Lucia, CIJ mengenakan pakaiannya.

Selain itu Sr. Lucia, CIJ kemudian memakaikan bapeng kepada mama Ester. Dengan penuh haru, Sr. Lucia, CIJ mengenakan bapeng putih miliknya kepada mama Ester. Walaupun sedikit memberontak, mama Ester pun menerima dan mau dipakaikan.

Kemudian tangannya diikat demi kemanan dan kenyamanan dalam perjalan, lalu ia evakuasi ke Pick Up panti. Mama Ester pun menurutinya walau sedikit menolak.

Lalu berangkat menuju Panti Santa Dymphna di Jl. Wairklau Napunglangir Kota Maumere. Kurang lebih 30-an kilo meter dari desa Egon Kecamatan Waigete.

Setibanya di panti, mama Ester kemudian dimandikan, dikenakan pakaian panti dan diberi makan. Mama Ester hidup berdampingan dengan bersama ODGJ Panti Santa Dymphna dan anggota komunitas panti lainnya. Kini ODGJ Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere sudah mencapai 131 orang. *

Penulis adalah Koordinator Program

Editor: Wall Abulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *