Oleh: Walburgus Abulat
Dikenang boleh dilupa jangan. Love at first sight. Cinta Pada Pandangan Pertama. Demikian dua kalimat yang selalu menggema dalam hati saya ketika melitanikan aneka karya kemanusiaan sosok Suster Lucia, seorang biarawati Kongregasi Ikut Yesus atau Conggregasi Imitacione Jesu (CIJ).
Betapa tidak.Biarawati kelahiran Mataloko, 19 September 1966 telah puluhan tahun (sejak tahun 2003) total membaktikan diri untuk kaum terpinggir (voice for the periphery) dan kaum tak bersuara (voice of the voiceless), khususnya bagi kaum cacat mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Selama tenggang waktu itu hingga saat ini, Suster Lucia, CIJ melakukan pelbagai upaya menebarkan kasih sayang dan memberikan perhatiannya yang tulus terhadap ratusan ODGG dari pelbagai pelosok Flores/NTT, bahkan ada beberapa dari luar Provinsi NTT.
Suster yang pernah dipercaya menjadi Muder komunitas CIJ Mangulewa Kabupaten Ngada sejak tahun 2003 mulai concern memberikan perhatia terhadap kaum terpinggirkan, khususnya ODGJ.

Untuk memberikan kenyamanan bagi kaum terpinggirkan, Suster Lucia, CIJ mulai membangun rumah untuk didiami kaum terpinggirkan pada tahun 2003. Untuk membangun panti, Suster bahkan rela merogoh uang miliknya sebesar Rp 2 juta agar segera dimulai membangun panti.
Suster juga melakukan pendekatan dan mengetuk hati para pihak, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Sikka. Dinas sosial saat itu menyumbangkan dana Rp 8 juta.
Berkat dukungan para pihak maka total dana yang terkumpul untuk pembangunan panti Rp 13 juta lebih. Pembagunan panti pun dimulai 26 Januari 2004.
Meskipun dana tidak mencukupi, namun Suster terus menggelorakan semangat bagi para tukang sehingga panti itu pun rampung dikerjakan pada Juni 2004.Panti yang dibangun ini pun diberi namaPanti Rehabilitasi Penyandang Cacat Santa Dymphna.
Sejarah mencacat bahwa penghuni awal panti ini adalah 10 gadis cacat yang sejak awal bersama Suster Lucia memulai penggalangan dana untuk pembanguan panti.
Kesepuluh gadis ini merupakan warga dampingan keterampilan menjahit yang difasilitasi Suster Lucia, CIJ dan mereka ini telah mengikuti pelatihan menjahit sejak November 2003.
Setelah panti dibangun, Suster Lucia bersama kru panti mulai turun ke jalan-jalan, tidak saja di Kota Maumere dan sekitarnya, tetapi juga menyambangi sejumlah titik di daratan Flores.
Suster Lucia melakukan pendekatan dengan kaum cacat mental yang berkeluyuran di jalan-jalan dan mengajak mereka untuk menempati panti yang telah dibangunnya. Tak hanya ‘merayu’ kaum terpinggirkan itu, Suster juga melakukan pendekatan dengan keluarga dan para pihak agar ODGJ yang ditelantarkan di jalanan dibawa ke panti.

Berkat totalitas pengabdian Suster Lucia dan komunikasi yang tulus yang dibangunnya maka ODGJ mulai berdatangan dan menempati panti.
Beberapa ODGJ dan kaum terpinggirkan yang menghuni panti di antaranya Imelda Griyang Matarau (Lembata), Maria Rinde (Sikka), Mbak Lola asal Jawa Barat dan menjadi warga Ende yang dijemput oleh Suster Lucia pada Desember 2007.
Beberapa warga binaan panti lainnya di antaranya Mama Germana Ger (Sikka), Maria Florida (Ende), Kristina Rumba (Ende), Bertin (Ende), Maria Rosana Katarina Tu (Nagekeo),Ursula Pinse (Sikka), dan ratusan ODGJ lainnya.
Terbaru, Suster Lucia turun ke jalan, termasuk ke salah satu kawasan hutan di Egon, Kecamatan Waigete untuk membujuk ODGJ bernama Ester untuk tinggal di Panti. Berkat pendekatan yang tulus dari Suster Lucia da kru Panti,Ester pun berhasil dibawa ke panti pada Minggu Kerahiman 27 April 2025.
Terinspirasi Berbelas Kasih Allah
Sosok Sr. Lucia, CIJ bagi saya adalah sangat inspiratif, multi talent, dan membaktikan seluruh hidupnya bagi orang-orang kecil, terutama Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Sr. Lucia sungguh mencintai ODGJ dengan total, tanpa pamrih. Ia tidak sekadar ingin mencintai ODGJ dan orang kecil, tetapi sudah, sedang, dan akan terus mencintai mereka dengan karya nyata sebagai wujud penghayatan panggilan hidupnya untuk selalu berbelas kasih dengan mereka.
Uniknya, di tengah totalitas mengabdi ODGJ dengan sepenuh hati, Lulusan Terpuji STIPAS St. Sirilus Ruteng ini selalu melakukan pelbagai kreativitas dan inovasi pada pelbagai bidang yang bisa menginspirasi banyak orang.
Beberapa kreativitas yang dilakukan Suster Lucia yang patut dicatat adalah bagaimana ia sangat meminati dunia sastra.
Tak heran, di tengah totalitasnya mengabdi ODGJ, lulusan Cum Laude Stipas St. Sirilus Ruteng ini, selalu mempunyai waktu untuk menulis ratusan puisi,kata mutiara, dan meditasi.
Karya-karyanya di bidang sastra ini dibukukannya/diterbitkannya di mana hingga tahun 2023 ini sudah tercatat ada belasan buku yang sudah diterbitkan oleh Penerbit Karmelindo anggota Ikatan Penerbit Indonesia.
Buku-buku karya Suster Lucia yang sudah diterbitkan dan sudah beredar , di antaranya berjudul Mutiara Sampah (2013) dan dicetak ulang sebanyak 5 kali; Makna Ilahi: Kumpulan Puisi dan Renungan (2013), Mutiara Jiwa: Kumpulan Puisi dan Meditasi (2015), Mutiara Hati: Kumpulan Puisi dan Kata Bermakna (2017).
Mutiara Iman: Kumpulan Puisi dan Kata Bermakna (2018), Mutiara Batih: Kumpulan Puisi dan Meditasi (2018), dan Mutiara Kasih: Kumpulan Puisi (2021), Simfoni Kasih Santa Dymphna:Kumpulan Lagu dari Puisi-Puisi Suster Lucia, CIJ.
Selain buku, Suster Lucia juga menghasilkan ratusan puisi , kata bermakna, dan meditasi yang sangat mendalam.
Uniknya, puisi-puisi karyanya ini dijadikan syair lagu rohani yang dibingkaikannya dalam buku berjudul Simfoni Kasih Santa Dymphna:Kumpulan Lagu dari Puisi-Puisi Suster Lucia, CIJ yang juga diterbitkan oleh PT Karmelindo..
Dalam buku Simfoni ini termuat 59 lagu yang juga merupakan judul puisi. Ada pun lagu-lagu yang termuat dalam buku simponi ini berjudul Luka Dibalut Tuhan, Mars Santa Dymphna, Tuhanlah Kekuatanku, Mutiara Hati, Cinta dan Harapan, Cinta Penuh Iman, Kekayaan Hati, Menebar Hati, Puri Hati;
Ada Iman, Akar Hati, Hati Berbalas Kasih, Rindu Hati, Bingkai Kasih Chinesse, Hymne Bapak Engelbertus, SVD; Iman pada Salib, Iman Seorang Wanita, Kasih dan Kesabaran,Kasihmu Tak Tertakar,Kesabaran Itu Indah, Kesatuan Kasih Chinesse, Mars Henricus Leven, SVD;
Memeluk Allah, Merangkai Kehidupan, Mutiara Iman, Mutiara Kasih,Penuh Iman Mendamba, Pesona Ilahi, Taburan Iman, Telaga Batin, Terkapar di Jalanan, Tersulam Dalam Salib, Tuhan Musnahkanlah Corona, Syukur Tuhan, Doa dan Pasrah, Jeritan Hati Anak Cacat, CintaMu Tuhan, Terang Kasih, Langkah Iman, Damai BersamaMu, Jendela Hati, Dalam Iman, Terlukis Indah,
Dengan Iman, Cinta Kaum Difabel, Hanyalah CintaMu, Tujuan Iman, Kasih yang Terjaga, Kebeningan Jiwa, Berbias Kasih, Cahaya Kasih Tuhan, Surga Kecil Imanku, Syukur KasihMu Tuhan, Iman Sebesar Biji Sesawi, Jendela Hati 2, dan Menebar Iman.
Selain menghasilkan buku, Suster Lucia juga telah mengembangkan bakat menyanyi/ vocalis dalam puluhan lagu yang diciptakannya, dan dibuat dalam konten Youtube yang sangat viral dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa lagu yang syairnya diciptaan Suster Lucia dan menjadi vokalisnya yang sempat viral di Youtube di antaranya: Doa dan Pasrah, Merangkai kehidupan, Tuhan musnahkan corona, Akar Hati, Kesatuan Kasih Chinese, Kasih dan Kesabaran, Menebar Hati;
Mutiara Hati, Ahok untukmu, Luka Dibalut Tuhan, Cinta Kaum Difabel, Taburan Iman, Tuhanlah kekuatanku, Kesabaran itu Indah, Syukur KasihMu Tuhan, dan KASIHMU TAK TERTAKAR (Lagu Untuk Pak Jokowi). Lagu terakhir ini sangat viral dan memiliki viewers hingga Agustus 2023 ini di atas 788.000 lebih.
Suster Lucia, CIJ yang dihubungi Media ini mengemukakan bahwa pihaknya tekun menulis buku, puisi dan lagu karena terinspirasi oleh pancaran kasih Tuhan Yesus dalam diri ODGJ dan orang kecil yang dilayaninya dalam belasan tahun di Panti Santa Dymphna.
“Semua karya buku, puisi, lagu yang saya hasilkan ini semuanya karena belas kasih Tuhan Yesus, dan pancaran kasih yang sama dalam diri ODGJ dan orang-orang kecil,” kata Suster Lucia.
Suster Lucia mengaku ia selama ini selalu memiliki kepedulian terhadap ODGJ dan difabel selain karena alasan kemanusiaan dan penghayatan imannya akan Yesus yang Tersalib.
“Sesungguhnya hati memainkan peran amat penting dalam hidup ini. Apabila hati selalu dijaga, dan dipelihara, serta ditata dan dikelola dengan baik dan benar, maka orang akan selalu menemukan sesuatu yang baik dan indah dalam hidupnya. Keiklasan hati selalu terbuka terhadap sesama, terutama bagi ODGJ dan difabel. Para ODGJ inilah mutiara bagi saya dan yang menginspirasi saya untuk selalu menulis buku, puisi, menulis lagi dan terus bernyanyi,” kata Suster Lucia.
Suster Lucia mengaku ia selama ini selalu memiliki kepedulian terhadap ODGJ dan difabel selain karena alasan kemanusiaan dan penghayatan imannya akan Yesus yang Tersalib, juga ia lakukan ini karena panggilan hati.
“Sesungguhnya hati memainkan peran amat penting dalam hidup ini. Apabila hati selalu dijaga, dan dipelihara, serta ditata dan dikelola dengan baik dan benar, maka orang akan selalu menemukan sesuatu yang baik dan indah dalam hidupnya. Keiklasan hati selalu terbuka terhadap sesama, terutama bagi ODGJ dan difabel,” kata Suster Lucia.
Curiculum Vitae
Nama Permandian: Meo Sofia
Nama Suster: Sr. Lucia, CIJ
Tempat, Tanggal Lahir: Mataloko, 19 September 1966
Anak ke: 6 (bungsu) dari 6 bersaudara
Nama Ayah: Philipus Dopo (Almarhum)
Nama Ibu: Lusia Ule (Almarhumah)
Riwayat Pendidikan:
SD : SDK Rakalaba (tamat tahun 1981)
SMP : SMPK Mangulewa (tamat tahun 1984)
SMK : SMKK Muktyaca Ende (tamat tahun 1987)
S1 : Stipar Santo Sirilus Ruteng
Pendidikan yang Pernah Diikuti selama di Biara:
– Kursus Akuntans dan Mengetik di Ende
– Belajar menjahit Pakaian Wanita dan Anak di Yogyakarta
– Pernah Studi Kateketik, Pastoral care, Sarjana Agama Katolik dengan lulusan Terpuji/Cum Laude
– Mengikuti Finance Training yang diadakan oleh Mitra Kerja CRS (Catholic Relief Service) di Kupang
– Mengikuti beberapa pendidikan dan pelatihan tentang Yayasan dan Panti yang diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sikka dan Dinas Sosial Provinsi NTT tentang Pekerja Sosial.
Riwayat Panggilan:
Postulan CIJ : Tahun 1988
Kaul Pertama : Tanggal 22 Juni 1990
Kaul Kekal : Tanggal 8 Desember 1995
Pesta Perak : Tanggal 22 Juni 2015
Tempat Tugas:
Staf Ekonom Kongregasi CIJ selama 9 Tahun
Muder komunitas CIJ Mangulewa selama 1 tahun
Kepala Kursus Pendidikan Luar Sekolah anak-anak drop out selama 6 tahun di Ruteng
Ketua Yayasan Bina Daya Cabang Sikka dan Kepala Panti Rehabilitasi Penyandang Cacat Santa Dymphna sejak tahun 2003 hingga sekarang.
Motto: Tuhan adalah kekuatanku…kepadaNyalah hatiku percaya (Mzm 28:7)
Hobby: Menari, menyanyi, sastra dan menulis buku. *
Penulis: Jurnalis, Penulis Buku, dan Mitra Kerja Panti Santa Dymphna

