MUDIKALINK.net-Ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah berkumpul untuk merayakan 25 tahun imamat Pater Silvester Nusa, CSSR di halaman SDK Galawea, Ndora, Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT pada Kamis, 21 Agustus 2025. Perayaan misa syukur ini dipimpin langsung oleh Pater Silvester didampingi oleh beberapa imam lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Thomas Tiba Owa mengatakan perayaan tersebut merupakan bentuk permenungan dan pemurnian diri bagi Pater Silvester. Ia juga mengajak umat Katolik untuk mendoakan dan mendukung karya Allah dalam diri Pater Silvester.
“Konsisten akan komitmen panggilan hidup sebagai imamat, bukan perkara mudah. Ada banyak tantangan dan godaan yang dihadapi para Imam Katolik di tengah kemajuan teknologi yang serba terbuka saat ini,” kata Thomas.
Ia menambahkan, perayaan syukur imamat ini menjadi penegasan soal ketekunan untuk menghayati panggilan imamat. Sehingga pesta perak Pater Silvester ini mendorong para imam muda dalam usia tahbisan untuk tetap setia terhadap imamat sampai akhir hayat.
Perjalanan Imamat Pater Silvester Nusa
Di balik hikmatnya acara pesta perak ini, ternyata ada kisah unik Pater Silvester sejak kecil. Ia mengalami cacat fisik dan pernah lumpuh selama empat tahun.
“Saya lahir dalam kondisi fisik yang sangat kecil. Saya lumpuh selama empat tahun dan saya baru bisa berjalan di usia empat tahun,” ucap Pater Silvester.
Akibat kondisi fisik yang kurang normal, dia baru bisa masuk sekolah di usia 8 tahun. Selama di sekolah, Pater Silvester tergolong siswa pintar karena mendapatkan rangking sangat baik.
Kisah Pater Silvester berlanjut setelah tamat SMP, ayahnya tidak ingin lanjut sekolah dan memintanya tinggal di rumah. Dia didorong untuk pengganti sang ayah sebagai generasi penerus dalam keluarga.
Pater Silvester bertahan bekerja kebun, ikut kegiatan dalam kelompok tani hingga kuli pembangunan Bandara Turelelo Soa di Kabupaten Ngada.
Kemudian saudara kandungnya meminta Silvester lanjut sekolah di Sumba. Di sana, dia masuk jurusan IPA dan punya cita-cita sebagai insinyur pertanian.
“Tapi saya diminta kakak ikut tes calon imam. Saya diberi hadiah kain celana oleh kakak. Lalu saya lulus (Imam). Kakak bahagia tapi saya cemas karena tidak jadi insinyur pertanian,” kata Pater Silvester disambut tawa umat.
“Jadi judul sambutan saya ‘Seandainya’ dulu saya diambil Tuhan tak mungkin kita semua ada di sini,” ujar dia.
Perayaan ini juga dihadiri oleh Vikep Mbay, RD Aster Lado. Vikep Aster menyampaikan proficiat kepada Pater Silvester atas 25 tahun imamatnya.
Ia juga mengajak umat untuk percaya bahwa Tuhan selalu ada di samping mereka dan memberikan kekuatan untuk menghadapi tantangan. “Hari ini menjadi titik terang bagi kita semua,” kata Vikep Aster.
Perayaan 25 tahun imamat Pater Silvester Nusa ini menjadi momen penting bagi umat Katolik di Nagekeo untuk merayakan kesetiaan dan ketekunan Pater Silvester dalam panggilan imamatnya. *

