Umat Stasi Maria Yosef Pulau Solor Gotong Royong Bangun Gereja – MudikaLink

Umat Stasi Maria Yosef Pulau Solor Gotong Royong Bangun Gereja

MUDIKALINK.net-Sabtu, 1 Juli 2023, sedikitnya 1.000 orang umat Stasi Maria Yosef (Mayos) Rianglaka, Paroki Pamakayo, di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi NTT, berbondong-bondong sejak pagi hingga malam dalam nuansa gotong royong membangun gereja baru.

Umat laki-laki dan perempuan dari usia tua, pemuda, mahasiswa, pelajar, serta bocah SD dari 8 Komunitas Basis Gereja (KBG) di stasi itu, hari itu gotong royong melakukan pengecoran slof bawah bangunan gereja baru.

Mereka bahu membahu secara estafet mengover campuran semen untuk mengisi konstruk di setiap mal bantalan slof. Umat terlihat begitu antusias.

Umat Stasi Mayos Rianglaka, di Pulau Solor, Sabtu (2/7/2023) gotong royong pengecoran slof bawah bangunan gereja baru. Foto/frans kolong muda

Sejak awal pembangunan gereja mulai pekerjaan galian dasar dan bangunan fondasi hingga coran slof tersebut, umat terlibat dalam semangat persatuan membangun gereja baru.

“Kami sudah umur 70-an tahun terlibat setiap kegiatan kerja gereja. Gereja lama yang masih berdiri kuat di sebelah timur gereja baru ini, juga di tahun 1977 kami kerja. Kehadiran kami hari ini sebagai bentuk sokongan semangat kepada anak muda bahwa pengorbanan tenaga itu memang tidaklah murah,” kata Mateus Talukama Kaha dan Paulus Wato Hayon, umat lanjut usia (lansia) di Stasi Rianglaka di selah-selah kegiatan.

Motivasi Talukama dan Wato. “Sebagai orang tua, kami pesan agar terus satukan hati dalam semangat terlibat langsung menyelesaikan pengerjaan gereja baru.”

Kepala Tukang Bangunan, Yakobus Adosari Hayon mengatakan, sukses pengerjaan coran slof gereja baru berukuran 30 meter x 15 meter itu atas ikatan kerja sama, pengertian baik dan dukungan penuh umat setempat.

Mereka tidak saja mengorbankan tenaga demi kerja bangunan gereja, tapi juga diwajibkan panitia mengumpulkan uang tunai dari kekurangan mereka bagi setiap keluarga miskin dengan besaran per tahun Rp 600.000.

Sumbangan wajib juga datang dari setiap PNS, pensiunan, pegawai swasta, dan para perantau asal stasi tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh umat yang mengorbankan tenaga dan waktu terlibat langsung membantu melaksanakan pekerjaan coran slof bawah,” kata Yakobus atas nama para tukang bangunan gereja.

Gotong royong umat melakukan pengecoran slof gereja hari itu dimonitor langsung Pastor Paroki Pamakayo, RD Robertus Lagamanu, Pr dan Ketua Panitia Pembangunan Gereja Baru, Klemen Reda Hayon.

Umat Stasi Mayos Rianglaka, di Pulau Solor, Sabtu (2/7/2023) gotong royong pengecoran slof bawah bangunan gereja baru. Foto/frans kolong muda

Aktivitas pelaksanaan slof dasar gereja terpantau berlangsung sejak pukul 08.00-21.30 Wita. Panitia dan umat merasa legah karena pekerjaan berat slof bawah sudah tuntas.

Setelah pengerjaan slof bawah itu akan dilanjutkan tahapan pengecoran sekitar 36 tiang beton sekeliling fondasi gereja.

Untuk diketahui, peletakan batu pertama pembangunan Gereja Stasi Mayos Rianglaka dilakukan pada Oktober 2022, oleh Penjabat Bupati Flores Timur diwakili Kepala Kesbangpol Andreas Kewa Ama, Pastor Paroki Pamakayo, RD Emanuel B. Hurit, Pr, dan tuah adat Desa Balaweling II.

Panitia menargetkan 3 tahun selesai pembangunan gereja baru itu dengan estimasi biaya sekitar Rp 2 milyar lebih. Pantia dan Pastor Paroki Pamakayo saat ini sedang mencari dana dari para donatur.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Rianglaka, Klemens Reda Hayon melalui mimbar gereja, Minggu, 2 Juli 2023 sebagaimana dibacakan Sekretaris Dewan Stasi Mayos, Edy Muda menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih.

Ucapan syukur dan terima itu disampaikan kepada Pemerintah Desa Balaweling II, tokoh adat, tokoh masyarakat, OMK, para mahasiswa, pelajar SD, SMP, SMA, para guru, pegawai serta seluruh umat yang kerja keras dan kerja bersama sukseskan kegiatan pengecoran slof bawah.

“Pekerjaan gereja baru ini masih bertahap. Mari kita dukung dengan doa dan berikan sumbangan dari kekurangan kita,” ajak Klemens Reda Hayon.*

Laporan: Frans Kolong Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *