MUDIKALINK.net–No Love before meeting-Tak kenal, maka tak sayang. Demikian adagium tua yang mengantar kita untuk mengenal secara mendalam KSP Kopdit Obor Mas yang pada 4 November 2023 sudah berusia 51 tahun.
Ya, suatu usia yang cukup panjang untuk sebuah usaha Koperasi Kredit yang dalam perjalannya diwarnai aneka cerita suka-duka, onak-duri, lugu polos, yang terkadang ada kelucuan yang senantiasa membekas dalam diri para pihak yang terlibat di dalam ziarah perjalanan koperasi ini.
Salah satu cerita bernada lucu, namun sangat bermakna disampaikan oleh General Manager (GM) KSP Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak., M.M. ketika menyampaikan kilas balik perjalanan KSP Kopdit Obor Mas saat peringatan HUT ke-51, Sabtu 4 November 2023.
Perayaan HUT itu ditandai dengan ekaristi kudus dipimpin dipimpin RP. Reminus Hambur, CJD didampingi imam konselebrantes yakni RP. Hans G. Werits, SVD; RP. Vabianus Bouk, MSsCC; dan RP. Ferdy Patty Wale, CJD di Pelataran Gua Santo Yosef Fredinademez Serikat Sabda Allah Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT.
Frediyanto menceritakan bagaimana ketika ia memulai bekerja di KSP Kopdit Obor Mas pada tahun 1996 dan pada tahun yang sama ia dipercaya menjadi Manajer Kopdit Obor Mas.
Ia mengisahkan pada tahun awal ia memimpin, anggota Obor Mas saat itu belum mencapai 1.000 orang tepatnya 982 orang dengan aset sekitar Rp 1 M.
Untuk kelancaran kerja saat itu, lanjut Frediyanto, karyawan yang berusaha hanya mengandalkan sepeda dayung, dan satu unit sepeda motor.
“Saya dan Pak Avi (Inocentius Avilarius) saat turun ke lapangan menjual kalender menggunakan satu sepeda motor. Saat kendaraan mengalami pecah ban, saya yang dorong motor, sementara Om Avi memikul kalender,” kisah Frediyanto yang diikuti gelak tawa peserta yang menghadiri momen HUT ke-51.
Frediyanto juga mengisahkan bagaimana kegigihan karyawan saat itu, yang melakukan penagihan angsuran pinjaman, yang terkadang butuh waktu, dan sering diingkari pihak yang telah membuat perjanjian.
“Ketika mendatangi sekolah, ada pihak yang tidak melayani kami dengan alasan karena tiba tidak tepat waktu. Lalu kami dijanjikan untuk datang keesokan harinya lagi, dan ketika kami datang, juga pihak yang kami datangi, tidak menerima kami dengan pelbagai alasan. Ya, inilah kondisi kami saat itu. Dalam kondisi ini, kami tetap bekerja dengan hati, dengan tabah, dan tetap mengikuti proses sesuai prinsip-prinsip perkoperasian,” katanya.
Frediyanto juga menceritakan bagaimana pada tahun 1996, pada saat Komputer pertama kali beroperasi di Obor Mas, petugas yang menjaga atau petugas teknis saat itu, Ibu Neni (Roneni Sisilia) diperlakukan secara istimewa karena ada ruang khusus untuk menyimpan Komputer, dan tidak sembarang orang masuk ke ruang itu.
“Ruangan Komputer ini hanya bisa masuk oleh Ibu Neni. Lantainya karpet merah. Kalau ada orang hendak masuk, maka terlebih dulu minta izin/permisi dengan membuka jendela yang terbuat dari kaca naco. Kalau Ibu Neni, persilahkan masuk, baru kami masuk,” tutur Frediyanto yang juga diikuti gelak tawa peserta.

Frediyanto mengaku bangga karena meskipun dalam kondisi sarana terbatas, tetapi karyawan dan pengurus pada saat itu bekerja dengan hati, dengan totalitas yang tinggi.
“Karyawan dan pengurus saat itu bekerja dengan totalitas pengadian yang luar biasa,” puji Frediyanto seraya menyebut dan mempersilahkan dua karyawan yang hingga saat ini masih bekerja dengan totalitas yang sama yakni Ibu Roneni Sisilia dan Inocentius Afilarius tampil ke panggung.
Pada momen ini, Frediyanto menceritakan beberapa terobosan yang dilakukannya ketika dipercaya menjadi Manajer Kopdit Obor sejak tahun 1996, di antaranya membuat regulasi yang mengatur bahwa yang menjadi anggota Kopdit Obor Mas bukan hanya guru, tetapi juga semua pihak yang memenuhi syarat sesuai ketentuan Koperasi Kredit.
Terobosan lain yang dilakukan Frediyanto di antaranya membuka produk-produk usaha baru seperti Sibuhar, Sidandik, Si Manis, Siharta, dan beberapa produk lainnya.
Frediyanto juga mempersingkat layanan peminjaman yang semua diproses hingga satu bulan menjadi beberapa hari, plus penerapan teknologi digital, dan beberapa terobosan lainnya, termasuk berjuang menjadi Koperasi Penyalur KUR.

Berkat terobosan itu, lanjut Frediyato, perkembangan KSP Kopdit Obos Mas hingga usia ke-51 tahun ini sudah berkembang pesat dengan indikator anggota mencapai 141.000 orang lebih yang tersebar pada 22 cabang di daratan Flores-Lembata dan di daratan Timor, serta total aset mencapai Rp 1,4 triliun.
“Pada saat awal menjadi Manajer Kopdit Obor Mas tahun 1996, anggota kita hanya 982 orang, dan aset sekitar Rp 1 miliar. Di usia KSP Kopdit Obor Mask e-51 tahun ini, jumlah anggota Obor Mas mencapai 141.000 orang dan aset Rp 1,4 trilium,” kata Frediyanto.
Perkuat Eksistensi Usaha Produktif
Ratusan perwakilan pengurus, manajemen, karyawan, pelaku usaha dan anggota KSP Kopdit Obor Mas menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat eksistensi usaha produktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian 141.000 lebih anggota Kopdit ini yang tersebar pada 22 cabang di seluruh NTT.
Komitmen dan ketekadan ini disampaikan dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) KSP Kopdit Obor Mas ke-51 yang dimaknai dalam perayaan ekaristi kudus tersebut.
Perayaan HUT KSP Kopdit Obor Mas ke 51 ini mengusung tema “Memperkuat Eksistensi Usaha Produktif Anggota Melalui Produk dan Layanan yang Profesional dan Berbasis Teknologi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian.”
Hadir dalam perayaan ekaristi ini di antaranya Sekretaris Pengurus KSP Kopdit Obor Mas Theresia Angelina Bala, S.Kep, M.Kes, Bendahara Pengurus Buyung Dekresano; Penasihat Marianus Laka, S.H. dan Daniel Daseng; GM KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak; M.M; para manajer cabang dan perwakilan enam cabang yakni Kantor Pusat, Kantor Cabang Utama, Kantor Cabang Pasar Alok, Kantor Cabang Pasar Tingkat, Kantor Cabang Agribisnis; dan Kantor Cabang Kewapante, para sahabat Obor Mas serta undangan lainnya.
Dalam pengantar saat memimpin misa, RP. Remi Hambur, CJD menggarisbawahi pentingnya penyertaan Tuhan dalam upaya mewujudkan usaha koperasi sebagaimana yang ditunjukkan KSP Kopdit Obor Mas.
Sementara RP. Vabianus Bouk, MSsCc dalam khotbahnya antara lain meminta jajaran KSP Kopdit Obor Mas untuk selalu mengandalkan Tuhan, dan hendaknya semua komponen koperasi harus bahu membahu dan bekerja sama , tetap eksis dengan memberikan pelayanan yang prima, dan hendaknya menjadi penyalur berkat bagi orang lain.
RD. Vabianus juga meminta para pemimpin apa saja, termasuk pimpinan koperasi untuk selalu menjadi sahabat bagi siapa saja, saling mendengarkan, dan memberikan keteladan dalam hidup dan berkarya.
“Bagi para pemimpin, jadilah sahabat yang suka mendengarkan, menarik anggota dengan teladan hidup, setiap pada komitmen bersama, berdoa bagi para anggota dan bersama mereka mencari jalan keluar dari permasalahan hidup. Bagi para anggota, jadilah anggota yang tahu mengasihi para pemimpin dan taat kepada mereka agar bersama-sama memenangkan kehendak Tuhan dalam hidup dan karya,” kata RP. Vabianus.
Perayaan Puncak di Lewoleba
Sementara General Manager (GM) KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak, M.M. dalam sambutannya antara lain menjelaskan bahwa perayaan HUT ke-51 KSP Kopdit Obor Mas tahun ini digelar di setiap gabungan cabang atau cabang pada setiap Kabupaten di NTT.
Untuk perayaan syukuran yang dipusatkan di Rumah Bina St. Yosef Freinademetz Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero Krokowolon, lanjut Frediyanto, melibatkan enam cabang yakni Kantor Pusat, Kantor Cabang Utama, Kantor Cacang Alok, Kantor Cabang Pasar Tingkat, Kantor Cabang Agribisnis, dan Kantor Cabang Kewapante.
“Perayaan yang sama dilangsungkan di kantor cabang pada setiap kabupaten di daratan Flores-Lembata, dan daratan Timor,” kata Frediyanto.
Frediyanto mengakui, pihak panitia telah mengagendakan pelaksanaan perayaan puncak HUT ke-51 KSP Kopdit Obor Mas yang akan berlangsung di Lewoleba, Kabupaten Lembata pada 17 November 2023.
“Perayaan puncak di Lewoleba akan dipadukan dengan peresmian Kantor Cabang Utama KSP Kopdit Obor Mas Lewoleba yang akan diresmikan oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki,” katanya.
Frediyanto menambahkan dalam upaya memaknai perayaan puncak HUT ke-51 dan peresmian Kantor Cabang Utama Lewoleba, pihak panitia telah mengagendakan pelaksanaan Seminar Sehari pada tanggal 16 November 2023 yang menampilkan beberapa nara sumber di antaranya Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, dan GM Inkopdit Stefanus.
“Selain itu, panitia akan menghadirkan beberapa artis di antaranya Azizah untuk menghibur warga,” katanya.
Terima Kasih
Sekretaris Pengurus Theresia Angelina Bala, S.Kep, M.Kes dalam sambutan antara lain menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah total mengabdi dan membesarkan KSP Kopdit Obor Mas.
“Terima kasih juga kami tujukan kepada Pater dan para imam konselebrantes yang telah memimpin misa peringata HUT ke-51 KSP Kopdit Obor Mas. Terima kasih juga kepada komponen Koperasi Obor Mas: pengurus, manajemen, karyawan, sahabat Obor Mas dan anggota yang telah mengabdi dan membesarkan Obor Mas,” katanya.
Sementara Perwakilan Dewan Penasihat, Marianus Laka dalam sambutannya antara lain mengingatkan semua pihak agar bekerja dengan transparan dan tidak melakukan penyimpangan.
Meriah
Perayaan ekaristi syukuran HUT ke-51 KSP Kopdit Obor Mas berlangsung sangat meriah. Kemeriahan ditandai dengan kemasan acara yang disiapkan secara baik. Koor dibawakan oleh Koor KSP Kopdit Obor Mas dipimpin oleh Familia Sanhora Luju.
Acara HUT ke-51 juga dimaknai dengan penyalaan lilin dan pemotongan kue yang dilakukan oleh Sekretaris KSP Kopdit Obor Mas, Theresia Angelina Bala, GM Leonardus Frediyanto Moat Lering; perwakilan penasihat, dan para imam yang yang hadir.
Kemeriahan semakin terasa karena panitia juga menyiapkan beberapa acara tarian dan kuis serta kemasan acara lainnya yang melibatkan semua utusan cabang, para pastor yang hadir, GM KSP Kopdit Obor Mas, perwakilan pengurus, perwakilan Kantor Cabang, dan sahabat Obor Mas.
Pada momen berahmat ini, suasana persaudaraan semakin terasa ketika GM Frediyanto Moat Lering menyampaikan apresiasi khusus kepada beberapa karyawan yang yang total bekerja dan membesarkan koperasi hingga puluhan tahun di antaranya Roneni Sisilia dan Inocentius Afilarius.
Kedua sosok ini ditampilkan dan diperkenalkan di hadapan umum/peserta dan diberikan aplaus atas jasa dan totalitas pengabdian mereka.
Untuk diketahui, Kopdit Obor Mas sendiri didirikan oleh enam perintis di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka tahun 1972 yakni Yoseph Doing yang menjabat Kadis P&K, Remigius Sinatong (Kepala Tata Usaha Dinas P&K); Yoseph Lavanto Parera (Bendahara Dinas P&K), dan tiga tokoh lainnya St. Osisi da Lopez, G.B. da Lopez, dan Bertolomeus Tanga.
Demikianlah sepenggal kisah inspiratif yang disampaikan para pihak bertepatan dengan momen peringatan HUT ke-51 KSP Kopdit Obor Mas.
Kiranya kisah inspiratif ini bisa memotivasi kita, khususnya anggota KSP Kopdit Obor Mas untuk terus memperkuat eksistensi usaha produktif anggota melalui produk dan layanan yang profesional, berbasis teknologi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi anggota.
Kiranya motivasi ini memampukan kita untuk terus meraih kesuksesan melalui tahapan proses yang berlaku di koperasi ini, Kita optimistis bahwa melalui proses dan bersama Obor Mas kita meraih kesuksesan. Sebab proses tak akan mengkianati hasil. Deus te benedicat-Tuhan memberkati. ***
Laporan: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

