MUDIKALINK.net-Pastor Paroki Santa Maria Ratu Rosari Reo, Kevikepan Reo Reveredus Dominus (RD) Mansuetus Hariman melaunching Tahun Sinode 2026 Keuskupan Ruteng Tingkat Paroki Reo di Gereja Paroki Reo Minggu, 1 Februari 2026.
Launching ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan dokumen kerja kepada Ketua DPP, Ketua DKP dan Perwakilan umat.
Launching diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin RD. Mansuetus Hariman didampingi imam konselebrantes RD. Agustinus Sunday Cakputra dam RD. Yosef Oriol Dampuk.
Pengguntingan pita dilakukan perwakilan Sekami/Sekar Paroki Reo Nona Angela, Dei Dona Gratia dan penyerahan dokumen Program Tahun Sinode IV 2026 Keuskupan Ruteng oleh pastor Paroki kepada Ketua Pelaksana DPP Klementinus Rahmat Pedu Sakri, Ketua Pelaksana DKP Hubertus Ndangung, disaksikan Komunitas Suster SSpS, Utusan Stasi, Penasihat DPP Kanis Tamung, utusan sekolah, Ibu Margareta Mamung (utusan organisasi rohani), Lambertus Purap (utusan etnis Lamaholot, utusan OMK, utusan Sekami/Sekar.
“Dengan restu Allah Tritunggal Maha Kudus, kami secara resmi melaunching Tahun Sinodal 2026 Keuskupan Ruteng: berziarah bersama dalam Pengharapan: beriman, solider, dan Misioner di Paroki Santa Maria Ratu Rosario Reo, Keuskupan Ruteng,” kata Romo Mansu.
Usai dilaunching dilanjutkan dengan pembukaan baliho Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng, dan penyerahan dokumen program Tahun Sinode IV Keuskupan Ruteng oleh pastor paroki kepada para wakil umat.
Bekerja Dalam Semangat Sinodal
Pastor Paroki RD. Mansuetus Hariman dalam khotbahnya antara lain mengemukakan launching yang ditandai dengan penyerahan program kerja/rencana menggarisbawahi pesan bahwa dengan launching ini kita mengambil titik star untuk ditindaklanjuti atas pelbagai program.
Romo mengakui ada setumpuk program kerja atau rencana kegiatan pastoral untuk kita tindaklanjuti sepanjang tahun 2026, dalam semangat sinodal dalam koordinasi DPP/DKP.
“Itu artinya setiap kita yang menjadi bagian dari Gereja Sinodal mesti terpanggil kepada pelayanan dengan kerja nyata. Omong tindak lanjut tidak lain berarti omong kerja nyata,” kata Romo Mansu.
Romo Mansu mengingatkan elemen umat agar tidak sekadar bekerja, tetapi hendaknya bekerja terarah sesuai tujuan, atau target-target yang mesti dicapai.
“Tujuan atau target misalnya dari kerja kita selenggarakan pertemuan Sinode dalam 4 atau 5 tahap di tingkat keuskupan adalah hasil rekomendasi-rekomendasi yang memberi arah pastoral Gereja Keuskupan Ruteng tahun depan. Arah ziarah kita sebagai anggota Gereja Keuskupan Ruteng,” kata Romo Mansu.
Butuh Pengorbanan
Romo Mansuetus dalam homilinya juga mengingatkan umat bahwa dalam proses bekerja sudah pasti menuntut pengorbanan baik waktu, tenaga, maupun material.
“Korban waktu, tenaga, dan pasti juga materi (dana) sehingga dalam kemanusiaan kita bisa terjadi kita dihantui perasaan galau. Sudah terbukti, pada tim panitia rapat pleno DPP/DKP kita berkorban.”
“Berkorban duduk bersama selama seminggu untuk bahas setumpuk rencana kegiatan yang diturunkan oleh Puspas untuk ditindaklanjuti dari bulan ke bulan selama setahun ini. Perayaan galau pun tidak terhindarkan ketika membayangkan pengorbanan yang lebih lagi dituntut dalam aksi-aksi nyata menindaklanjuti pelbagai program yang begitu banyak,” katanya.
Pengorbanan di atas, lanjutnya, pasti bertambah mengingat secara internal, paroki Reo memiliki tambahan program atau rencana kegiatan khusus yakni pembangunan gedung Gereja Baru.
Salah satunya dan yang merupakan program raksasa yang sekarang sedang ancang-ancang mengambil langkah star yaitu pembangunan gereja baru Paroki Reo.
“Sebuah program raksasa sebab terkonsep sebagai sebuah gereja monumental, dan dalam rencana awal tercantum bisanya sebesar belasan miliar. Membayangkan program besar ini bisa jadi tertambah kegalauan kita,” katanya.
Sabda Bahagia
Romo Mansu meminta umat untuk memulai segala rencana apa saja mesti terinspirasi oleh Firman Tuhan, khusus terkait bacaan Sabda Bahagia.
Romo Mansu mengutip salah satu perikope Sabda Bahagia Berbahagialah yang berduka cita karena mereka akan dihibur.
Dengan Sabda Bahagia ini, lanjut Romo Mansu, Yesus mau mengingatkan kita bahwa menuju kebahagiaan bisa terjadi karena kita harus melewati pengalaman dukacita.
“Berduka citalah sebelum kemudian menikmati kebahagiaan. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.Untuk itu, pengalaman dukacita mestinya tidak membuat kita mati langka dalam proses menuju pengalaman bahagia yang tentu kita semua impikan,” katanya.
Mengutip spirit tema Sinode, Romo Mansu menggarisbawahi bahwa “dukacita tidak menghalangi kita untuk terus dan selalu berziarah dalam pengharapan.”
“Pantang pupus harapan, tetap berlangka dengan kepala tegak dengan penuh optimisme sehingga kebahagiaan di masa depan sudah mulai kita alami sekarang, betapa pun dengan pelbagai pengalaman dukacita yang tidak terhindarkan.”
Untuk itu, lanjut Romo Mansu, iman yang tampak dalam doa penuh penyerahan diri dan tak kunjung putus dan persaudaraan yang senantiasa terbangun solid, serta semangat missioner untuk terus menaburkan kasih serta pengharapan seharusnya menjadi andalan kekuatan.
Sangat Meriah
Pelaksanaan launching Tahun Sinode 2026 Tingkat Kecamatan Reok berlangsung sangat meriah. Kemeriahan ditandai dengan kemasan liturgis yang disiapkan secara baik.
Koor ditanggung oleh KBG Ratu Para Rasul dipimpin dirigen Ibu Klemensia Angur. Lektor dan Lektris ditanggung siswa SMAS Santo Gregorius Reo. Acara torok saat persembahan dibawakan oleh tokoh adat Valens Jemahat.
Umat begitu antusias mengikuti launcing Tahun Sinode 2026. Umat juga mendoakan agar pelaksanaan Sinode IV berjalan sukses.*
Penulis: Wall Abulat I Editor: Wentho Eliando

