Semana Santa 2026, Angelo Wake Kako: Larantuka, Tempat Kita Kembali Ketika Kita Kehilangan Harapan – MudikaLink

Semana Santa 2026, Angelo Wake Kako: Larantuka, Tempat Kita Kembali Ketika Kita Kehilangan Harapan

MUDIKALINK.net-Ribuan peziarah dari berbagai wilayah di Nusantara maupun mancanegara mulai membanjiri Kota Larantuka, Keuskupan Larantuka, di Kabupaten Flores Timur saat Semana Santa, Pekan Suci (Hari Bae Nagi).

Bagi Angelo Wake Kako, anggota DPD RI, sudah sekian kali dirinya datang ke Larantuka menjadi peziarah saat Semana Santa.

“Kali ini saya datang bersama isteri dan anak-anak,kembali datang ke Larantuka Kota Reinha ini.Kali ini dengan nuansa yang berbeda karena saya datang bersama keluarga, bersama isteri dan anak-anak,” ucapnya saat ditemui di Kapela Tuan Ana, Selasa, 31 Maret 2026.

Bagi Angelo atau AWK sapaannya, Semana Santa mempunyai kekuatan spiritual yang luar biasa, momen dimana sebagai umat Katolik ikut merasakan kedukaan seorang ibu dalam hal ini Bunda Maria.

Momen dimana kita ikut masuk dalam kebatinan Bunda Maria ketika Putra Tunggalnya Yesus Kristus disalibkan.

Baginya. ini menjadi momen yang berharga dan juga keluarga dan tentu juga untuk semua peziarah pastinya untuk kembali menghidupkan spiritual dengan meneladani Bunda Maria sebagai Bunda yang menyimpan semua persoalan di dalam hatinya.

“Bunda yang menyimpan semua rahasia ke dalam hatinya dan Bunda yang setia menemani PutraNya Tuhan Yesus dalam perjalanan peziarahan sampai dengan puncaknya Wafat di Kayu Salib,” tuturnya.

Bagi Angelo, Semana Santa adalah sebuah tradisi panjang yang sudah ratusan tahun dan menariknya ini hidup dalam kultur budaya lokal masyarakat Larantuka.

Seperti kita ketahui hampir di semua kampung, semua suku memiliki kapel tempat orang menjadikannya pusat spiritual, tempat orang berkumpul disitu sebelum mengambil keputusan besar melalui doa.

Bagi dirinya, ini energi yang baik dan berkaitan erat dengan budaya yang sudah menyatu di Kota Larantuka ini.

“Di tempat lain mungkin karena budayanya berbeda sehingga dia tidak bertahan lama.Tetapi di sini budaya masyarakatnya menyatu, hidup dalam wujud seperti yang kita saksikan dimana banyak kapel-kapel kecil di Kota Larantuka dan disitulah tempat yang disebut pusat spiritual,” ungkapnya.

Saat ditemui dirinya bersama keluarga baru selesai melaksanakan tridum bersama suku-suku yang ada di kapela Tuan Ana dan baginya ini momentum yang luar biasa, sangat khusuk, sangat mengena di batinnya sebagai umat Katolik.

Menurutnya apabila ditradisikan terus menerus maka bagi dia Larantuka adalah tempat dimana kita harus kembali ketika kita berantakan,ketika kita kehilangan harapan datanglah ke Larantuka.

“Larantuka merupakan tempat kita menemukan jati diri, tempat menemukan spirit yang mesti menjadi pegangan hidup kita. Itulah Larantuka,” ucapnya.

Angelo menyebutkan Semana Santa di Larantuka menjadi wisata religi dan tanpa dipromosikan pun dia sudah mempunyai daya tarik, tinggal bagaimana konsepnya ketika kita bicara terkait pariwisata.

Walaupun secara pribadi sebutnya,
religi ya religi dimana orang datang dengan kekhusukan, orang datang dengan intensi pribadi.

Tetapi lanjutnya, dalam konteks ekonomi, dalam konteks bermasyarakat dan bernegara tentu ini ada dampaknya bagi ekonomi di masyarakat.

Sehingga sarannya, hendaknya ini dikemas dengan baik dan bisa didorong menjadi wisata yang besar dengan didukung dengan fasilitas- fasilitas yang juga harus terpenuhi seperti penginapan dan lainnya.

“Kita bisa melihat bagaimana orang berjubel mengantri membeli makanan dan minuman.Inilah bagian dari dinamika ekonomi, denyut ekonomi yang terjadi berkat adanya Semana Santa di Larantuka,” pungkasnya. *

Laporan: Ebed de Rosary I Editor: Wentho Eliando

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *